Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
06. Kedatangan Keluarga


__ADS_3

Hari hari seperti biasa, Ziya dan Melly selalu datang ke kampus untuk kuliah..


Karena saking sibuknya kuliah, sudah seminggu ini mereka tak bertemu Ghana.. Melly penasaran kemana Ghana, biasanya ia selalu bertemu walau tak setiap hari.. Setelah menghubungi Ghana, akhirnya Melly tau bahwa Ghana sedang ada perjalanan bisnis ke negara lain..


Hari ini Ziya kedatangan keluarganya.. Ia sudah menuju bandara untuk menjemput keluarganya.. Ziya merasa senang sekali, ia bahkan sampai menyewa mobil untuk menjemput keluarganya saking tak mau keluarganya itu memakai bus dari bandara kerumah..


Sesampainya di bandara, ternyata keluarganya sudah menunggu.. Ziya langsung menghampiri mereka..


"Assalamualaikum yayah bubu" salam Ziya


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka langsung memeluk Ziya


"Hai Mahreen.. Ihh kamu tetep gemesin yaaa walau sudah besar" kata Ziya gemas


"Aku udah TK loh" kata Mahreen


"Oh ya? wahh sudah besar yaa" kata Ziya


"Temen aku banyak di sekolah" kata Mahreen


"Harus baik yaa sama temennya jangan nakal" kata Ziya yang di balas anggukkan kepala oleh Mahreen


"Hai boy" sapa Ziya ke Faris


"Ukhty sehat?" tanya Faris


"Alhamdulillah.. Uhhhh kangen banget sama kamu" kata Ziya memeluk Faris

__ADS_1


Setelah bertemu, mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan.. Ziya sangat bahagia kedatangan keluarganya.. Ia jadi rindu dengan rumahnya di Indonesia.. Ia ingin sekali pulang, tetapi rasa cintanya kepada Turki juga sama besar sama kepada Indonesia.. Jadi ia juga berat untuk meninggalkan Turki..


Selesai makan, mereka pulang menuju rumah Ziya.. Ziya membantu sang bubu untuk merapihkan semua barang barang bawaan dan oleh oleh dari Indonesia.. Disela pekerjaan itu, Shahia menanyakan bagaimana Ziya selama disini.. Apakah ada seseorang yang sudah merebut hatinya..


"Sebenernya, Ziya waktu itu gak sengaja bertabrakan sama seseorang bu.. Ntah kenapa hati Ziya berdebar kencang saat melihatnya.. Tapi... Waktu direstoran Ziya tak sengaja melihatnya lagi sedang bersama perempuan.. Ziya takut kalau pria yang Ziya sukai itu ternyata suami orang atau pacar orang.. Ziya serahkan semuanya sama Allah saja bu" kata Ziya


"Iya nak, serahin semua sama Allah.. Jangan mencintai seseorang melebihi cinta mu kepada Allah.. Dekati Allah nak maka nanti dengan sendirinya pria yang kamu sukai atau yang menyukaimu itu akan datang kepadamu.. Semoga dia belum menikah dan perempuan yang kamu lihat itu adalah temannya gitu" kata Shahia menenangkan


"Naam bu.. Oh iya, besok Ziya ada seminar di kampus.. Dan Ziya jadi host nya.. Doakan Ziya ya bu, semoga berjalan dengan lancar" kata Ziya


"Pasti nak pasti bubu doakan" jawab Shahia


"Hm hm.. Serius banget ngobrolnya" kata gus Afnan yang baru datang


"Yayah.. Yah, Ziya kangen pengen tidur dipangkuan yayah" kata Ziya


Akhirnya Ziya mendekati gus Afnan dan tidur dipangkuannya gus Afnan.. Gus Afnan mengusap lembut kepala anaknya yang masih tertutup hijab itu..


Ia gak menyangka, sekarang anaknya sudah besar menjadi anak yang cantik,pintar,baik dan tentunya membuat orang tuanya bahagia..


Gus Afnan merasa tak sia sia ia selama ini keras mendidik Ziya untuk menjadi wanita yang cerdas dan baik.. Walau jauh, ia masih terus bisa membimbing,mendidik anaknya dan dilalah juga Ziya memang sangat penurut dan takut terhadap gus Afnan..


"Sudah besar ya yah anak gadis kita" kata Shahia


"Iyaa.. Sudah 20tahun.. Tak terasa yaa kita menikah sudah selama ini.. Semoga selamanya bersama sampai jannah" kata gus Afnan mencium bibir Shahia


"Haadduhhhh ada anak kecil ini.. Jangan begitu dong" protes Ziya yang tak sengaja membuka matanya dan melihat sang yayah mencium bibir sang bubunya

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2