Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
09. Dadakan


__ADS_3

Hari ini Ziya,Melly dan Shaijiee akan berkunjung ke Indonesia kerumah keluargannya Ziya..


Ziya sangat gugup, beda dengan Shaijiee justru malah senang..


Mereka mengambil penerbangan sore hari, agar sampai di Indonesia pagi..


Shaijiee sengaja memesan kelas bisnis untuk mereka bertiga.. Karena ia tak ingin Ziya risih jika harus bercampur dengan penumpang lainnya.. Padahal itu hal yang biasa untuk Ziya, tapi Shaijiee tetap mau memberikan yang terbaik..


"Zii, kita gak salah ini pake kelas bisnis?" bisik Melly


"Gak, Shaijiee yang mau" jawab Ziya


"Ini mahal loh, kalau dirupiahkan..... (Melly menghitung) wah gila sih.. 1 orang aja bisa 44 juta" kata Melly kaget


Ziya hanya menganggukkan kepalanya


"Apalagi ini pakai maskapai terbaik di Turki.. Ajegilee mahal bet" kata Melly


"Mulai dah betawinya keluar.. Hahaha" ledek Ziya


Ziya paling senang kalau logat betawinya Melly sudah keluar.. Bagi Ziya itu lucu.. 😁


Shaijiee hanya diam dari arah sebrang Ziya, karena ia tidak faham pembicaraan antara Ziya dan Melly.. Dan ia bertekad untuk belajar bahasa Indonesia..


Keesokkan harinya, mereka tiba di Jakarta dan langsung memesan tiket untuk melanjutkan perjalanan ke Bandara Juanda Surabaya lalu mereka menuju kediri..


"Lelah ya?" tanya Ziya ke Shaijiee


"Tidak.. Justru semakin dekat, semakin membara rasa ingin meminang.. Kalau bisa sekarang ya sekarang" jawab Shaijiee enteng


Ziya melototkan matanya, ia tak percaya atas apa yang diucapkan Shaijiee..


"Nanti akhi akan punya kampung halaman disini" kata Melly


"Iya, kamu benar.. Saya akan punya kampung baru" jawab Shaijiee


Ziya hanya tersenyum.. Ia tak menyangka.. Baru seminggu kenal Ziya langsung dilamar oleh pria ini..


"Mengenai wanita yang waktu itu aku lihat bersamamu itu siapa?" tanya Ziya


"Yang mana?" tanya Shaijiee


"Saat di restoran, dia marah marah kepada pelayan" kata Ziya


"Owhh itu adik sepupu, dia sangat dekat denganku" jawab Shaijiee

__ADS_1


"Owhh gitu" jawab Ziya


"Jangan cemburuu dia hanya adikku" kata Shaijiee tersenyum


"Alamakkk manisnyee akang Shaijiee" kata Melly saat melihat Shaijiee tersenyum


Siang harinya mereka tiba di rumah Ziya..


Para santri kaget melihat kedatangan Ziya yang tiba tiba.. Para santri langsung menghampiri mereka dan bersalaman..


Ziya senang bisa pulang ke Indonesia..


Ia bisa berkumpul sama keluarganya, walau ia nantinya hanya sebentar disini..


"Yayah sama bubu ada?" tanya Ziya kepada santri


"Ada ning.. Kiyai Afnan tadi baru saja pulang dari masjid selesai kajian" kata santri


Ziya, Melly dan Shaijiee berjalan menuju rumahnya Ziya..


"Assalamualaikum" salam mereka


"Wa'alaikumussalam" jawab Shahia


"Satu satu bu nanyanyaa" kata Ziya


"Yaaah.. Yayah anak nya pulang nih" teriak Shahia gembira


"Ty Ziyaaaaa" teriak Maheer


"Sayangnya ukhty.. Uunncchh kangeeen" kata Ziya memeluk Maheer


Mereka semua lalu duduk di sofa ruang tamu..


Setelah berbincang bincang, akhirnya Ziya memberitahukan kepada gus Afnan dan Shahia kepulangannya kali ini..


Sebagai orang tua kaget, tiba tiba anaknya pulang memberi kabar bahwa pria yang bersamanya ini beritikad baik untuk meminang anaknya..


"Apa kamu serius dengan anak saya?" tanya gus Afnan (anggep aja bicara pakai bahasa arab) 🤭


"Saya serius.. Saya akan berusaha untuk membahagiakan Ziya" kata Shaijiee


"Kapan orang tua mu datang ke Indonesia untuk melamar putriku secara resmi?" tanya gus Afnan


"Insya Allah setelah urusan mereka di Marocco kelar, mereka akan datang kesini untuk melamar Ziya secara resmi" jawab Shaijiee

__ADS_1


"Tidak ada kepastian" kata gus Afnan


Shaijiee hanya terdiam, ia takut Yayahnya Ziya tak merestui..


"Menikah secara agama dulu disini.. Untuk secara negara bisa diurus belakangan.. Karena saya tidak mau nantinya ada setan yang merasuki kalian hingga melakukan hal yang tidak tidak" kata gus Afnan


"Yaah ko secepet itu?" tanya Ziya


"Yayah benar nak, setidaknya kalian sudah halal.. Lagipula tak gampang untuk menikah karena kalian berbeda negara.. Harus mengurus surat surat dulu" kata Shahia


"Saya siap menikah secara agama dulu dengan Ziya" jawab Shaijiee tegas


"Alhamdulillah" lirih gus Afnan


"Alhamdulillah" saut yang lainnya


Acara ijab qobul sedang dipersiapkan..


Shaijiee dibawa ke asrama putra untuk bersiap diri, karena ba'da maghrib ia akan melangsungkan akad nikah.. Sebelumnya ia memberitahu kabar ini kepada keluarganya di Marocco dan keluargnya setuju.. Dengan sambungan Video call mereka bisa melihat putranya akan menikah..


Ba'da shalat maghrib.. Seluruh santri menjadi saksi cinta antara Ziya dan Shaijiee.. Dengan mahar uang sebesar 1juta Lyra atau setara 1,8 milyar..



Ini penampilan sederhana Ziya saat ijab qobul..



Shaijiee yang memakai sorban putih yaaa.. 😊


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2