Perjalanan Ziya

Perjalanan Ziya
72. Perjalanan Ziya


__ADS_3

Kejadian yang terjadi di pesantren sampai sekarang belum di ketahui siapa yang suka datang itu.. Pasalnya setelah kejadian itu, laki laki itu tidak pernah menampakkan dirinya lagi..


Hari terus berganti.. Hari ini, tepat dimana Zanna berusia 6 bulan..


Hari ini ia sudah bisa mulai makan makanan halus.. Ziya memberikan Zanna bubur bayi, pisang yang di haluskan dan makanan lainnya yang di perbolehkan untuk anak usia Zanna..


Sore itu di taman belakang rumah, Ziya dan mba Nina sedang menyuapi Zanna makan di gendongan Ziya..


Awal makan memang agak susah, tapi lama kelamaan Zanna makan dengan lahap..


"Makan yang banyak, biar cepat besar" kata Ziya sambil menyuapi Zanna


"Air nya tolong mba, biar gak seret Zanna nya" pinta Ziya


"Makin endut deh non Zanna" kata mba Nina


"Iyaa mba, aku makin endut ini.. Tambah cantik" kata Ziya menirukan suara anak kecil


Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah.. Menandakan bahwa Shaijiee sudah pulang dari kantornya..


"Assalamualaikum" salam Shaijiee


"Wa'alaikumussalam"


"Ziya mana mbok?" tanya Shaijiee


"Ada di halaman belakang pak"


"Tolong taruh di ruang kerja saya yaa" kata Shaijiee mengasih tas kerjanya


"Baik pak"


Dilihat istri dan anaknya sedang tertawa di halaman belakang di temani mba Nina baby sister nya Zanna..


"Sayaaang"


"Ehh baba pulaaang" kata Ziya


"Saya permisi dulu non" kata mba Nina yang tak enak ada majikan laki nya


"Waahh anak baba sudah makan yaaa, ihh pinter gak makannya?" tanya Shaijiee sambil mengambil alih gendong Zanna


"Pinter dong aku baba.. Ini buktinya abis" jawab Ziya


"Waahh pinter banget, nanti baba belikan mainan yaa karena sudah jadi anak yang baik" kata Shaijiee


"Jangan mainan terus dong ba, belikan buku gambar tentang hewan atau buah buahan gitu biar mulai belajar" kata Ziya

__ADS_1


"Baiklah, nanti kita beli yaa.. Kita ke mall.." kata Shaijiee


Setelah Shalat isya, mereka pergi ke mall untuk mencari buku dan sekalian makan malam di luar..


Sebelumnya Ziya sudah menelpon Nawir untuk ikut dan mereka akan menyusul..


Mereka bertemu di lobby mall, lalu berjalan menuju restoran terlebih dahulu karena belum makan malam..


"Bagaimana kerjaan wir? apa lancar?" tanya Shaijiee


"Alhamdulillah lancar mas" jawab Nawir


Nawir dan adik adik nya yang lain memanggil Shaijiee dengan mas..


"Kita mau beli apa mba?" tanya Nisrine


"Kita beli buku untuk Zanna dan Dilara belajar.. Anak usia seperti Zanna dan Dilara itu, otaknya lagi menangkap segala yang mereka dengar dan lihat.. Jadi bagus untuk pembelajaran" jawab Ziya


"Iyaa mba, Zanna dan Dilara kan hanya beda 3 bulanan saja" kata Nisrine


"Nah makanya itu" saut Ziya


Setelah mereka makan, mereka langsung menuju toko buku untuk membeli buku yang di cari..


Ziya membeli buku edukasi untuk anak tentang mengenal warna, binatang dan buah buahan..


Setelah berbelanja, mereka semua pulang menuju rumah masing masing..


Keesokkan harinya, seperti biasa.. Ziya menyiapkan segala kebutuhan Shaijiee untuk kerja dan sarapan..


Ziya selalu mencontoh sang ibunda dalam melayani suami disaat pagi hari..


Shaijiee berangkat kerja.. Ia meminta Ziya dan Zanna nanti ke kantor saat jam makan siang dan bawakan makan siang untuk Shaijiee..


Jam menunjukkan pukul 11:40


Ziya sudah di jemput oleh pak Sobri untuk datang ke kantor Shaijiee..


Sesampainya di kantor Shaijiee, dilihat Shaijiee masih banyak berkas yang harus di tanda tangani..


"Mau aku suapin makannya?" tanya Ziya


"Enggak usah sayang, dikit lagi selesai ko" jawab Shaijiee


Akhirnya Ziya mengajak Zanna berbicara.. Ia mengajarkan Zanna tentang buku yang semalam mereka beli..


"*Zanna, what is this?"

__ADS_1


"This is a cat*" kata Ziya sambil menunjukkan gambar kucing kepada Zanna


Zanna tersenyum menunjukkan gusinya yang belum ditumbuhi gigi


" *Next, what is this?"


"This is a cow.. Moooo*" kata Ziya sambil menirukan suara sapi


Ziya selalu mengajari Zanna.. Dan Zanna juga selalu memperhatikan gambar gambar yang ada di depannya..


Shaijiee melihat anak dan ibu itu tersenyum.. Di usia Zanna yang masih sangat kecil, Ziya sudah memikirkan pendidikan anaknya.


Sama halnya dengan Ziya.. Nawir sedang mengajari anaknya dengan buku yang sama.. Bukan Nisrine tak mau mengajari, pasalnya ia sedang sibuk dengan kuali di dapur.. Nawir yang hari ini tidak kebengkel ia bisa mengajari anaknya..


"Apa ini nak? nih liat, ngeong" kata Nawir


"Nih liat lagi, ini namanya paus.. Ikan besar" jelas Nawir lagi


"Nah sekarang kita beralih ke warna.. Liat nak, ini warnanya merah.. Nah kalo ini hitam" jelas Nawir lagi


Dilara berusaha berontak dari pangkuan Nawir..


"Bentar nak mau kemana si yaa.. Orang belum selesai" kata Nawir membenarkan duduk Dilara


Nawir gregetan karena Dilara tidak bisa diem.. Akhirnya ia sudahi mengajari anaknya itu lalu ia bawa anaknya keluar dari rumah untuk melihat lingkungan pesantren..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Cerita tentang lelaki di pesantren itu tidak di ketahui, sama halnya dengan kejadian yang pernah Eka alami.. Itu tidak diketahui siapa orang tersebut.. 🙏

__ADS_1


__ADS_2