Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 5


__ADS_3

Lio dan vanya pun berjalan kearah parkiran tempat motornya vanya berada.


"kak sini koncinya biar abang yang bawak"ucap Lio.


"Nih"ucap vanya


Lio memiliki tinggi badan yang lebih tinggi dari vanya, sehingga tak jarang orang menilai mereka adalah sepasang kekasih apalagi sikap lio akan manja jika sedang bersama dengan vanya.


Saat sampai dirumah lio maupun vanya langsung masuk kedalam kamar mereka untuk beristirat. Malam harinya Lio bersiap untuk pergi, karna jika tidak ada pekerjaan sekolah Lio akan ketempat latihan beladiri.


setelah makan malam Lio pamit kepda vanaya bahwa iya akan latihan malam ini dan vanya pun mengizinkannya. karna vanyalah yang memasukkan Lio untuk beljar beldiri hal itu ia lakukan guna untuk pertahanan diri Lio biar tidak mudah di tindas oleh orang orang yang selalu meremehkannya.


Pagi pagi sekali vanya sudah bangun ia akan bersiap untuk lari pagi. supaya badannya tidak mudah lelah vanya mulai harus berolah raga walaupun seminggu dua kali setidaknya otot ototnya tidak kaku. mengingat ia sudah lah tidak olah raga.


setelah olah raga pagi vanya pun bergegas untuk membuatkan sarapan nasi goren dengan tambahn telur ceplok dan ditemani sama kecap manis menambahkan kesan yang luar biasa rasa dari masakkannya.

__ADS_1


setelah sarapan baik Lio maupun vanya mereka berangkat bersama di karenakan mereka searah. setelah menurunkan Lio vanya bergegas pergi keperusahaan. setelah sampai diperusahaan ia berggas masuk keruangan kiandra karna ia sudah di beritahukan oleh Han bahwa ia di suruh ke ruangan kiandra.


vanya sudah di depan ruangan kiandra ada sedikit prasaan gugup yang ia rasakan mengingat dengan jelas desas desus bahwa kiandra adalah pria yang tak memiliki rasa empati apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan. vanya hanya menelan salivanya yang sedikit tercekat di tenggorokan.


Kemudian ia manrik nafas dengan tenang, serasa ia tenang baru ia mengetok pintu.


tok tok tok,


seketika pintu ruangan di bukakkan oleh Han. ternyata Asisten Han ada di dalam juga ternyata.


"masuklah"ucap Han. vanyapun langsung masuk dan berdiri didepan kiandra yang tengah menghadap konputernya. merasa orang yang di panggil sudah datang kiandra menghentikan sejenak pekerjaannya lalu menatap vanya dari atas sampai bawah.


Dari segi penampilan cukup sopan walaupun terkesan tomboy.pikir kiandara


"ekhemm karna kamu sudah datang jadi tanyakan kepada Aisten Han apa saja yang kamu kerjakan selama menjadi sekretaris saya"ucap kiandra dengan suarat tegas

__ADS_1


"baik pak"ucap vanya. setelah itu vanya dan han keluar dari ruangan kiandara. Han menjelaskan apa saja yang harus vanya kerjakan dan apa saja yang di sukai atau tidakanya oleh kiandra. vanya yang mendengarkan penjelasan dari asisten Han hanya tersenyum simpul.


sepertinya berita yang di luar sana itu ternyata benar bahwa kiandra adalah ceo yang kejam dan dingin.


Jam sudah menunjukkan waktunya makan siang, vanyapun bergegas makan siang di kantin kantor. sedangkan kiandra dan Han sudah pergi dua jam yang lalu untuk melakukan meeting di kantor cabang yang ada di kota xx.


di perjalanan menuju kantin vanya mendapatkan teman baru dari devisi keuangan yaitu Tari dan Meli. mereka orang yang cukup ramah sehingga vanya cukup nyaman mengobrol dengan mereka


Selesai makan siang vanya langsung bergegas mengerjakan pekerjaannya, saat vanya tengah fokus mengerjakan pekerjaannya ia merasakan ada dua orang yang mendekat ternyata kiandra dan Han masuk ke dalam ruangan kiandra.


tok tok tok,


"masuk"teriak kiandra


vanya pun lngsung masuk kedalam ruangan. "Maaf pak ini berkaa yang perlu bapak tanda tangani"ucap vanya sambil memberikan berkas tersebut.

__ADS_1


"ini, jangan lupa email yang masuk kamu priksa lagi jangan sampai ada kesalahan"ucap kiandra


"baik pak terima kasih"ucap vanya sedikit membungkukkan badannya dan langsung keluar dari ruangan kiandra.


__ADS_2