Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
57. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Sebulan berlalu.. Ziya sudah mulai terapi untuk kakinya.. Sedikit demi sedikit ia sudah bisa berdiri dan melangkahkan kakinya walau hanya selangkah dua langkah.. Ia mengikuti terapi seminggu 4 kali karena ia ingin sekali cepat sembuh dan bisa tinggal di Indonesia..


Terkadang ia ditemani oleh Shaijiee untuk terapi, kadang juga di temani oleh Melly sahabatnya..


"Sayaang, cepetan dong kita berangkat.. Kan sejam lagi jadwal aku terapi" kata Ziya dari kamar sembari memakai jilbab


"Iya sayang sebentar aku titipkan Zanna dulu ke mbok Nah" kata Shaijiee yang tadinya sedang main bersama Zanna di kasur


Shaijiee keluar kamar dan menitipkan Zanna ke mbok Nah..


Setelah itu ia kembali lagi ke kamar dan berganti pakaian.. Hari ini sengaja Shaijiee tak masuk kantor karena ada jadwal terapi Ziya..


"Yuk berangkat, sudah siap?" tanya Shaijiee


"Sudah mas, kamu aja yang lama" kata Ziya tertawa


"Yasudah yukk" Shaijiee mendorong kursi roda Ziya


Di perjalanan Shaijiee terus memberi semangat untuk Ziya.. Dia juga ingin melihat istrinya berjalan seperti semula..


Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung menuju tempat terapi..


Ziya berlatih sedikit demi sedikit.. Dan hasilnya semakin hari semakin memuaskan.. Ia bisa berjalan walau tidak bisa terlalu lama..


"Sayang aku bisa jalan" kata Ziya kepada Shaijiee


"Semangat sayang, kamu pasti bisa" kata Shaijiee


Setelah Selesai terapi, Ziya dan Shaijiee berbincang bincang dengan dokter menanyakan perkembangan Ziya..


"Alhamdulillah, dari hasil rontgen kemarin pada kakinya nyonya Ziya, sudah tidak ada keretakan lagi.. Mungkin tinggal dilatih saja lagi di rumah jalannya.. Tidak perlu pakai kursi roda, cukup pakai tongkat jalan saja.. Semoga cepat sembuh ya nyonya." kata dokter


"Terimakasih dok, terimakasih banyak" kata Ziya dan Shaijiee

__ADS_1


Di perjalanan pulang, Hp Shaijiee berdering.. Dilihat nomor tersebut ternyata nomor dari kantor polisi..


"Haloo"


"Selamat siang tuan Shaijiee"


"Selamat siang.. Ada berita apa pak?" tanya Shaijiee


"Bisa berkenan datang ke kantor polisi sekarang? karena pelaku yang menabrak istri anda sudah berhasil kami tangkap" kata polisi tsb


"Baik pak, sekarang juga saya kesana.. Terimakasih atas informasinya" kata Shaijiee


"Ada apa sayang?" tanya Ziya


"Pak kita ke kantor polisi yang biasa ya" pinta Shaijiee ke supir mereka


"Ada apa sayang?" tanya Ziya lagi


Sesampainya di kantor polisi, Ziya dan Shaijiee langsung menemui seorang polisi yang menangani kasus ini..


"Bagaimana pak?" tanya Shaijiee


"Pelaku sudah kami tahan di sel pak.. Apa bapak mau melihat?" tanya polisi


"Boleh, tolong bawa dia kemari" kata Shaijiee


Jujur, dia emosi dia marah.. Ingin rasanya mencabik cabik orang yang sudah membuat istrinya harus menggunakan kursi roda..


"Maaf, ini dia orangnya" kata polisi


Shaijiee sungguh terkejut begitupun Ziya..


"Kamuuuuu!" kata Ziya dan Shaijiee

__ADS_1


Tenggorokan rasanya tercekat.. Shaijiee tak mampu berkata kata..


"Saya pernah lihat kamu" kata Ziya


"Hahahahaah saya puas melihat kamu lumpuh seperti ini Ziyaaa saya puaaass walau akhirnya saya harus berada dibalik jeruji besii.. Hahhahahah" kata pelaku tsb


"Apa salah saya?" tanya Ziya yang masih heran


"Kamu itu wanita miskin Ziya.. Kamu sudah merebut Shaijiee dari ku.. Karena kamu, perhatian Shijiee kepada saya berkurang bahkan uang yang biasa Shaijiee berikan kepadaku itu juga berkurang.. Dan kamu Shaijiee.. Hahahaha kamu lekaki brengs*k kamu bodoh.. Kamu anak dari lelaki dan wanita yang paling licik di dunia ini.. karena keluarga kamu orang tua saya menderita.. Orang tua saya miskin.. Saya belum puas dengan semua ini.. Saya belum puasss menghancurkan kamuu!!!" teriak seseorang itu


"CUUKKKUPPP!!" teriak Shaijiee yang sudah emosi


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2