Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 16


__ADS_3

Saat kiandra di sibukkan dengan proyek yang saat ini perusahaan ia tangani ternyata ada yang mengetok pintu ruangannya siapa lagi kalau bukan vanya.


Tok Tok Tok


"masuk"


vanyapun langsung masuk saat mendengar suara sang boz.


"permisi pak saya mau menympaikan bahwa pak robert memintak ketemu sama bapak katanya untuk membahas malasalah kerja sama pak"ucap vanya dengan sopan.


"Kamu atur jadwalnya minggu depan"ucap kiandra tanpa melihat ke arah vanya.


"Baik pak, dan ini ada beberapa dokumen yang harus bapak tanda tangani"ucap vanya sambil menyerahkan beberapa dokumen yang ada di tangannya di atas meja kiandra. kiandrapun langsung menandatangani dokumen tersebut.


Saat ia melihat ke arah vanya kiandra cukup terkejut akan peruban penampilan vanya, yang pasti saat ini vanya sangat cantik dan elegan di mata kiandra.


"cantik juga si sekretaris tomboy ni"ucap kiandra dalam hati


"Setelah makan siang kita akan berangkat ke lokasi peroyek yang saat ini sedang ada pembangunan. jadi persiapkan dirimu"ucap kiandra lalu melanjutkan pekerjaannya.


"Baik pak"ucap vanya dan vanya langsung keluar dari ruangan kiandra

__ADS_1


jam makan siang oun tiba dan vanya ternyata sudah ada di kantin kantor, mengingat ia akan pergi kelokasi proyek maka vanya makan siang lebih awal jam makan. karna ia takut terlambat. setelah selesai makan siang vanya bergegas ke meja kerjanya untuk membawa beberapa file yang berkaitan dengan proyek yang akan di tinjau sang boz.


Saat ini Han sudah ada di ruangan kiandra karna han juga akan ikut serta dalam peninjauan proyek tersebut. setelah semuanya sudah siap kiandra, han dan vanya langsung menuju loby kantor. seketika mobilpun melaju ke tujuan yang di inginkan. lagi dan lagi ketiga manusia itu tidak ada yang membuka suara. Han yang fokus menyetir vanya yang sibu menatap jendela keluar sedangkan kiandra mengecek beberapa email yang di kirim kantor cabangnya.


Sesampainya di lokasi kiandra langsung turun dari mobil dan di ikuti oleh vanya dan Han. Kiandra hanya melihat lihat pembangunan proyeknya serta sesekali ia menanyakan perkembangan proyeknya.


saat sang mandor menjelaskan secara rinci ada beberapa warga yang ribut di lokasi itu.


"hei, kau yang punya proyek ini tuan?"ucap ibu ibu. sedangkan kiandra hanya menaikkan alisnya seakan bertanya kenapa.


"kalau memang kau yang punya proyek ini tuan. kau harus ganti rugi kepada kami, karna kami mendapatkan uang yang tidak sesuai dengan perjanjian dan juga ada beberapa warga yang tidak dapat ganti rugi sepeserpun"ucap ibu ibu dengan amarah yang bergebu gebu.


"apa maksudnya ini mandor"tanya kiandra dengan suara dinginnya.


"Baiklah ayo ke aulah untuk menyelesaikan permasalahan ini"ucap Han saat mendapat lirikan tajam kiandra. setelah Han kata kata itu terucapkan, kiandra, han dan vanya serta sang mandor menuntun mereka bertiga untuk ke aula. guna untuk membahas serta menanyakan lebih rinci lagi masalah kesalahpahaman yang terjadi di lokasi ini. mereka pun tiba di aula yang berukuran kecil.


"Jelaskan"ucap Han dengan datar karna permasalahan ini tidak bisa di anggap remeh sama sekali.


"Begini pak setau saya bahwa, pihak kita sudah memberikan ganti rugi kepada lahan warga sekitar pembangunan. entah kenapa akhir akhir ini para pekerja ataupun alat serta bahan pembangunan ini terkadang hilang entah kemana"ucap jujur sang mandor.


"karna saya sering akhir akhir inimendapat laporan beberapa pekerja yang terluka saat bekerja serta bahan baku yang tidak cukup dan hal itu bisa menimbulkan kerugian untuk pembangunan serta berdampak pada perusahaaan"sambung mandor lagi.

__ADS_1


"Setelah mendengar pernyataan dari sang mandor akhirnya kiandra dan yang lainnya menuju tempat rapat darurat para warga yang menuntut hak mereka. disinilah mereka di bwah tenda darurat yang ber alaskan tikar tipis mereka duduki.


kiandra, Han, vanya dan sang mandor serta ada pengacara yang di hubungi Han untuk mengurus masalah ini jika melibatkan pihak berwajib. mereka saat ini duduk lesehan di depan para warga yang merasa di rugikan pihak perusahaan kiandra.


setelah semuanya kondusif akhirnya rapat dadakan di laksanakan.


Kiandra yang posisinya di tengah antara han dan vanya. vanya bersebelahan sang mandor dan pengacara pihak Kiandra duduk di sebelah Han.


vanya yang saat ini memakai rok selutut cukup risih karna iya harus duduk menghadap para warga dan akhirnya vanya menggunakan dokumen yang ia bawak tadi sebagai pelindung bagian depan ujung roknya supaya tidak terbuka.


Kiandra yang melihat merasakan vanya tidak nyaman dengan posisi tersebut. ia memutuskan melepaskan jas nya.


"kenapa jas nya di lepas tuan"ucap Han dan vanya yang melihat itu juga tidak mengerti dan ia langsung fokus ke arah parah warga yang berkumpul didepannya.


"Hanya kepanasan"ucap kiandra singkat. setelah melepaskan jasnya kiandrapun memberikan jasnya kepada vanya.


vanya yang menerima jas kiandra pun langsung melihat ke arah kiandra. seakan tau apa yang vanya pikirkan kiandra langsung mejwabnya.


"gunakan itu untuk menutupi lutut mu"ucap kiandra tanpa melihat ke arah vanya. setelah mendengar ucapan kiandra langsung menutupi lututnya menggunakan jas kiandra.


kiandra yang melirik vanya sekilas, dan sedikit menaikkan sudut bibirnya.

__ADS_1


"jadi silakan untuk menyampaikan keluhan kalian secara bergantian mempung sang boz besar ada di sini"ucap sang mandor.


__ADS_2