Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 49


__ADS_3

Di sebuah apartemen mewah seorang lelaki yang berpostur tinggi, perwatakan tegas serta mempunyai tatapan mata yang tajam tengah menikmati pemandangan dari balkon apartemennya sambil menikmati sebatang rokok yang ia jepitkan di selah jarinya. ia sedang menerawang gadis pujaannya yang ada di belahan dunia yang berbeda dengannya.


"Tunggu aku baby sebentar lagi kita akan ketemu"gumam lelaki itu dengan tersenyum manis membayangkan wajah wanitanya.


"setelah aku kembali kita akan hidup bersama"sambungnya lagi.


"Greggg" panggilnya dengan suara khas yang tegas. sedangkan yang di panggil hanya menatap punggung sang tuan yang tidak jauh darinya.


"saya tuan"ucap greg saat didekat ke tempat duduk lelaki itu.


"Siapkan keberangkatan kita"perintanya.


"Siap tuan"ucap greg yang seorang asisten yang berpostur sama tingginya dengan sang tuan dan boleh di katakan bahwa mereka mempunyai sifat serta penampilan tidak jauh berbeda.


"Siapkan juga berkas kerja sama dimana tempat nona mu bekerja"perintah laki laki itu lagi.


"Siap tuan"respin greg pada sang atasan


"Pergilah"Usir laki laki itu. sedangkan greg langsung bergegas meninggalkan tuannya untuk mengerjakan perintah sang tuannya dengan senang hati.

__ADS_1


Di dalam mobil yang di naiki oleh vanya masih melaju untuk kembali perjalan sudah di tempuh selama satu jam masih tersisah beberapa jam lagi mereka sampai. vanya masih tidur dalam posisi duduknya sedangkan kiandra juga menyusul vanya tidur setelah selesai memeriksa beberapa dokumen di ponselnya. Han hanya dia yang masih terjaga dan fokus mengemudikan mobil di jalanan sepi akan kendaraan yang melintasi daerah itu.


Vanya yang merasa tidak nyaman dengan posisi duduk yang bersandar tertidur seperti itu mulai membuka matanya dengan perlahan dan ia melihat jam yang ada di pergelangannya yang menunjukkan baru pukul sembilan malam dan masih ada beberapa jam lagi akan sampai.


Han yang melihat vanya terbangung langsung membuka suaranya.


"Apa musik ini membangunkan mu"tanya Han dengan vanya.


"Santai saja gak usah terlalu formal sama gue"ucap vanya.


"Kalau kamu lelah kita bisa gantian mengemudikan mobilnya"tawar vanya yang merasa tidak enak dengan Han.


"Baiklah, jangan sungkan membritahuku nanti"pinta vanya. Han hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengiyakan ucapan vanya.


Di pertengahan jalan Han memberhentikan laju mobil mereka secara mendadak vanya yang tengah bermakn game di ponselnya langsung mengumpat apa yang terjadi saat ponselnya terjatuh di kakinya.


sedangkan kiandra dengan sigap menahan kepalanya agak tidak membentur belakang kursi yang di duduki oleh Han.


"kenapa berhenti mendadak"tanya kiandra dengan Han.

__ADS_1


"Brengsekk"umpat vanya dengan pelan serta penuh kekesalan tapi masih di dengar oleh kedua lelaki itu.


"maafkan saya Pak, itu di depan ada beberapa pengendara motor yang berhenti mendadak di depan kita"tunjuk Han ke depan dengan sedikit waspada.


Mendengar ucapan Han, kaindra dan vanya kompak mulai memusatkan penglihatannya ke depan. dapat mereka lihat ada 2 mobil yang tak jauh terparkir dari sana dan 4 buah motor yang menghadang mereka.


"Dasar tikus got"ucap vanya dalam hati.


Salah satu pengendara motor itu turun dan menuju ke arah mobil lebih tepatnya ke arah kemudi yaitu tempat Han mengemudikan mobil dan tak lama kaca mobil di ketuk dari luar dengan keras.


Tok Tok Tok


"Turun kalian"perintahnya dengan suara keras.


Didalam mobil suasana cukup menegangkan, apalagi ini pikir kiandra dengan heran.


"Turun kalian" teriak satu orang lainnya yang mengedor kaca mobil di samping vanya duduk. sedangkan vanya hanya bersedekap tangan fi dedapan dadanya sambil melirik ke arah kaca yang di ketok terus menerus supaya di bukak.


Melihat orang yang berada di dalam mobil tidak kunjung turun mereka mulai mendekati mobil yang berjunlah sekitar 8 orang sedangkan sebagian lagi masih bearda di tempat kendaraan mereka

__ADS_1


__ADS_2