
sampainya di depan rumah keyra turun dari dalam mobil dan langsung masuk ke mansionnya. disana ia lihat papa mama dan sang kakak lagi asih menonton tv. mamanya keyra yang melihat sang anak bungsunya pulang langsung menanyakan dari mana sang anak.
"Dari mana dek"tanya mama keyra
"dari mall ma sama vanya"jawab keyra sambil duduk di samping mamanya dan langsung bersandar di pundak sang mama.
"kenapa gak ajak ke sini aja dek"tanya papa keyra.
"dia banyak kerjaan pah kayaknya, apalagi ia sudah bekerja di perusahaan sekrang"ucap keyra sambil memejamkan matanya karna mendapatkan usapan lembut di kepalanya oleh sang mama.
"di perusahaan mana dek"tanya Bhumi sang kakak keyra.
"perusahaan alfandra corp"jawab keyra.
"emang cocok dia kerja di sana, selain gajinya cukup besar dan juga vanya pinter lagi"ucap Papa keyra.
"Kamu kenapa gak mau ikutan si vanya dek kerja di perusahaan papa atau perusahaan perusahaan lainnya kan kamu enggak kalah pintar dari vanya"tanya Bhuma. walaupun bhumi tau akan sifat serta keinginan sang adik tapi tetap saja ia berusaha membujuk sang adik mau ikut mengelola perusahaan keluarganya.
"malas"sahut keyra dan langsung bernjak menuju kekamarnya.
__ADS_1
sedangkan yang lainnya mendengar jawaban keyra hanya bisa bernafas pasrah karna mereka paham bahwa keyra lebih tertarik di bidang kuliner di bandingkan dengan berkas berkas yang akan membuatnya pusing dan memiliki waktu yang cukup padat. maka dari itu ia lebih memilih untuk membuka beberapa cafe dan resto yang ia kelola tentunya mendapatkan modal dari sang papa.
Saat ini vanya tengah berkutat di dapur memasak makan malam untuk dirinya dan juga Lio. sebenarnya vanya tidak terlalu pandai memasak karna waktu yang selama ini ia gunakan untuk bekerja mmenghidupi sang adik dan juga dirinya.
acara memasak sudah selesai vanyapun bergegas untuk mandi dan sedang Lio berada di ruang tamu sambil memainkan ponselnya bermain game. selain hobi main game Lio juga tertarik di bidang iT dan sang kakak lah yang menjmgajarkannya.
Saat ini vanya dan Lio tengah makan malam dengan lauk yang terbilang sederhana tidak pernah sedikitpun mereka mengeluh karna mereka sadar akan kemampuan kantong mereka, dan masih banyak keperluan yang lebih penting.
acara makan malam pun selesai, vanya langsung memintak sang adik untuk menyusulnya ke ruang tengah. karna Liolah yang bertugas untuk nyuci piring kalau vanya yang masak. begitulah sebaliknya tugas mereka masing masing dalam membereskan rumah. setelah menyuci piring bekas makanan mereka, Lio langsung bergegas menyusul sang kakak di ruang tengah. karna ia yakin ada hal penting yang akan di bahas sang kakak.
"ada apa kak"tanya lio to the point sambil duduk di depan sang kakak.
"jadi kamu jangan lupa berkemas dan kamu tenang saja rumah itu tidak jauh dari sekolahmu dan tempat kakak bekerja"sambung vanya lagi
"iya kak"ucap Lio
"nanti bang dimas sama bang kevin dan yang lainnya akan bantu kita pindahan. so persiapkan barang barangmu boy"ujar vanya
"Kak nanti kalau sudah pindhan aku ke markas galaksi ya, soalnya mau belajar program baru yang di buat bang kevin kemarin"ungkap Lio
__ADS_1
"selagi positif silahkan saja kakak tidak melarang. Ingat lio kamu harus hidup lebih baik dari kakak dan nikmati masa remaja mu dengan baik. karna waktu tidak bisa di ulang"ucap vanya dengan tegas.
sedangkan Lio hanya mengangguk nganggukkan kepalanya tanda ia mengerti akan ucapan sang kakak. karna ia sangat tau kalau sang kakak sudah bicara tegas itu tandanya tidak mau di bantah walupun berbagai alasan yang ia lontarkan kepada sang kakak.
"Ya sudah kakak, kekamar dulu besok kakak kerja solnya"ucap vanya sambil berdiri menghampiri lio dan mengelus kepala lio dan langsung melanjutkan langkahnya ke kamarnya.
Pagi hari vanya sudah bersiap ke kantor dengan berpenampilan yang berbeda dari biasanya. karna ia ingat pesan sang sahabat untuk memperhatikan penampilannya mulai sekarang supaya lebih berwibawah lagi.
Taksi yang di tunggu vanya akhirnya datang juga di depan halaman rumahnya dan langsung masuk ke dalam taksi. setelah menempuh perjalanan beberapa menit vanya telah sampai di depan gedung perusahaan alfandra corp. ia sedikit kurang percaya diri memakai pakaian kantor yang biasanya di pakai karyawan lainnya.
Vanya keluar dari dalam taksi dengan elegan karyawan yang berpapasan dengan vanya cukup kagum akan penampilan vanya yang sangat berbeda hari ini.
saat ini vanya menggunakan kaos lengan pendek dan blezer hitam serta rok hitan selutut serta highils yang menambahkan pesona vanya.
di lobi kantor vanya hanya sedikit tersenyum kepada karyawan yang menyapanya dan berjalan dengan tegas menuju lift khusu petinggi. mengingat ia adalah sekretaris kiandra tentunya ia berhak menggunakan lift tersebut.
sampai di meja kerjanya vanya langsung berkutat dengan pekerjaannya.
sedangkan kiandra sudah ada di dalam ruang kerjanya. karna baginya ruang kerja merupakan rumah keduanya setelah apartemennya.
__ADS_1
Hal inilah yang membuat orang orang orang segan akan sosok kiandra yang jenius dalam meneruskan serta mejalankan bisnis sang papa yang di bangun dalam suka maupun duka. itulah alasan kiandra sangat berambisi membuat perusahaannya untuk berkembang lebih baik lagi.