
"eh diam lo pada, gue kagak ada urusannya sama kalian berdua. gue ada urusannya sama sekretris belagu ni" ucap anggel sambik menunjuk nunjuk ke rah vanya dan tentunya vanya hanya menanggapi dengan santai.
"Elo tau apa kesalahan lo"tanya anggel yang sedikit meninggi suaranya.
"enggak"jawab vanya dengan acuh. mendengar jawaban vanya langsung membuat anggel naik pitam. dengat kasar ia menarik vanya sehingga vanya dan anggel saling berhadapan melihat itu dengan spontan temannya vanya langsung ikut berdiri juga.
"Eh sekretaris belagu, jangan mentang mentang elo itu sekretaris elo bisa dekat dekat sama kiandra ya. gue kasih tau sama lo kiandra itu calon suami gue"ucap anggel dengan lantang.
"Baru calonkan belum suami, yang jadi suami aja bisa cerai apalagi belum punya status jelas"ucap vanya dengan santai sambil melipat tangannya ke dadanya.
suasana yang tadi cuku henis seketika karyawan lainnya berbisik bisik saat mendengar jawaban vanya yang terkesan santai tapi penuh penekanan.
"gila berani banget cewek itu"
"iya,tapi gue salut sama dia, secara diakan orang yang sangat berani melawan ucapan anggel, secarakan dia anak pemegang saham di kantor ini"
"iya, tapi dengan sikapnya sok berkuasa itu banyak yang gak suka sama dia. gue senang ada yang berani sama cewek songong itu"
"iya bener t"timpal yang lainnya
Sedangkan saat ini dimeja vanya masih aurah ketegangan yang mereka rasakan bernafas saja serasa sangat sulit bagi mereka beda halnya dengan vanya ia sangat santai menanggapi omongan anggel.
"apaaaaa, apa maksud kamu hah"tanya anggel dengan suara kerasnya. seperti anak ini harus diberi pelajaran biar dia tau siapa gue dan gak berani lagi melawan omongan gue pikir anggel. Tapi yang ada di pikir anggel adalah sangat salah besar bahwa vanya akan takut kepadanya .
__ADS_1
"Apa"ucap vanya dengan santai dan sedikit menaikkam alisnya dan tentunya tatapan datarnya.
"kau"geram anggel ia pun mengangkat tangannya hendak menampar wajah vanya dan tentunya vanya yang sedikit gesit langsung menangkap tangan anggel sebelum mendrat mulus ke wajahnya.
Hap
"hais lo sudah merusak pendengaran telinga gue saat mendengar suara lo yang cempreng itu"ucap vanya sambil menghempaskan tangan anggel yang sedikit terhuyung ke belakang dan dengan sigap temannya membantu anggel supaya tidak jatuh.
orang orang yang mendengarnya pun hanya menahan tawanya saat mendengar kata spontan yang keluar dari mulut vanya.
"elo berani ya sama gue, gue ingatkan ya sama lo. gue akan buat perhitungan sama lo"ucap anggel dan langsing berlalu meninggal vanya dan yang lainnya dengan perasaan kesalnya.
"gue tunggu"teriak vanya dengan keras dan sambil emlambaikan tangannya ke arah anggel.
"eh van gue salut sama lo, berani banget ngadepin nenek sihir itu"ucap teman vanya
"ah santai aja"ucap vanya dengan tenang. sedangkan temannya yang melihat itu ada sedikit kekehawatiran di wajah mereka. melihat hal itu vanya berusaha menenangkan teman temannya.
"udah santai saja, ayok kembali keruangan jam makan siang dah habis ni"ucap vanya sambil tersenyum. mendengar ucapan vanya mereka langsung keluar dari kantin dan menuju ketempat kerjanya masing masing.
sudah sampai di meja kerjanya vanya langsung fokus ke pekerjaanya, setlah dirasa sudah beres semua. dia ingin memintak izin kepada kiandra bahwa ia akan pulng lebih cepat mengingat ia sangat lelah apalagi ia kurang istirahat.
tok,, tok,, tok,,
__ADS_1
"masuk"teriak oarang didalam
ceklek,,,
"ada apa"tanya kiandra tanpa mengalihkan pandangannya kearah vanya. kiandara tau bahwa yang masuk adalah vanya karna ia melihat dari kaca bahwa vanya berjlan ke arah ruangannya.
"Ekhmm, gini pak saya mau mintak izin untuk pulang lebih awal dan pekerjaan saya sudah selesai"ucap vanya sedikit gugup.
mendengar penuturan vanya, kiandra langsung menatap ke arah vanya
"kenapa"tanya kiandra sedikit menelisik sang sekretrisnya.
"Hmmmmm saya merasa kurang sehat pak"jawab vanya.
Dan kiandra hanya memperhatikan wajah vanya dan dia bisa melihat wajah kelelahan vanya, sepertinya dia butuh istirahat pikir kiandra.
"baiklah silakan kamu pulang saja, dari pada kamu membuat repot saya"ucap kiandra dengan acuh.
"baik pak terima kasih"ucap vanya tanpa mendengar jawaban kiandra, dan langsung bergegas ke luar rungan dan melangkahkan kakinya ke araj menjanya dan setelh itu langsung ke lobi kantor menunggu taksi online yang ia pesan. mengingat ia tidak membawa kendaraannya.
Taksi yang dipesan pun datang dan langsung saja melaju kekediamannya.
Sedangkan posisi kiandra saat ini ia teringat perkataan vanya tadi. bahwa ia sedikit kurang sehat dan hal itu membuat ia tak fokus bekerja dan lebih memilih untuk pulang ke apartemnnya.
__ADS_1