
Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam waktunya cafe keyra tutup. keyra pun mengantarkan vanya pulang. walaupun ia tidak kepada keyra karna selama ini keyralah yang selalu ada untuk membantu vanya dalam kondisi apapun. jadi itulah alasannya iya enggan menerima tawaran keyra tentang bekerja di perusahaan keluarga keyra. walaupun keluarga keyra tidak mempermasalahkan itu.
mobil keyra pun berhenti di halam rumah vanya . "thank ya key"ucap vanya
"iya sans aja kali, entar kalau keterima kerja jangan lupa teraktir ya"ucap keyra
"hahahaha oke siapp kalau itumah yang penting doakan ya besok. ya sudah pulang sono lu jangan lupa salam sama papa sama mama" ucap vanya
"iya iya bawel gue balik bay, suses besok"ucap keyra seraya meljukan mobilnya.
vanya pun masuk kedalam rumah nya iya melihat sang adik tengah menonton tv, ia pun bergegas masuk kedlam kamarnya.
"hufff semoga gue besok keterima kerja. ayah ibu doakan kakak ya besok semoga kakak dapat pekerjaan itu supaya kakak bisa membahagiankan abang" ucap sendu vanya
selesai membersihkan dirinya iapun menyusul sang adik keruang tamu untuk menonton tv.
__ADS_1
"bang, gimana sekolahnya tadi"tanya vanya sambil duduk di sebelah lio sambil memakan cemilan.
"Biasa aja kak enggak ada yang spesial, kenapa kak" tanya lio
"enggak apa apa, sekolah yang pintar ya biar bisa jadi orang suksea kedepannya"ucap vanya sambil mengelus rambut sang adik.
"amanlah kalau itu mah abang kan pintar ganteng juga tuh" canda lio. vanya hanya bisa terkekeh pelan menanggapi omongan lio karna iya sangat paham lio kalau di luarsana sang adik akan bersikap dan berbicara seperlunya saja. walaupun demikian sang adik memiliki tingkat emosi yang cukup tinggi apalagi kalau sudah menyangkut sang kakak, maka iya tak segan segan untuk memukul orang yang sudah menjelek jelekkan sang kakak.
karna ia sangat tahu akan perjuangan sang kakak dalam menjalni kehidupan yang selama ini mereka jalani.
"iya kak"ucap lio, lio hanya memandang sendu kepergian sang kakak. ia pun sebenrnya tidak tega melihat sang kakak bekerja terlalu di porsir untuk memnihi kebutuhan hidup. namun mau bagamana lagi ia tidak bisa apa apa.
pernah waktu lio sudah lulus smp ia memintak izin sang kakak untuk tidak sekolah lagi biar ia juga ikut bekerja dan alhasil sang kakak marah besar dan mendiamkannya cukup lama. karena kejadian itulah ia sangat tunduk perintah sang kakaknya.
lio pun akhirnya berjalan untuk kembali kekamarnya karna ia besok akan ujian semester pertamanya.
__ADS_1
Pagi pun tiba vanya pun berggas untuk memasak sarapan untuk dirinya dan sang adik, setelah memasak ia membangungkan sang adik. setelah membangunkan lio ia langsung bergegas untuk mandi. di karenakan kamar mandi dirumahnya hanya ada satu jadi harus bergantian untuk mandi.
"Kak, abang berangkat dlu ya soalny teman abang udh di depan"ucap lio setelah itu ian meninggalkan vanya seorang diri yang tengah memberskan bekas sarapan tadi.
Saat ini vanya sudah berada didepan gedung yang menjulang tinggi. tempatnya perusahaan alfandra corp.
"gilaaaa besar banget gedungnya, pantas aja gajinya besar lah ini kantor pusatnya saja tempatnya besar banget lagi. akhh bailah vanya vanesa semoga hari ini keberuntungan mu hari ini. semngat vaanya" ucap vanya menyemangati dirinya
vanya pun berjalan masuk kedalam gedung perusahaan alfandra tersebut dan berjalan ke meja resepsionis.
"permisi mbak saya vanya vanesa, saya disuruh untuk melakukan interview di perusahaan ini"ucap vanya sambil menyerahkan identitasnya.
"baik mbak, mbak silakan ikuti teman saya nanti ia akan mengntrkan mbak ke ruang interview nya" ucap salah satu resepsionisnya
vanya pun mengikut petugas itu dengan mengekori di belkangnya. "ini mbak ruangannya sialakan masuk saja"ucap sang petugas
__ADS_1