Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 58


__ADS_3

Sampainya di lobi rumah sakit, Han langsung turun membukakkan pintu mobil, setelah pintu mobil terbuka kiandra bergegas masuk dan berteriak memanggil dokter.


"Dokter Dokter"teriak kiandra dan hal itu membuat dokter dan beberapa perawat mendekat ke arahnya.


"Tolong tangani dia, dia terkena alergi"ucap kiandra sambil meletakkan vanya di atas bangkar rumah sakit. keempat itu langsung membawa vanya ke dalam ruang ugd. di depan ruang ugd kaindra dan juga han duduk di depan ruangan dengan wajah khawatir menunggu hasil pemeriksaan vanya.


Taklama dokter yang memeriksa vanya keluar dan langsung di sambut pertanyaan dari kiandra sedangkan hanya sebagai pendengar setia.


"Bagaimana dok, bagaimana keadaannya?"tanya kiandra dengan cemas.


"semua sudah kembali normal, jangan sampau kejadian ini terulang lagi. jika terjadi kondisinya akan sangat parah dan beruntung ia di bawak dengan cepat"ucap dokter yang menangani vanya.


"dan juga tidak perlu di rawat inap, istrahat selama 3 jam ia akan kembali normal walaupun bintik bintik merahnya masih ada"sambung dokter itu lagi.


"terima kasih dok"ucap Han dengan kiandra yang sudah bernafas lega setelah mendengar kondisi vanya.


Vanya yang sudah pindah di ruang rawat begitu juga Dengan Kiandra dan Han yang saat ini tengah berjalan menuju ke arah vanya yang tengah berbaring memakai bantuan selang oksigen.


Menunggu selama hampir 3 jam akhirnya vanya sudah bangun akibat pengaruh obat yang ia konsumsi.


Melihat vanya membuka matanya kaindra langsung bernafas lega.


"Gimana sudah enakan"tanya kiandra Han yang melihat itu langsung mendekat ke arah vanya yang sudah duduk bersandar.


"Maaf vanya gara gara saya kamu harus seperti ini"ucap Han dengan sesal.

__ADS_1


"santai saja, ini salah aku juga yang ceroboh"ucap vanya sambil melepaskan alat bantu oksigen yang ada di didungnya.


"maaf merepotkan kalian"ucap vanya lagi.


"kenapa di lepas?"tanya Kiandra melihat vanya melepas selamg oksigen yang ada di hidungnya.


"Gak nyaman"ucap vanya sedikit merengek tanpa melihat wajah kedua pria itu yang menatap gemas ke arahnya.


Di Negeri seberang seorang lelaki yang tengah memeriksa berkas pekerjaannya mendadak berhenti karna mendengar pintu yang di ketuk dengan nada khusus. Dia langsung tau siapa yang mengetuk pintunya yaitu sang asisten yang sangat setia kepadanya selama ini.


"Masuk"sahut orang yang di dalam sambil menatap pintu yang mulai terbuka. karna ia sangat paham kebiasaan sang asistennya jika tidak di panggil maka ia tidak akan ke ruangan nya tanpa ada hal yang penting harus di sampaikan.


"Maaf mengganggu tuan"ucapnya dengan sopan sambil sedikit menunduk kepalanya.


"Saya menerima kabar bahwa nona"ucapnya yang langsung di potong sang tuannya saat mendengar nama wanitanya dari sang asisten.


"Ada apa Gregg"tanya nya dengan sorot mata tajam dan suara kahs yang tegas. Melihat respon sang tuannya Greeg hanya menghela nafas kasar, karna iya sangat menghindari kemarahan sang tuannya itu.


"Nona masuk rumah sakit karna ia tidak sengaja makan makanan seafood tuan"ucap Greg dengan cepat dalam satu tarikan nafas saja.


"Bagaimana kondisinya"tanya nya sambil bernafas lega, mendengar kabar wanitanya seperti itu siapa yang tidak khawatir.


"sudah membaik tuan, dan nona tidak perlu rawat inap dan hari ini juga sudah di perbolehkan pulang"ucap Greg lagi.


"Syukurlah"ucapnya dengan lega dan dengan tenang ia melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Pantau terus"perintanya dengan tegas.


"Baik tuan"tanpa menggu respon sang tuan Greg langsung keluar dari ruangan sang atasannya. sedangkan sang atasan tidak mempermasalahkan sikap asistennya seperti itu karna ia dan sang asisten hampir memiliki kesamaan dalam berbicara satu sama lain.


Di rumah sakit Vanya yang sudah di perbolehkan pulang oleh sang dokter langsung berbinar bahagia karna ia sangat tidak menyukai berlama lama tinggal disana.


"Saya urus administrasi dulu"ucap Han meninggalkan Kiandra dan juga Han dalam ruangan itu.


"Semuanya sudah beres"Tanya kiandra melihat vanya memebereskan tempat tidur serta beberapa barangnya sudah ia masukkan dalam tasnya.


"Sudah"ucap vanya sambil sedikit menggaruk lehernya yang masih terasa gatal.


"Jangan di garuk"ucap kiandra


"Sini saya pakaikan salepnya supaya tidak iritasi karna kena kuku kamu"ucap kiandra sambil membuka tutup salep dan langsung mengoleskan salep itu ke leher vanya yang masih bintik bintik merah.


Melihat sikap kiaandra seperti itu, vanya sedikit membeku karna ia merasa posisi ini sedikit intim dan ia merasa canggung situasi seperti ini.


Taklama Han masuk ke ruangan rawat vanya yang sudah bersiap pulang kerumahnya.


"Sudah selesai"tanya kiandra saat Han masuk ke dalam ruangan vanya.


"Sudah"ucap Han yang matanya memandang vanya berjalan ke arah mereka yang duduk fi sofa.


Mereka bertiga keluar dari ruang rawat itu, menuju pintu keluar rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2