
Vanya yang saat ini mengndarai motor trailnya menuju ke markas galaksi seorang diri membelah jalanan sepi. karna posisi markas galaksi ada di tempat yang sepi dan sangat jauh dari pemukiman, hal ini di karenakan derah tempat markas galaksi hanya ada perkebunan serta pepohonan liar yang tumbuh menuju markas yang terletak di pelosok.
Karna markas ini adalah tempat latihan senjata tajam maupun senjata api jadi tidak mamungkinkan untuk mendirikan bangunan tersebut di dekat pemukiman. bisa biasanya nanti warga akan ketakutan saat mendengar suara latihan menembak di markas tersebut.
Sesampainya vanya didepan gerbang sebuah rumah sederhana yang berlantai 2 yang di kelilingi oleh tembok beton setinggi lima meter.
saat memasuki rumah tersebut maka akan ada tangga di tengah rumah yang berlantai 2 tersebut dan tangga itu menuju bagian bawah atau belakang rumah tersebut dan sepanjang jalan yang membentuk lorong yang panjang dan cukup luas dan terdapat dinding dinding di sisi kanan ataupun sisi kirinya. di dinding itu terdapat beberapa pintu yang digunakan sebagai ruangan tamu yang luas, ruang rapat, dapur ataupun kamar untuk beristirahat.
jika dilihat dari depan makan akan terlihat seperti rumah pada umunya, jika sudah melewati gerbaang maka kendaraan yang masuk akan melalui jalan menurun yang cukup jauh karna posisi rumah tersebut diatas tebing. dan di belakang rumah tersebut terdapat halaman luas yang seluas landasan bandara.
__ADS_1
Biasanya segala jenis kendaraan akan terparkir disana jika akan tinggal di sana lebih lama. sedangkan bagian teras depan rumah juga terdapat lahan parkir juga walaupun hanya terbatas. biasa kendaraaan yang terparkir di situ hanya sekedar singgah atau ada keperluan mendesak dan tak sempat untuk memarkirkan kendaraan.
Sampainya di depan gerbang, vanya langsung membunyikan kelakson motor trailnya dan seketika gerbang terbuka otomatis, di sekutar gerbang juga terdapa beberapa penjaga yang bertugas untuk mengamankan markas karna markas tersebut adalah markas utama Galaksi.
Sampainya di lorong bawah tanah vanya langsung di sambut oleh arion, orang yang telah ia percayai untuk mengusut tuntas tentang kecelakaan yang menimpa Lio.
"pelakunya sudah di penjara ruang bawah"ucap arion, sambil berjalan di samping vanya menuju tempat pelaku kecelakaan lio.
Arion yang mendengar ucapan vanya, hanya menanggapi dengan tersenyum saja. Tak lama keduanya sampai di ruangan yang terdapat 2 orang lelaki yang tengaj diikat di atas kursi dengan muka yang babak belur akibat pukulan arion dan yang lainnya.
__ADS_1
karna pada saat penangkapan kedua tersangka tersebut sempat melawan arion dan lainnya sehingga aksi baku hantam pun tak bisa di elakkan lagi.
"hanya dua orang"tanya vanya kepada arion sambil menaikkan alisnya
"ya queenn, tapi pelaku pesuruhnya mereka belum mengatakannya"ucap arion sambil memandang kedua orang yang tengah di ikat tersebut.
"Hemmmmm baiklah, kita lihat saja nanti sampai sejauh mana mereka masih tetap bungkam"ujar vanya dengan sinis serta tatapan tajamnya. setelah mengatakan itu vanya mendekat ke arah kedua orang yang duduk terikat tersebut dan mengelilingi keduanya.
"Siapa yang membayar kalian"tanya vanya saat berdiri didepan tersangka. sedangkan yang di tanya diam saja tidak menjawab akan pertanyaan vanya.
__ADS_1
melihat mereka berdua bungkam, vanya pun kembali berucap kembali.
"Saya tanya sekali lagi SIAPA YANG MEMBAYAR KALIAN"tanya vanya dengan berteriak keras. seketika di dalam ruang bawah tanah itu terlonjak kaget akan ucapan vanya. karna awalnya vanya mengeluarkan suara yang lembut.