
Malam hari, Sehabis shalat Isya Ziya menaiki kasurnya dan menutup sebagian kakinya dengan selimut.. Ia membaca buku buku yang baru ia beli sewaktu di toko buku tadi..
Shaijiee mendekat ke arah Ziya dan merebahkan kepalanya di atas paha Ziya.. Ia membicarakan soal acara yang akan ia luncurkan itu..
"Apa kamu serius ingin menjadi host?" tanya Shaijiee
"Tentu, aku juga ingin bekerja" kata Ziya
"Hahaha memangnya uang dariku kurang?" tanya Shaijiee
"Tidak, itu malah lebih" jawab Ziya
"Yasudah tidak usah bekerja" saut Shaijiee
"Aaahh aku mau kerjaaa" rengek Ziya
"Kalau kamu kerja gimana dengan kuliahmu?" tanya Shaijiee
"Kan bisa diatur.. Memangnya syuting itu setiap hari?" tanya Ziya
"Tidak, tayang di tv hanya seminggu 2kali saja" jawab Shaijiee
"Tuh kan, bisalah aku kuliah nyambi syuting" kata Ziya
"Baiklah, besok akan aku ajukan.. Tapi syutingnya harus ditemani olehku" kata Shaijiee
"Harus.. Aku tidak mau juga kalau tidak ada kamu" jawab Ziya
"Baiklah.. Tolong pijatkan kepala ku.. Rasanya pening sekali" kata Shaijiee
"Terlalu banyak kerja ini, banyak fikiran" kata Ziya
"Aku hanya memikirkan mu" jawab Shaijiee
"Berarti memikirkan ku membuat kepalamu pusing?" ketus Ziya
"Tidak sayang, bukan begitu" saut Shaijiee
Setelah Ziya memijatkan kepala Shaijiee, Ziya lalu tidur sembari dipeluk oleh Shaijiee..
Pagi hari tiba, Shaijiee membangunkan Ziya untuk melaksanakan shalat subuh.. Akhirnya mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah..
Dalam doa, Shaijiee berharap rumah tangganya selalu dalam lindungan Allah, dijauhi dari fitnah dan marabahaya dan ia berdoa semoga Allah segera memberikannya keturunan..
__ADS_1
Begitupun dengan Ziya, ia juga ingin sekali memiliki anak.. Ia ingin merasakan mengandung itu seperti apa.. Akan ia jaga buah hatinya, akan ia beri cinta yang luar biasa..
Selesai shalat, Ziya langsung menuju dapur, membuat sarapan untuk suami tercintanya.. Saat sedang membuat sarapan, Shaijiee memeluk Ziya dari belakang..
"Sayang, kaaangeeen" kata Shaijiee mencium pipi Ziya
"Sayang, duduk lah.. Aku sedang membuat sarapan untukmu" kata Ziya
"Hmm baiklah.. Cepat yaaa kita makan bersama" kata Shaijiee
Saat mereka ingin sarapan, terdengar suara ketukan pintu apartemannya..
"Siapa ya?" tanya Ziya
"Coba aku lihat" kata Shaijiee
Cklek
"Assalamualaikum" salam Melly
"Owhh Wa'alaikumussalam, masuk" kata Shaijiee
Ziya yang mendengar suara tak asing langsung menuju ruang tamu..
"Heheh maaf ya zii, ana kesini karena ada yang harus ana bicarakan sama ente.. Ana butuh bantuan" kata Melly
"Ada apa?" tanya Ziya
Shaijiee yang melihat kecanggungan di diri Melly, ia segera melangkah kedalam menuju ruang makan..
"Ada apa?" tanya Ziya
"Anuh zii, maaf sebelumnya.. Ente punya simpanan uang tidak?" tanya Melly
"Untuk apa?" tanya Ziya
"Buat bayar kost ane zii" jawab Melly tak enak hati
"Hmmm nanti coba ane tanya sama suami ane dulu yaa.. Soalnya semenjak menikah ane kan udah gak pernah dikasih uang lagi sama yayah" jawab Ziya
"Yaahh, jangan deh zii, gak enak sama suami ente" kata Melly
"Gak papa, Shaijiee baik ko" kata Ziya
__ADS_1
"Ane tau, tapi ane gak enak" jawab Melly
"Husstt gak papa.. Kita ini sahabat, jadi setiap diantara kita ada yang membutuhkan kita harus selalu ada.. Wait ane bilang dulu sama dia.. Butuh berapa mel?" tanya Ziya
"Kurang 400 Lyra lagi, tabungan ane gak cukup soalnya" jawab Melly
"Memangnya berapa biaya sebulannya?" tanya Ziya
"650 Lyra" jawab Melly
650 Lyra itu kurang lebih jika dirupiahkan menjadi 1,2 jutaan..
"Kenapa mahal? perasaan cuma 600 Lyra" kata Ziya
"Yang punya menaikkan harga, karena letak kost ane dipinggir jalan dan itu harganya melambung.. Karena tempatnya yang strategis" jawab Melly
Akhirnya Ziya bilang ke Shaijiee jika Melly ingin meminjam uang.. Shaijiee memberi tahu kode brankas uangnya kepada Ziya.. Shaijiee menyuruh Ziya memberi Melly sebanyak 800 Lyra..
"Kamu saja yang ambil" kata Ziya
"Aku buru buru.. Aku percaya kamu ko, kamu istri aku, uangku uang kamu juga" kata Shaijiee mencium kening Ziya lalu pamit berangkat kerja
Setelah mengambil uang dalam brankas Shaijiee, Ziya memberikan uang tersebut kepada Melly.. Ia bilang bahwa uang itu tidak perlu diganti.. Melly sangat berterimakasih kepada Ziya dan ia menyampaikan salamnya untuk Shaijiee karena telah berbaik hati kepada Melly..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung