
Hari berganti minggu.. Tiga hari lagi adalah hari pernikahan Nawir dan Nisrine..
Pihak Nisrine sudah tiba di pesantren dan Nisrine langsung di pingit.. Nawir sejak kemarin sudah tinggal di asrama putra untuk sementara waktu bersama para ustadz pengabdian lainnya..
Seluruh santri sudah mulai sibuk mengurus pernikahan Nawir.. Para santri pengabdian bahkan yang sudah senior tak menyangka, baru kemarin Nawir beranjak dewasa, bader karena sering berantem dengan teman di sekolahnya atau mendapat masalah karena suka menggoda para wanita di sekolah, sekarang akan menikah.. Mengucap janji setia di hadapan Allah dan para saksi lainnya..
"Rencananya mau tinggal dimana gus?" tanya ustadz Ridho anak pengabdian
"Rencananya tetep tinggal disini, karenakan ane kerjanya disini" jawab Nawir
"Semoga lancar ya gus, jangan gugup" kata ustadz lain
"Iyaa, doain yaa" kata Nawir tersenyum
Di rumah gus Arkan Nisrine tengah di ruang keluarga bersama baby Dilara.. Para santriwati yang melihat baby Dilara sangat gemas, karena pipinya chubby dan kulitnya putih.. Usia baby Dilara hampir 2bulan..
Nida sebagai seorang nenek sangat perhatian sekali.. Ia selalu mengingatkan Nisrine untuk memberi ASI kepada Dilara, mengingatkan Nisrine untuk makan yang banyak dan istirahat..
Di kediaman gus Afnan, Ziya sedang dibingungkan dengan pakaian yan akan dikenakan nanti saat acara.. Pasalnya, baju seragaman keluarga yang dipesan untuknya kekecilan.. Perutnya yang sudah membuncit membuat ia tak dapat memakan baju tersebut..
"Bubu, Ziya masa gak seragaman sih bajunya.. Gak muaat" rengek Ziya
"Memangnya gak bisa di tambah bahan?" tanya gus Afnan
"Gak bisa yahh, jelek jadinya" jawab Ziya
"Kamu mau beli baju baru buat nanti?"tanya Shaijiee
"Nanti tidak seragaman sayang" jawab Ziya
__ADS_1
"Belinya yang sewarna saja walaupun tak sama motifnya" usul Shaijiee
"Nah betul tuh kata suamimu" saut gus Afnan
"Gitu ya?"
"Iyaa" jawab mereka
Akhirnya Ziya meminta Shaijiee untuk menemaninya ke butik membeli gamis dengan warna yang sama seperti yang lainnya..
Shaijiee yang tak ingin istrinya memakai baju yang beda motif dari yang lainnya, ia juga ikut membeli yang motifnya sama seperti Ziya agar istrinya tidak malu..
Setelah dari butik, Shaijiee mengajak Ziya pergi restoran untuk makan siang.. Tetapi sebelum itu mereka mampir ke mushollah terdekat untuk melaksanakan shalat Ashar terlebih dahulu..
Karena sibuk mencari baju, mereka melewatkan makan siangnya.. Alhasil mereka makan sore bukan makan siang..
"Iyaa sayang" kata Ziya
Setelah melaksanakan shalat, mereka menuju restoran untuk makan.. Shaijiee sudah mulai beradaptasi dengan makanan Indonesia karena terkadang Ziya juga memasakkan makanan Indonesia dirumahnya..
"Sayang" panggil Shaijiee
"Iya sayang" saut Ziya
"Ajarkan aku bahasa Indonesia" pinta Shaijiee
"Waktu itu kan sudah pernah aku ajarkan, tapi tidak kamu asah lagi.. Kamu lupa yaa?" tanya Ziya
"Iyaa, ajarkan dari awal lagi.. Biar aku lancar berbahasa Indonesia, setidaknya mengerti apa yang orang sini katakan" kata Shaijiee
__ADS_1
"Iyaa nanti aku ajarkan yaa sayang" kata Ziya
Shaijiee ingin belajar bahasa Indonesia karena ia mendapat kabar dari sekretarisnya bahwa ada klien dari Indonesia yang ingin bekerja sama dengan perusahaanya.. Maka dari itu, ia ingin belajar bahasa Indonesia agar mengerti.. Ditambah sekarang keluarganya juga banyak dari Indonesia.. Yaitu keluarga dari Ziya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Lanjut gak?
Kalo lanjut ditunggu yaa.. Bab selanjutnya tentang pernikahannya Nawir dan Nisrine..
Yukk yang mau kondangan, bisa beri hadiah yaa ke Nawir dan Nisrine dengan cara like dan vote.. Terimakasih 🤗
__ADS_1