
Mobil yang di naiki vanya keluar dari gerbang rumah sakit itu dengan kecepatan santai dengan Han yang masih setia menyetir mobil dan kiandra duduk di samping kemudi sedangkan vanya duduk di belakang sendiri yang tengah merebahkan tubuhnya yang masih terasa lemas karna berjalan menuju mobil tadi cukup mengeluarkan tenaga pikir vanya.
Selang beberapa menit vanya dan yang lainnya tiba di depan rumah minimalis yang berlantai 2.
"Terima kasih sudah mengantar ku"ucap vanya sambil keluar dari dalam mobil.
"Mau mampir dulu"tawar vanya dan langsung fi sahut oleh kiandra yang sudah menurunkan kaca mobilnya.
"Lain kali saja"ucap kiandra
"Jika besok masih sakit, tidak perlu ke kantor dulu"lanjut kiandra.
"Baik pak, terima kasih sudah mau di repoti hari ini"ucap vanya tidak enak hati
"Sama sama"sahut kiandra dan seketika mobil melaju keluar dari pekarangan rumah vanya.
Sampainya di dalam rumah, vanya langsung masuk ke dalam kamarnya untuk lanjut istirahat.
__ADS_1
Malam harinya vanya tangah membuatkan makan malam untuk ia dan Lio yang tengah bermain game di kamarnya. Masakan khas rumahan sudah ada di meja makan, setelah semuanya selesai ia pergi ke kamarnya untuk mandi agar tubuhnya lebih segar.
Sesudah berganti pakaian iya pergi keluar kamar menuju dapur dimana lio sudah ada di meja tengah mengambil lauk untuk meletakkan ke dalam piringnya.
"Kak"Panggil lio saat tengah acara makan malam mereka berlangsung.
mendengar sang adik memanggilnya ia pun menatap sang adik yang ada di depannya.
"Hmm"respon vanya sambil menatap ke arah lio.
"ajak bang kevin atau bang dimas ya"pinta vanya.
"iya, kemarin sudah di omong kok katanya mereka berdua mau ikut untuk sekalian survei"ucap lio.
"Hmmm hati hati kalau begitu"ucap vanya sambil melanjutkan makannya.
"amann bos"ucap lio dengan semangat.
__ADS_1
Keesokan paginya Vanya bersiap seperti biasanya untuk berangkat kerja di kantor dan ia mulai melajukan mobilnya menuju tempat ia bekerja.
Sampainya di meja kerjanya vanya langsung memeriksa beberapa berkas yang Han kasih saat dia sampai di lobi kantor. sedangkan Han ia harus mengerjakan pekerjaannya yang menggunung apalagi ia sebagai aissten harus bisa mengimbangi waktunya untuk sang bos dan untuk dirinya sendiri.
Tak terasa waktu makan siang tiba, dan vanya mulai membereskan pekerjannya untuk makan sianh di kantin dimana ia sudah janji sama teman kantornya untuk makan siang bersama.
Saat menuju lift vanya berpapasan dengan laura, melihat vanya laura langsung melihatnya dengan tatapan merendahkan.
"siang nona ada yang biasa saya bantu"tanya vanya dengan sopan.
"Tidak perlu"ucap laura dengan ketus dan langsung berlenggok ke arah ruangan kiandra.
Melihat kelakuan laura kepadanya, vanya tidak mengambil hati sikap wanita itu kepadanya karna bagi itu tidak penting yang terpenting itu adalah mengisi perutnya yang sudah mulai terasa lapar.
Kiandra yang masih mengerjakan beberapa berkas yang masih belum selesai di atas meja kerjanya.
Mendengar pintu ruangannya terbuka kiandra menghentikan coretan di atas berkasnya yang ia periksa ia menatap ke arah pintu ruangannya yang mulai terbuka
__ADS_1