
Hari ini, acara 7 bulanan akan berlangsung.. Ba'da zuhur akan dilaksanakan di lapangan pesantren menggunakan tenda..
Nawir sedari kemarin sudah sibuk dengan acara pada hari ini..
Nisrine deg degan karena baru pertama kali ini ia di Indonesia dengan acara besar besaran seperti ini.. Bagaimana nanti kalau menikah.. Walau hanya dengan para santri, tapi ini bisa dibilang acara yang cukup besar..
Gus Arkan yang akan menjadi seorang kakek pun terlihat senang.. Ia turut membantu acara tersebut.. Ia membantu para santri menggelar karpet di lapangan pesantren..
"Jangan cape cape abii.. Udah tuaaaa" kata Nawir
"Sembarangan.. Abi masih mudaa yaa" bantah gus Arkan
"Liat apah, keriput dimana mana" kata Nawir
"Belum pernah di tabok gorila ni anak" kesel gus Arkan
"Mana pernah ketemu gorila" kata Nawir
"Boby tabok si Nawir" perintah gus Arkan
"Lah kiyai nyamain ane sama gorila?" tanya Boby
Nawir hanya tertawa.. Ia senang sekali membuat abinya kesal..
"Udah bi.. Inget umur.. Udah tua jangan cape cape" nasihat Nawir sembari tertawa
"Ganggu orang aja.. Pergi sono" kesal gus Arkan dan ingin melempar sendal ke arah Nawir
Nawir kabur dari tempat itu.. Gus Arkan masih kesel dibuat oleh anaknya..
"Nakalnya kagak ilang ilang dari orok" gumam gus Arkan
Dirumah gus Arkan.. Nisrine sedang berbincang bincang dengan keluarga besar Nawir.. Umi Nida memberitahu Nisrine kenakalan Nawir dimasa kecil..
"Separah itukah?" tanya Nisrine
"Iyaa, dulu dia pernah nyolong kue saat pengajian.. Dikira dia kita marah, padahal tidak.. Dia akhirnya tertidur dibawah tangga asrama santri putri" jawab Nida
__ADS_1
"Bahkan dulu Nawir suka ngeliat perempuan mandi di kali" tambah Ziya tertawa
Nisrine tertawa mendengarnya..
"Gak usah jelek jelekin orang deh, itu tuh bukan kenakalan.. Itu tuh sebuah kelebihan yang tidak semua orang memilikinya" kata Nawir tiba tiba
"Mana ada kelebihan begitu" elak Ziya
"Kaka ipar, tau gak? dulu tuh Ziya lebih nakal dari Nawir" kata Nawir kepada Shaijiee
"Aku rasa istriku bukan wanita yang nakal" kata Shaijiee
"Hahahahahhah" keluarga mentertawakan Nawir karena tak berhasil menjelekkan Ziya
"Suami ane percaya sama ane.. Mana ada tampang ane anak nakal" kata Ziya
"Lah emangnya tampang ane ada tampang nakalnya?" tanya Nawir
"Akhi mah tampang buronan" celetuk Faris
Mereka semua tertawa.. Nawir yang dipermalukan hanya memanyunkan bibirnya..
Mereka semua bersiap siap.. Setelah shalat zuhur berjamaah nanti, mereka langsung mengadakan acara 7 bulanan yang dihadiri para santri dan saudara saudara mereka.. Sekaligus memberitahu perihal pernikahannya Nawir dan Nisrine..
Acara berlangsung dengan khidmat, sepanjang acara Nisrine begitu gugup.. Tapi ia senang karena keluarga disini menerima ia dengan tangan terbuka..
Setelah acara selesai, mereka semua membereskan bekas acara setelah shalat ashar berjamaah.. Shaijiee membantu para santri dengan memunguti nampan nampan bekas makan..
Maklum lah, santri makannya pake nampan kalau berame rame..
"Sayang jangan terlalu cape" kata Ziya
"Tidak sayang, aku senang disini semua kompak dan saling membantu" kata Shaijiee mencium pipi Ziya
"Jangan disini" kata Ziya malu
"Jadi maunya dikamar saja? tunggu aku" bisik Shaijiee
__ADS_1
Ziya memerah mukanya saat Shaijiee membisikkan kata kata itu..
Nawir sedang mencuci piring piring bekas makan.. Ia membantu para santri yang mencuci..
"Masak masak sendiri.. Makan makan sendiri.. Cuci cuci sendiri.. Tidurnya berduaaa" Nawir bernyanyi
"Lah gus ko berdua?" tanya Santri
"Sirik aja sih.. Udah cuci yang bener" kata Nawir galak
"Dosa gus tidur berdua.. Astaghfirullah" kata Santri
"Astaghfirullah santri santrinya Afnan sama Arkan otaknya pada geser.. Tidur berdua itu maksudnya sama cowo juga bukan sama cewe.. Otaknya dih.. Dengerin dulu kelanjutan nyanyiannya" bantah Nawir
"Ooohh gitu yaa gus" kata Santri
"Hmmm" jawab Nawir
"Bagus bisa ngelak.. Hihi" batin Nawir
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung