Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
45. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Tak terasa sudah 2 minggu usia sang baby.. Keluarga mulai merencanakan pernikahan Nawir dan Nisrine.. Berbagai kemauan dari keluarga dua pihak itu.. Keluarga pihak Nisrine ingin mengadakan di Turki, akan tetapi keluarga Nawir ingin mengadakan di Indonesia.. Mengingat budget yang mereka punya tak begitu banyak.. Karena jika menikah di Turki membutuhkan biaya yang besar..


"Saya ingin mereka menikah disini, pertama karena Nisrine anak wanita satu satunya saya.. Kedua saat Shaijiee menikah sudah di Indonesia, mereka tidak membuat acara lagi disini.. Jadi saya ingin acara dilaksanakan disini" kata mamah Nisrine


"Maaf bu, kenapa tidak lebih baik di Indonesia karena kan nantinya mereka akan tinggal di Indonesia" saran Nida


"Tidak bisa, anak saya akan dibawa oleh kalian nanti, saya ingin membuat kenangan disini untuk anak saya.. Apalagi Nisrine anak wanita satu satunya saya dan kesayangan" kata mamah Nisrine


"Ini pernikahan pertama anak saya, saya ingin di adakan di Indonesia.. Kalau menikah disini pasti kita akan melakukan acara dua kali" kata Nida


"Memangnya kenapa? bagus dong acara dua kali di dua negara" kata mamah Nisrine


"Tapi bu" saat Nida ingin berkata diselak oleh mamah Nisrine


"Nikah disini atau tidak usah nikah sama sekali!!!"


Semua yang mendengar langsung kaget dan menatap mamah Nisrine..

__ADS_1


"Maahh" lirih Nisrine


"Jangan merayu mamah Nisrine, kamu anak wanita mamah satu satunya.. Mamah ingin kamu nikah disini.. Mamah ingin merayakan acara disini, karena tinggal kamu anak mamah.. Shaijiee menikah di Indonesia jadi mamah gak sempat merayakan acara disini" saut mamah Nisrine


"Alasannya apa pak Arkan? kenapa bersikeras ingin diadakan di Indonesia?" tanya papah Nisrine


"Seperti yang saya katakan tadi" saut Nida


"Tapi istri saya ingin mengadakan disini.. Mohon mengerti lah" pinta papah Nisrine lembut


"Ziya tolong bilang kepada mertuamu.. Umi pengen diadakan di rumah saja.. Biaya disini sangat mahal.. Kamu tau sendiri Nawir hanya usaha bengkel, dan penghasilannya tak seberapa.. Uang tabungan umi dan abi tak cukup nak.. Kita kan harus memikirkan kedepannya" pinta Nida menghampiri Ziya


"Papah, mamah.. Maaf sebelumnya, pihak kami meminta diadakan di Indonesia dikarenakan biaya disini yang cukup tinggi.. Bukan kami tak mampu, hanya saja kami memikirkan gimana kedepannya nanti.. Mamah dan papah tau, Nawir hanya punya usaha bengkel yang masih merintis.. Nawir pasti akan membahagiakan Nisrine dan anaknya, tapi kita tidak tau di depan akan ada apa.. Maka dari itu pihak kami meminta di Indonesia karena biaya nikah yang cukup terjangkau"kata Ziya


"Jadi masalahnya di uang? kenapa bu Nida tidak bilang? masalah biaya kami bisa membantu.. Jangan fikirkan masalah itu" Kata papah Nisrine


"Maaf sebelumnya, Nawir bukannya menolak untuk di biayai oleh papah.. Hanya saja, Nawir ingin bertanggung jawab untuk semuanya.. Nawir mohon, Nawir hanya mampu sebisa Nawir saja.. Dan Nawir hanya mampu dengan biaya kalau menikah di Indonesia" kata Nawir

__ADS_1


"Saya tetep tidak setuju" kata mamah Nisrine


Nisrine hanya bisa menangis dan Nawir hanya bisa pasrah.. Ntah bagaimana ini.. Nawir pun bingung.. Ia hanya memiliki dana sedikit itu pun nanti ia ingin meminjam kepada orang tuanya.. Tetapi calon mertua minta diadakan di Turki.. Disini biaya nikah sangat mahal.. Ingin melanjutkan ia tak cukup biaya.. Menyerah juga dia udah terlanjur cinta kepada Nisrine..


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2