Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 48


__ADS_3

Seseorang yang mendapat kabar tentang kecelakaan serta kondisi korban yang cukup perihatinkan, itu hanya menyeringai puas. itulah balasannya jika berani bermain main dengan nya pikirnya.


"Misi sukses bos"ucap seorang pria pelaku kecelakaan tadi.


"Bagus. bagaimana kondisinya?tidak matikan?"tanya seorang wanita


"Semua aman bos"jawabnya dengan tegas.


"bagus bonus kalian sudah aku transfer, bersenang senanglah kalian"ucap wanita itu dengan suara cukup puas akan apa yang mereka lakukan.


"ingat anggap tidak terjadi apapun"ucapnya dengan lantang. sedangkan sang pendengar cukup gugup saat mendengar suara yang mengejutkan mereka berdua.


"ba baik boz"ucap keduanya dengan gugup.

__ADS_1


setelah itu panggilan pun terputus secara sepihak oleh wanita itu dengan raut wajah bahagia, tidak sia sia pikirnya dengan bangga.


Ia bernafas lega karna sudah terbalaskan dengan setimpal tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. karna sebelum menjalankan tragedi itu perlu persiapan yang tepat dan tanpa jejak sedikitpun yang di tinggalkan.


Sedangkan di sebuah ruangan vvip di ranjang rumah sakit seorang bocah laki laki tengah terbaring dengan kepala di perban serta kaki kanan yang gips karna mengalami keretakan pada tulang kakinya akibat kecelakan yang menimpanya.


Kondisi yang cukup mengenaskan wajah yang tampan itu mempunyai banyak corak mulai dari kebiruan serta beberapa lecet pada pipi kanan serta pelipis yang robek cukup dalam.


dirasa pekerjaan serta permasalahan di sana sudah di atasi dengan cukup baik akhirnya kiandra memutuskan untuk pulang sore harinya menuju tempat penginapan mereka untuk membereskan barang bawaan mereka.


Tepat jam 8 malam kaindra Han dan di susul oleh vanya mulai keluar dari penginapan. saat memasukkan barang bawaan kiandra dan juga han vanya pun bergegas mendekati kiandra untuk memasukkan koper yang ia bawak.


Sampainya di dekat mobil, kiandra dan han mengetahui vanya mendekat mengalihkan pandangnnya ke arah vanya untuk membantu barang bawaan vanya.

__ADS_1


saat menatap vanya mereka cukup terpesona dengan penampilan vanya saat ini bagaimana tidak. Vanya menggunakan kaos oblong pres body sampai sampai pusatnya kelihatan serta jaket jeas yang kebesaran dengan celana joger kebesaran yang berwarna moca sewarna dengan baju yang ia pakai serta sepatu hiking yang berwarna hitam di lengkapi dengan rambut di ikat tinggi yang tidak rapi.


Tapi hal itu berkesan sangat elegan dan cantik menurut han dan juga kiandra.


"Kenapa ada yang salah"tanya vanya melihat dua lelaki yang ada di hadapannya terdiam beberapa saat memandangi dirinya. munhkin ada yang aneh pikir vanya.


"Tidak ayo berangkat"ucap kiandra mencoba menetralisir kegugupannya. sedangkan vanya hanya menaikkam bahunya sebagai tanda acuh dan ia langsung duduk di kursi samping han seperti saat ia berangkat ke tempat ini.


Mobilpun melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati pemandangan di luar kaca vanya menurunkan kaca mobil setengah sedangkan han fokus mengemudi sedangkan kiandra memainkan ponselnya sambil sesekali melirik ke arah vanya apalagi rambut vanya yang di kuncir asal salan terkena angin menambah kecantikannya puji kiandra dalam hatinya.


Dalam perjalanan tidak ada pembicaraan antara ketiganya hanya musik mobil yang di hidupkan oleh Han untuk memcahkan kesunyian perjalanan mereka dan tidak ada yang mau memulai pembicaraan akhirnya mereka sibuk akan pemikiran mereka masing masing.


Lelah memandangi di luar jendela vanya langsung menyandarkan punggungnya dan mulai memejamkan matanya karna iya merasa bosan dan cukup lelah. karna selama disana mereka sibuk menyelesaikan permasalahan dan itu harus terjun langsung mengahadapi permasalahan maupun kendala pada proyek tersebut.

__ADS_1


__ADS_2