
Tak terasa sudah seminggu Munawir di Turki, hari ini adalah hari libur.. Ziya mengajak Nawir ke supermarket untuk membeli kebutuhan rumah.. Tak lupa ia juga membeli beberapa buah buahan yang akan dibawa kerumah mertuanya..
Shaijiee yang mengendarai mobil, disampingnya terdapat Nawir dan di kursi penumpang belakang terdapat Ziya..
"Kita belanja ini?" tanya Nawir
"Memangnya kamu ke rumah mertua gak bawa apa apa?" tanya Ziya
"Hehehe yaa bawa lah.. Nih bawa diri.. Heheh" jawab Nawir
"Gak tau diri kamu mah.. Hahaha" ejek Ziya
"Sayang, kita ke supermarket biasa?" tanya Shaijiee
"Yess babby.. Aku mau belanja stok untuk dirumah" jawab Ziya
"Tapi sayang, 4 hari lagi kita akan berangkat ke Indonesia, apa tidak kelamaan stok sayurnya? kan mau kita tinggal" kata Shaijiee
"Oh iya yaa, takut kelamaan yaa" fikir Ziya
"Sudah lah, yang tahan lama saja yang dibeli.. Untuk makan, nanti kita delivery saja" kata Shaijiee
"Baiklah, tapi buah buahan tetap beli, karena untuk Nisrine" kata Ziya
Sesampainya di supermarket Ziya langsung mengambil troli untuk berbelanja.. Nawir melihat harga harga di prodak yg ia lewati..
"Ini pisang cuma 6lira perkilo?" tanya Nawir
"Yups, murah kan? Sebenarnya supermarket ini si belum begitu besar, ya kalau di Indonesia sih modelnya semacam alfami** gitu" jawab Ziya
"Berarti berapa rupiah?" tanya Nawir
"Kurang lebih sekitar 18ribu" jawab Ziya
"Murah yaa, hidup disini saja dah kalau gitu" kata Nawir
"Boleh, boleh banget.. Biar ane ada saudara yaa disini.. Hehe" jawab Ziya
"Sayang, aku beli ini" kata Shaijiee sembari menaruh makanan yang ia ambil
"Ada lagi sayang?" tanya Ziya
__ADS_1
"Sebentar.. Nawir, kamu suka kopi? disini ada kopi yang sangat enak.. Walau harganya tak seberapa tapi kualitasnya mantap" kata Shaijiee
"Boleh, saya mau" jawab Nawir
"Pilih lah yang kamu mau" kata Shaijiee
Ajimumpung Nawir, akhirnya ia memilih yang ia inginkan.. Tak peduli soal harga karena ada bos Shaijiee.. Haha
Troli mereka sudah penuh.. Akhirnya Shaijiee dan Ziya menuju kasir, sedangkan Nawir menunggu di ujung luar..
Setelah membayar, mereka menuju parkiran dan tancap gas kerumah orang tua Shaijiee..
Nawir sudah keringet dingin karena untuk pertama kalinya ia bertemu lagi dengan Nisrine.. Ia dag-dig-dug.. Ntah apa yang akan ia katakan nantinya..
Sesampainya dirumah orang tua Shijiee, mereka disambut hangat dengan keluarga.. Nawir yang melihat Nisrine dengan perut besarnya sedikit canggung..
"Kenapa kalian diam diam saja?" tanya mamah
"Ahh tidak apa apa mah, hanya gugup" jawab Nawir
"Maklum mah, kan baru ketemu lagi" kata Ziya
Dikediaman orang tua Shaijiee mereka berbincang bincang, makan siang bersama juga dan membicarakan untuk acara 7 bulanan nanti..
"Maaf pah, semua sudah Nawir tanggung" kata Nawir
"Tak apa, ambilah" kata papah
"Duit begini mah kagak laku di Indonesia" batin Nawir
"Tak apa pah, tolong simpan saja sama papah.. Nawir masih ada biaya ko.. Bukan menolak, hanya ini sudah tanggung jawab Nawir" kata Nawir
Akhirnya papah menyerah.. Ia ambil uang itu lalu ia simpan.. Sebenernya tidak benar benar disimpan.. Papah malah memberikan uang itu kepada Ziya untuk pegangan sewaktu waktu Nawir butuh.. Mungkin Nawir tak enak kalau menerima uang dari calon mertuanya..
"Baiklah, sudah sore.. Kami pamit pulang dulu pah.. Shaijiee ada berkas yang harus di pelajari besok untuk meeting" kata Shaijiee
"Baiklah.. Kalian hati hati.." kata papah
"Tiket pesawat sudah dipesan Shaijiee?" tanya mamah
"Aman, sudah Shaijiee pesan" jawab Shaijiee
__ADS_1
Kemudian mereka pamit dan menuju apartemen lagi..
Di perjalanan Nawir tertidur.. Ntahlah rasanya ia cape sekali hari ini..
Ziya yang melihat Nawir tidur hanya mendiamkan saja..
"Sayang, annive mau dimana?" tanya Shaijiee
"Aku ingin annive 1 tahun di Indonesia saja" kata Ziya
"Masa bolak balik Turki Indonesia, Indonesia Turki.. Besok kan kita mau ke Indonesia.. 2 bulan lagi annive" kata Shaijiee
"Ya tidak apa apa, kenapa memang? kamu keberatan?" tanya Ziya
"Kita banyak kerjaan sayang, kamu harus syuting kamu harus kuliah, begitupun aku harus kerja" kata Shaijiee
"Bisa tidak kalau kita luangkan itu semua? sayang ini annive kita, perayaan pernikahan kita.. Kenapa kamu berfikir hanya kerja kerja kerja? uang kamu kurang? uang kamu banyak, tanpa kamu kerja uang kamu banyak sayang" kesal Ziya
"Sayang, jangan seperti itu.. Kamu bersyukur punya suami yang mampu memberikan kamu ini itu.. Bagaimana caranya aku memberikan ini itu ke kamu? ya dengan cara aku bekerja" kata Shaijiee
"Uang kamu banyak, kamu tidak perlu cape cape, karyawan kamu ribuan, aku juga tidak harus kerja dan menghabiskan uang kamu saja kamu tidak akan bangkrut" saut Ziya emosi
" Aku harus kerja, aku pemilik perusahaan.. Kalau aku tidak kerja, aku tidak akan dapat uang" bentak Shaijiee
Ia tak habis fikir dengan Ziya, bisa bisanya ia menyuruh Shaijiee dirumah saja tanpa harus bekerja.. Nawir yang sedang tidur terlonjak kaget mendengar bentakan Shaijiee..
Air mata Ziya sudah tak tertahan.. Dalam diam ia menangis.. Baru pertama kali itu ia dibentak oleh Shaijiee.. Sakit rasanya.. Ia hanya ingin annive pertamanya itu Shaijiee meluangkan waktunya..
Sebenarnya tanpa Ziya pinta pasti Shaijiee meluangkan waktunya.. Tapi untuk ke Indonesia itu tidak mungkin, selain pekerjaan mereka banyak, waktu yang dimakan untuk ke Indonesia juga banyak..
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung