Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
59. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Tuut.. Tuut..


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam, yayah lusa Ziya akan ke Indonesia" kata Ziya


"Apa Zanna sudah bisa terbang keluar negeri?" tanya gus Afnan


"Sudah yah, dari umur sebulan sebenarnya juga sudah bisa.. Namun Shaijiee meminta di usia 3 bulan saja" jawab Ziya


Iya, kini 2 bulan berlalu.. Usia baby Zanna sudah memasuki usia 3 bulan.. Lusa mereka akan terbang ke Indonesia untuk tinggal disana beberapa bulan atau tahun sampai kondisi perusahaan Shaijiee yang baru itu stabil dan bisa ditinggal..


"Yasudah, apa mau yayah jemput nanti di bandara?" tanya gus Afnan


"Boleh yah.. Tunggu kedatangan kami yaa.. Kami akan tinggal lama sekali disana" jawab Ziya


"Iya sayang.. Yayah tunggu kamu disini.. Akan yayah siapkan tempat buat kamu istirahat bersama suami dan anakmu" kata gus Afnan


"Terimakasih yah.. Doakan Ziyaa yaa selamat sampai tujuan nanti.. Ziya tutup yaa.. Assalamualaikum",


"Wa'alaikumussalam"


Ziya juga memberitahu Nawir dan keluarga yang lainnya.. Iya meminta di jemput di bandara nanti..


"Jangan lupa loh wir nanti jemput.. Ajak anakmu juga.. Nanti kita langsung jalan jalan" kata Ziya


"Ya Allah ty, iya iya.. Takut banget gak di jemput.. Pasti di jemput" kata Nawir


Ia juga ingin membicarakan hal yang menyangkut dengan bengkelnya.. Ia ingin memberitahu dan berterimakasih sama Shaijiee karena telah membantu usahanya.. Ia juga ingin meminta saran menata management yang baik mengurusnya itu seperti apa..


"Sayang, sudah bilang kan dengan mbok Nah dan yang lainnya lisa kita berangkat?" tanya Shaijiee

__ADS_1


"Sudah sayang" jawab Ziya yang sedang memberi asi kepada Zanna


"Dia semakin besar.. Aku berharap kata pertama yang keluar dari mulutnya itu adalah baba.. Biar aku menjadi cinta pertamanya yang selalu dia ingat terus" kata Shaijiee mengelus pipi sang anak


"Kamu akan tetap jadi cinta pertamanya ko walaupun kata pertama yang keluar dari mulutnya bukan kata baba" kata Ziya


Dua hari kemudian, mereka semua bersiap siap dan langsung menuju bandara.. Raut wajah mereka terlihat bahagia sekali..


Sesampainya di bandara mereka menunggu di ruang tunggu khusus penumpang pesawat..


Ziya mengabari orang tuanya dan juga Nawir bahwa setengah jam lagi mereka akan berangkat..


"Iya yah, Ziya setengah jam lagi berangkat ko.. Ini Sudah ada pemberitahuannya.. Yasudah Ziya boarding dulu yaa.. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam.. Hati hati nak" kata gus Afnan


Di Indonesia, keluarga sedang berkumpul.. Mereka sedang bercanda dengan Dilara karena Dilara sudah memasuki usia 6 bulan lebih.. Mereka sedang menjaili Dilara yang ingin makan buah naga tetapi malah di prank masuk ke dalam mulut sang abi yaitu Nawir


Namun disaat mulut Dilara sudah terbuka, sendok itu berputar arah menuju mulut gus Nawir.. Dilara yang melihat itu kesal.. Ia memukul baby chair nya dengan tangan mungilnya itu.. Sontak membuat yang lainnya tertawa..


"Mas anaknya kasihan kamu prank seperti itu" kata Nisrine


"Aku seneng buat dia nangis.. Rumah rame" kata Nawir


"Kan kasihan mas, nanti kalau udah nangis kepala dia jadi pusing" kata Nisrine


"Au nih akhi.. Kesian tau ponakan onty" kata Putri


"Hoooo anak kecil tau apa sih" kata Nawir


"Yeee enak aja.. Ane udah dewasa kali." bantah Putri

__ADS_1


Saat mereka sedang asik berkumpul di ruang keluarga.. Tiba tiba tak sengaja menyetel tv dan langsung menampilkan berita pesawat jatuh..


"Salah satu pesawat yang terkenal yaitu Turki airlines terjatuh dari ketinggian 18.000 kaki diatas permukaan laut.. Pesawat dengan tujuan Istanbul- CKG Indonesia ini terjatuh setelah beberapa menit mengudara"


Sontak berita itu membuat mereka kaget.. Pesawat itu?


Gus Afnan dan Nawir mencoba tenang.. Namun tetap saja membuat yang lainnya khawatir dikarenakan mereka tau Ziya akan pulang ke Indonesia dan selalu memakai maskapai itu..


"Gak kan? ini gak mungkin kan?" tanya Shahia gagap karena sesak dadanya mendengar kabar berita itu


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2