Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 20


__ADS_3

Sudah dua hari vanya di rawat di markas utama galaksi. dan kondisinya sudah mulai membaik dan hanya membutuhkan istirahat saja dan tentunya kevin dan dimas tida hentinya mengingatkan vanya untuk istirahat.


"untuk dua hari kedepan izin dulu va, kondisi kamu belum sembuh total"ucap dimas


"iya"jawab vanya dengan lesu


"eh kalian gak kasih tau lio kan kalau gue di rawat"tanya vanya


"tenang aja semuanya aman terkendali"jawab dimas.


"makasih abang abang ku"ucap vanya dengan manja. jika hanya mereka bertiga saja maka vanya akqn memanggil dengan sebutan abang. jika sedang menjalani misi makan vanya maupun yang lainnya akan memanggil prince tapi terkadang vanya hanya memanggil dengan sebutan nama saja tanpa embel embel abang. dan mereka tidak mempermasalahkan tentang itu karna itu tidak penting bagi mereka.


Vanya yang sudah memintak izin tambahan kepada kiandra untuk tidak masuk kerja lagi selama dua hari ini dan tentunya kiandra mengizinkan nya.


"gimana kondisi kamu"tanya kiandra saat tersambung di telpon


"sudah sembuh"jawab vanya.


"Baiklah kalau gitu saya mau bekerja lagi"ucap kiandra dan langsung mematikan sambungan telponnya.


Setelah memutuskan telpon vanya kaindra, memikirkan tentang kondisi vanya saat ini. ia berniat untuk menjenguk vanya untuk memastikan keadaan vanya. tapi ia ragu untuk mengutarakan keinginannya.

__ADS_1


akhirnya kiandra menyibukkan dirinya ke dokumen dokumen kerja sama perusahaan nya dengan perusahaan lainnya.


vanya yang sudah memintak izin kepada kevin dan dimas untuk pulang ke rumah nya karna ia kahwatir keadaan Lio yang sudah beberapa ini ia tidak ketemu sang adiknya. sedangkan kevin dan dimas mengizinkan untuk pulang mengingat kondisi vanya sudah di katakan baik baik saja.


vanya yang ingin pulang langsung di antar oleh dimas, setelah memakan waktu beberapa menit mobil yang di kendarai oleh dimas sampai di halaman rumah vanya dan vanyapun langsung pamit masuk kerumahnya.


"gak mau mampir dulu"tanya vanya pada dimas.


"lain kali aja, soalnya banyak kerjaan"jawab dimas


"ya sudah hati hati ya"ucao vanya sambil melambaikan tangannya ke arah mobil dimas melaju meninggalkan perkarangan rumah vanya.


sampai di dalam rumah vanya langsung memanggil lio


"apa"balas teriak Lio sambil berlari menuju ke asal suara.


"Lio, sehalio, abang" ucap vanya dengan raut wajah tak menentu sambil memeluk tubuh lio.


"kenapa?apa ada masalah?"tanya lio sambil mengelus rambut vanya. vaya yang ditanya seperti itu juga sedikit berpikir kanapa ia seolah olah takut akan kehilangan lio.


"tidak"ucap vanya dengan suara seraknya.

__ADS_1


"malam ini tidur sekamar ya"pinta vanya


"iya"jawab lio dengan tersenyum lebar. vanya langsung melepaskan pelukan lio dan menatap manik mata lio dalam.


Sesuai dengan keinginan vanya, Lio dan vanya tidur seranjang malam ini dan tidur saling berpelukan seolah olah takut akan kehilangan sang adiknya.


Pagi hari nya vanya, menyiapkan sarapan pagi untuk lio dengan semangat 45. Lio yang sudah keluar kamar langsung menuju tempat makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.


"Ayok sarapan"ucap vanya. dan lio langsung duduk di kursi untuk sarapan pagi.


setelah selesai sarpan pagi lio berangkat ke sekolahnya menggunakan motor vanya. sebelum Lio melajukan motornya vanya langsung memanggil Lio lagi dengan keras dari dalam rumah al hasil lio menunda keberangkatannya.


"Abang"teriak vanya dari dalam rumah


mendengar sang kakak memanggil namanya langsung turun dari motor dan menghampiri sang kakak.


"kenapa?tanya lio dengan lembut sambil menatap mata teduh sang kakak


"nanti kalau sampai di sekolah kabari kakak ya"ucap vanya tak kalah lembutnya.


"iya"ucap Lio sambil memeluk vanya dan mencium kening sang kakak dan langsung melangkah serta melajukan motornya ke sekolah.

__ADS_1


saat lio sudah menghidupkan motornya vanya melambaikan tangan nya sampai motor yang di kemdarai oleh lio tak terlihat lagi oleh matanya dan ia bergegas masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.


__ADS_2