Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
41. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Keesokkan harinya, umi Nida dan abi Arkan mengunjungi rumah sakit kembali karena ingin melihat cucu nya.. Masih calon sii tapi mereka sudah menganggap itu cucu mereka sendiri..


Ziya sedang di taman belakang bermain bersama para kucing kucingnya yang dibelikan oleh Shaijiee..



Shaijiee membelikan 5 ekor anak kucing, agar bisa buat hiburan di rumah.. Awalnya ia ingin membeli 1 saja, tapi saat melihat kucing kucing itu sangat lucu akhirnya Shaijiee membeli 5 ekor sekaligus..


"Makan yaa kucing kecil.. Biar endut.. Hehehe" kata Ziya berbicara kepada kucingnya


"Eeehmmm"


"Ehh sayang, lihat mereka kenapa lucu sekali sii" kata Ziya melihat kucingnya yang sedang makan


"Sayang, aku harus ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani" kata Shaijiee


"Iyaa, pergilah.. Aku dirumah saja hari ini" jawab Ziya


"Kamu tidak kerumah sakit?" tanya Shaijiee


"Tidak, hari ini aku males kemana mana.. Pengennya dirumah saja" jawab Ziya


"Yasudah aku berangkat" kata Shaijiee


Ziya menghampiri sang suami.. Dikecup punggung tangan sang suami lalu dipeluk tubuh kekar sang suami..


Begitupun Shaijiee, ia membalas pelukan Ziya dan mengecup pucuk kepala Ziya..


"Jangan lupa makan siang, aku makan siang dikantor yaa" kata Shaijiee


"Iyaa sayang, kamu hati hati" kata Ziya

__ADS_1


"Iya sayang.. Love you"


"Love you too" kata Ziya tersenyum


Ziya mengantar Shaijiee sampai depan teras rumahnya, lalu ia masuk kembali melihat kucing kucingnya..


Dua hari kemudian, Nisrine sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, begitupun dengan sang baby..


Nisrine pulang ke kediaman orang tuanya.. Tapi tidak dengan Nawir, ia hanya akan disana dari pagi hingga malam saja, setelah itu pulang.. Ia tak menginap dirumah calon mertuanya..


Para keluarga datang mengunjungi rumah orang tua Shaijiee untuk menyambut sang baby yang akan pulang kerumah itu.. Namun Shaijiee dam Ziya tidak ikut.. Bukan tidak ikut, Shaijiee menunggu Ziya bangun dari tidurnya..


Di kehamilan pertama ini, mood Ziya selalu berubah ubah.. Kadang rajin, kadang males, kadang kerjaannya main game di HP, dan masih banyak lagi..


Ziya juga jadi perempuan yang boros.. Ia juga heran kenapa dirinya aneh begitu.. Ia selalu minta uang kepada Shaijiee untuk berbelanja ke mall.. Membeli baju atau apapun itu yang tidak begitu penting jiga untuknya..


"Sayaaang bangun, yang lain sudah berangkat kerumah mamah" kata Shaijiee mengelus pipi Ziya


"Hmmmm"


"Hmmmm"


Hanya deheman saja yang dapat Ziya jawab


"Okee, aku mau ke mall kalau begitu.. Aku mau tas keluaran terbaru" goda Shaijiee


Mendengar kata tas keluaran terbaru Ziya langsung bangun..


"Sayaaang, iyaa bener ada tas keluaran terbaru.. Hayukk kita pergi, aku mandi dulu" kata Ziya langsung berlari ke arah kamar mandi


"Hatii hatii, jangan lariii" teriak Shaijiee

__ADS_1


"Ada ada saja, dibilang tas keluaran terbaru langsung bangun" batin Shaijiee


Mereka sudah bersiap untuk menuju rumah mamah Shaijiee, namun saat di tengah jalan Ziya protes, lantaran ini bukan jalan menuju mall..


Shaijiee memberitahu bahwa mereka akan kerumah mamah dulu baru ke mall..


"Lebih baik kita ke mall dulu, beli hadiah untuk anaknya Nisrine sayang" kata Ziya


"Hadiahnya kan sudah kita kasih kemarin, hadiah apa lagi sayang?" tanya Shaijiee


"Ihhh auahhh" ketus Ziya


Shaijiee hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.. Ia yakin, itu hanya akalan Ziya saja agar membeli tas dulu baru kerumah mamahnya..


"Jangan marah, kita sebentar saja dirumah mamah, setelah itu kita puas mau kemana pun kamu mau.. Oke?" kata Shaijiee


"Hmmm okelah" jawab Ziya


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2