
Hari itu sudah menunjukkan pukul empat pagi, vanya maupun anggota galaksi lainnya langsung bergegas pulang. apalagi vanya yang telah bekerja sebagai sekretaris di perusahaan alfandra grup. karna dia pasti paham betul bahwa akan ada beberapa dokumen yang belum di selesaikan. tanpa menunggu waktu lagi vanya langsung memacukan motor trailnya ke rumahnya tanpa mengganti motornya terlebih dahulu.
mengingat waktu yang cukup singkat dimana sang sinar surya sudah menampakkan sedikit cahayanya. Hal itulah yang membuat vanya lansung mengimbil jalan pintas agar cepat sampai ke rumahnya.
Setelah memakan waktu cukup lama vanya pun langsung tergesa gesa mandi dan bersiap diri bahkan ia lupa untuk sarapan paginya. karna mengingat waktu sudah hampir pukul delapan.
sedangkan Lio sudah berangkat sedari tadi dijumput oleh teman temannya.
Melihat jam yang ada di pergelangan tangannya dia langsung memesan taksi online apalagi mengingat tidak mungkin ia ke kantor mengendarai motor trailnya. Jadi dengan sedikit tergesah gesah ia langsung membuka masuk kedalam taksi yang dia pesankan. sang sopir yang mengerti bahwa penumpangnya terburu buru, langsung menancapkan gasnya ke tujuan tempat vanya bekerja.
Sesampainya di lobi kantor ia ternyata sudah terlambat sepuluh menit. dengan langkah sedikit berlari ia langsung masuk kedalam lift menuju ketempat meja kerjanya berada.
"Huffffhh untung telat dikit"guman vanya. dan dia langsung disibukkan dengan pekerjaannya di depan layar komputernya.
tok,,,tok,,tok. vanya mengetuk pintu ruangan kiandra untuk memintak persetujuan masuk dan memberikan beberapa dokumen untuk kiandra priksa.
"Maaf pak ini ada bebrapa dokumen yang perlu bapak periksa. jika bpak sudah setujui maka kita akan mengadakan pertemuan lanjutan dengan pak robert dari perusahaan robert grup"ucap vanya sambil memberikan beberapa dokumen di tangannya.
Selang beberapa menit kiandra selesai memeriksa dokumennya serta memberikan tandatangannya dan langsung menyerahkan kepada vanya. saat ia mengangkat wajahnya menatap wajah vanya dia sedikit mengernyitkan dahinya saat melihat wajah vanya jika di perhatikan wajahnya cukup pucat seperti kehilangan darah.
__ADS_1
"Kamu sakit"Tanya kiandra
"eh, tidak pak"jawab vanya
"Terua kanapa wajah kamu pucat"tanya kiandra lagi.
"Hah"ucap vanya sedikit menganga akan sedikit perhatian dari sang bosnya sambil meraba raba wajahnya dan saat itulah ia ingat bahwa ia tidak tidur semalaman dan kamarin ia juga cukup kurang tidur.
walaupun sebenarnya vanya adalah orang yang cukup susah tidur mengingat ia sudah terbiasa akan kehidupan yang selama ini ia jalani.
"Ya sudah kalau gitu kembali ke meja kamu"ucap kiandra
Jam sudah menunjukkan makan siang, vanya bergegas menuju kantin khusus karyawan kantor. mengingat ia tidak sarapan pagi tadi dan dia langsung memesan nasi goreng dan ayam bakar serta es teh manis.
Makanan yang dinanti vanya akhirnya datang, langsung saja ia melahap makanan itu tanpa memperdulikan karyawan lain yang melihatnya memesan makan yang melebihi porsi satu orang.
Saat sedang asik memakan makannya yang menu kedua yaitu ayam bakar. datanglah teman teman vanya.
"eh ini bekas makanan elo van"tanya teman vanya. sedangkan vanya hanya menganggukkan kepalanya sambil memakan makannya.
__ADS_1
"sudah berapa hari elo gak makan, kayaknya lapar banget"tanya teman vanya lagi
"Tadi pagi gak sarapan jadi makan siangnya dobel"ucap vanya sedikit cengengesan.
Teman vanya hanya ber O saja mendengar alasan vanya yang sedikit masuk akal menurut mereka.
merekapun akhirnya saling diam dan fokus akan makanannya masing masing mengingat istirahat makan siang yang cukup terbatas.
makan siangpun sudah selesai, mereka sejenak mengobrol ngobrol di meja kantin kantor dan tak lama acara ngobrol mereka terganggu dengan kedatangan sesosol yang tak di harapkan menghampiri meja mereka.
Brak
Seketika meja di gebrak oleh anggel menghentika obrolan mereka dan suasa kanton pun mendadak hening dan mereka memfokuskan tatapannya ke arah meja vanya dan teman temannya.
"Eh busett, kaget tauk"dengus teman vanya.
"Entah ni orang, gak ada hujan gak ada angin tiba tiba datang kayak hantu langsung buat keributan"ucap teman vanya yang lain yang merasa kesal akan kelakuan anggel.
Dikantor alfandra corp siapa yang tidak mengenal anggel ia merupan anak salah satu pemegang saham yang ada di kantor alfandra grup. Hal itu menjadi salah satu alasan oarang orang malas berurusan dengan dia. selain dia selalu mengancam siapa yang ikut campur urusannya maka kata yang sangat amupuh ia ucapkan adalah kata PECAT dan hal itu sangat menunjukkan reaksi bagi karyawan yang lainnya.
__ADS_1
karna mereka paham bahwa sangat sulit mencari tempat kerja yang gajinya cukup besar dan masuk serta keterima di perusahaan alfandra grup adalah salah satu keberuntungan besar mereka.