
keesokkan paginya vanya terbangun lebih awal karna hari ini di kantor tempatnya bekerja akan melakukan persiapan karna pengusaha yang tersohor akan mendatangi tempatnya bekerja.
mereka menyambut antusias sang pengusaha tersebut, mulai dari cara penyambutan, seragam karyawan dan kebersihan ruangan harus benar benar perlu di persiapkan yang sesuai dengan perintah kiandra tempo hari.
Disekolahan Sehalio seorang lelaki remaja baru saja turun dari dalam mobil dengan menggunakan tongkat agar ia bisa berjalan walaupun kakiny masih terasa ngilu apabila di gerakkan.
melihat pemandangan itu orang orang yang berpapasan dengan anak remaja itu melirik perihatin atas apa yang menimpanya.
Sampainya di kelas ia tetap menjadi pusat perhatian dari tatapan kekepoan para siswa maupun siswi yang ada di kelas tersebut.
Jam istirahat sudah waktu nya dimana para sisiwa keluar kelas mereka ada yang menuju kantin ada juga yang sekedar berkumpul kumpul.
Di kantin sekolah lebih tepatnya tempat yanv fi duduki oleh lio kenan dan delon mereka bertiga masih sibuk menyuapkan makanan ke dalam mulut mereka.
"aku dengar dengar dari siswi lainnya kalo dirga sudah masuk ya"tanya delon kepo
"sepertinya gitu"sahut kenan sambil mengunyah makanannya.
__ADS_1
"kasihan tau sampek pakek tongkat biar bisa jalan"ucap delon dengan perihatin.
"sudahlah gak usah sibuk mikirin urusan orang"ucap lio dengan santai.
Mendengar ucapan lio mereka kembali menghabiskan makanan yang sudah mereka pesan tanpa tersisah.
Lain hal nya di kantor alfandra corp tengah mempersiapakan kedatangan tamu istimewah mereka. seorang lelaki beserta asistennya tengah bersiap untuk keberangkatan mereka ke tanah air untuk melakukan kerja sama antar perusahaan serta menemui sang pujaan hatinya.
"apa semuanya sudah siap?"tanya lelaki itu kepada sang asisten nya yang tengah berdiri tidak jauh darinya.
"sudah tuan"ucapnya dengan tegas.
"Dan carikam mansion yang bagus sesuai selera nona"ucapnya lagi sambil mengerjakan pekerjaannya.
"baik tuan"ucapnya sambil berlalu keluar menelpon seseorang karna hp nya bergetar di saku celananya.
Di luar ruangan sang atasannya ia mengangkat telpon.
__ADS_1
"ada apa"tanya nya dengan the point.
"persiapan keberangkatan sudah siap tuan"ucap salah satu anak buahnya melalui sambungan telpon.
"bagus, ingat semuanya harus di cek kembali jika tidak kamu tau sendiri apa akibatnya"ucapnya dengan santai walau terkesan sedikit mengancam.
"siap tuan"ucapnya tak kalah tegas dengan atasannya. selesai mengatakan itu ia langsung mematikan sambungan telpon dan masuk ke ruangan atasannya kembali.
Sanpaunya di dalam ruangan ia langsung memberitahukan kepada sang atasannya.
"Tuan 45 menit lagi jet akan lepas landas tuan"ucapnya sambil melirik jam mahal yang melingkar di tangannya.
Mendengar ucapan bawahannya ia langsung mematikan komputernya dan memberesakan mejanya yang di bantu sang asistennya.
setelah semuanya selesai mereka berdua keluar dari ruangan itu dan pergi menuju apartemennya untuk mengambil beberapa barang yang akan ia bawak nantinya.
Sedangkan untuk perusahaannya sudah ia titipkan kepada wakilnya beserta sekretarisnya. untuk di tanah air nanti kantor yang sudah lama beroperasi yang nantinya akan menjadi kantor pusat sudah melakukan persiapan 100 %.
__ADS_1
Kembali kepada dua orang lelaki yang tengah menaiki tangga jet pribadi super mewah itu dengan langkah tegas berkarisma serta elegan dengar tatapan keduanya sama sama bagaikan mata elang.
Seketika jet pun mulai lepas landas menuju tujuan yang mereka inginkan.