Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
51. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Tak terasa, sudah 3 bulan Nawir berumah tangga dan sudah 7 bulan juga usia kandungan Ziya..


Niatnya ingin mengadakan 7 bulanan, namun karena akhir akhir ini Ziya selalu merasa cape dan mageran, jadinya tidak dilaksanakan..


Sore ini Shaijiee pulang dari kantornya, ia memasuki halaman rumahnya lalu keluar dari mobil menuju pintu rumah..


Saat ingin membuka ternyata mbok yem sudah lebih dulu buka..


Kini Shaijiee sudah sedikit bisa bahasa Indonesia walau belum lancar dan masih ada kata yang tidak di mengerti..


"Maaf pak" kata mbok Yem


"Tidak apa apa, dimana istri saya mbok?" tanya Shaijiee


"Non Ziya ada diruang keluarga sedang nonton tv" jawab mbok Yem


"Owh, terimakasih" kata Shijiee


Ia memasuki rumahnya, saat diruang keluarga ia melihat sang istri tengah berbaring di sofa sambil menonton tv..


Perutnya yang sudah membesar membuat Shaijiee gemas..


"Assalamualaikum sayang" salam Shaijiee


"Wa'alaikumussalam" jawab Ziya masih fokus ke tv


"Hmmm suami pulang malah dicuekin.. Aku balik ke kantor lagi saja lah kalau begitu" kata Shaijiee pura pura ngambek


"Yasudah cari uang sana yang banyak" jawab Ziya santai


Shaijiee terduduk lemas mendengar jawaban Ziya


"Sayang, aku beneran nih ya kerja lagi" kata Shaijiee


"Iya sayang, kerja cari fulus yang banyak buat biaya persalinan" kata Ziya


Shaijiee berdiri di depan Ziya

__ADS_1


"Sayaaang, awas ahh.. Aku lagi nonton" kata Ziya


"Aku pulang loh dari kantor, kamu lupa sama tugas kamu jadi istri aku?" tanya Shaijiee


"Hehehee maaaf, yukk ke kamar.. Uhhh gemes deh suami aku kalo marah.. Maaf ya sayang.. Yukk, mau mandi kan? aku siapin air hangat yaa" kata Ziya menggandeng tangan Shaijiee ke kamar


"Iyaa terus nanti siapin jus jeruk juga yaa.. Aku ingin itu" kata Shaijiee


"Okee siaapp"


Shaijiee memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.. Lalu Ziya menuju lemari untuk mengambil pakaian Shaijiee.. Setelah itu dia menuju dapur untuk membuat jus buat suaminya..


Bersamaan Shaijiee selesai mandi, Ziya datang membawa jus tersebut..


"Sayang ini jus nya" kata Ziya


Lalu Shaijiee mengambil jus jeruk itu "terimakasih sayang"


Dilihat Shaijiee meminum jus tersebut lalu memakai pakaiannya..


"Menyiapkan air hangat 50ribu, membuat jus jeruk 80rb itu sudah termasuk sama harga buahnya, terus tadi menyiapkan baju 30rb.. Mana bayar sini" todong Ziya menadahkan tangnnya


"Totalnya 160rb, diskon deh 150rb aja" kata Ziya


"Berapa kalau dengan mata uang Turki totalnya?" tanya Shaijie


"Kurang lebih 78lira, yaa luruskan saja lah 80lira" kata Ziya


"Lebih dong dari 150rb" saut Shaijiee


"Namanya juga bisnis 😁" kata Ziya mengambil uang di tangan Shaijiee lalu pergi


"Jangan sampe anakku nanti matre pas lahir.. Mamahnya minta uang mulu" keluh Shaijiee


Lain hal di kediaman Nawir.. Bulan ini pendapatan bengkelnya sedikit menurun.. Uang simpanannya sudah terpakai untuk modal.. Namun memang karena diwilayahnya kurang ramai untuk bengkel cat mobil motor seperti itu, jadi baru hanya ada beberapa pelanggan saja sejak dimulainya usaha barunya itu..


Nawir memang tinggal di pesantren, tetapi rumahnya agak jauh dari rumah gus Arkan karena memang pesantren ini sangat luas.. Karena rumahnya yang agak jauh dari gus Arkan, membuat orang tuanya tidak tau kalau Nawir dan keluarga sedang kesusahan untuk perekonomiannya..

__ADS_1


Nawir tidak ingin meminta kepada orang tuanya.. Ia malu untuk meminta.. Pasalnya dari dulu Nawir memang memilih jalannya sendiri.. Jadi segala sesuatu ia tanggung sendiri tanpa melibatkan orang tua..


Ia meminta kepada Nisrine untuk sabar pada keadaan ini.. Mungkin ini ujian di awal pernikahan mereka..


Nisrine pun memaklumi.. Mereka makan seadaanya saja.. Bahkan untuk membeli ayam saja mereka mikir mikir.. Takut bulan ini mereka tidak bisa membayar karyawan bengkel.. Maka dari itu mereka berhemat.. Terkadang Nawir diem diem meminta nasi kepada mbok dapur pondok..


Untungnya asi Nisrine masih keluar, jadi untuk susu Dilara ia tak begitu memikirkan.. Walaupun tetep harus ada 1 atau 2 box susu formula..


"Mas makan dulu"kata Nisrine


"Maaf yaa kita cuma makan tempe sama sayur asem" kata Nawir


"Apasih mas, ini tuh enak banget.. Bergizi lagi.. Aku malah suka" kata Nisrine


"Apa aku jual saja yaa bengkelnya? kita usaha kecil kecilan saja di kantin pesantren?" tanya Nawir


"Itu kan usaha kamu mas, masa mau dijual? kan sayang.. Kamu cape cape bangun usaha itu.. Kamu belum bangkrut ko.. Hanya lagi goyah saja.. Insya Allah nanti bengkelnya rame lagi" kata Nisrine


Nisrine sebisa mungkin menenangkan hati Nawir..


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2