Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 23


__ADS_3

melihat temannya terkena pukulan lio, mereka langsung mengepung lio. Lio yang di kepung hanya mempersiapkan diri untuk menyerang sang lawannya.


vanya yang melihat sangat adik di kepung dan terkena pukulan di sudut bibirnya, sontak saja itu membuat vanya menjadi naik pitam. iapun lngsung berlari ke tengah pertarungan dan melyangkan pukulan pukulan dan tendangan ke arah preman yang sudah memukul sang adik.


Buk


Buk


Buk


Krakkk


Krakkk


akhhhhhhh


teriak salah satu preman yang tangannya di patahkan oleh vanya. melihat vanya yang mematahkan tangan salah satu rekan nya. mereka mulai bergidik ngeri dan itu membuat nyali mereka sedikit menciut. tapi berhubung nasi sudah menjadi bubur jadi tak bisa menghentikan perkelahian yang di sebabkan oleh mereka dan hal itu tidak mengubah keputusan mereka untuk menghajar vanya dan Lio secara brutal.


sedangkan posisi keyra hanya melihat saja karna ia sadar diri akan kemampuannya yang tidak pandai bela diri seperti vanya dan lio. dari pada ia menjadi beban vanya dan lio lebih baik ia menyingkir dari pertarungan tersebut.


pertarungan yang hanya berlangsung singkat tentunya di menangkan oleh vanya dan Lio. melihat cara bertarung mereka, bahwa mereka tidak terlalu pandai dalam hal beladiri.


setelah membereskan para preman, vanya, lio dan keyra langsung masuk kedalam mobil.


"cihhh, hanya sekumpulan sampah"ucap vanya sambil meludah ke arah mereka.


"ayok pulang"ajak Lio.


setelah beberapa menit keyra sampai di depan gerbang rumah nya yang mewah. ia langsung mengklakson supaya satpam rumahnya membukakkan gerbang.


Tin


tin

__ADS_1


tin.


setelah mendengar klakson mobil gerbang pun terbuka yang di bukakkan oleh satpam.


"eh non, tumben baru pulang jam segini"tanya sang penjaga gerbang.


"tadi ada masalah di jalan mang"jawab keyra sambil meljukan mobilnya ke halaman rumah nya dan di ikuti mobil yang di kendarai oleh Lio.


keyra dan vanya langsung keluar dari dalam mobil begitu sudah berhenti tepat di halaman rumah keyra. sedangkan lio tetap berada di dalam mobil. karna sang kakak sudah mengatakan, bahwa sudah mengantar keyra pulang mereka akan langsung pulang ke rumah.


"key kita langsung pulang ya"ucap vanya


"gak mampir dulu atau nginap sini aja, kan dah malam banget soalnya"ucap keyra sedikit memelas.


"Lain kali aja key, salam ya buat mama sama papa dan abang lo"ujar vanya sambil masuk kedalam mobil dan duduk di kursi samping pengemudi.


"ya sudahlah, hati hati jangan kebut kebut"ucap keyra sambil melambaikan tangannya melepas kepergian vanya dan lio. sebagai repon dari ucapan keyra vanya hanya dengan mangacungkan jempolnya keluar jendela.


Setelah sampai dirumah baru vanya lamgsung masuk ke dalam kamarnya sedangkan lio memarkirkan mobil di garasi serta mengunci pintu garasi.


"Kak, aku berangkat duluan ya. soalnya aku piket pagi soalnya"pamit lio sambil menghampiri sang kakak serta mencium pipi kiri vanya.


"iya hati hati jangan kebut kebut"ucap vanya, soalnya Lio mengendarai motor pergi ke sekolahnya.


"oke, kalau gak khilaf"jawab lio dengan santai.


"Dasar bocah"umpat vanya dengan kesal. Lio hanya menggapinya dengan tertawa kecil sambil berjalan ke garasi dimana motornya berada.


vanya yang sudah sarapan langsung kembali ke kamarnya dan tentunya sudah membereskan piring kotor di meja makan tadi.


vanya yang sudah siap bekerja langsung melangkah kan kakinya keluar rumah menuju mobilnya. ya dan hari ini vanya mulai menggunakan mobilnya untuk berangkat bekerja mengingat ia sudah merubah penampilannya menjadi lebih feminim.


Sampainya di kantor, walaupun sudah ada yang pernah melihat penampilan vanya sebelumnya masih ada karyawan lelaki yang terpesona dengan penampilan vanya yang cukup membuat mata tak dapat beralih dari vanya.

__ADS_1


di satu sisi ada satu pasang mata yang menatap benci penampilan vanya jauh terlihat elegant dari pada sebelumnya.


sampainya di meja kerja, vanya langsung menyelesaikan pekerjaannya yang kemarin belum di selesaikan.


Waktu makan siang, vanya dan kedua temannya makan di kantin kantor seperti hari hari sebelumnya.


"aduh bu sekretaris ini, makin hari makin cantik aja"seru teman vanya.


"iya ni, tu liat para karyawan lelaki mandangi elo terus t"ucap teman vanya yang satu lagi.


"apaan sih gak jelas"ucap vanya.


"coba liat cowok cowok yang ada di kantin ini, mereka menatap kagum sama lo"ujar tan vanya.


"bodo amat"ucap vanya dengan malas.


mereka yang di sibukkan menyuap makanannya kedalam mulut sehingga tidak ada pembicaraan lagi yang berlangsung.


"permisi, boleh gabung duduk di sini gak"ucap seorang lelaki.


"Oh silakan saja"ucap teman vanya.


"terima kasih" ucap lelaki itu sambil duduk di kursi samping vanya.


"kenalkan nama aku dika"ucap lelaki itu


Setelah mereka berkenalan satu sam lainnya mereka ber empat meneruskan menghabiskan makananya. Makan siang dan waktu jam makan siang hampir habis jadi mereka langsung keluar kantin.


Di luar kantin anggel dan teman nya sudah menunggu kedatangan vanya dan kawan kawan. saat vanya dan kawan kawan melewati anggel. anggel langsung menghampiri vanya.


"eh elo sekretaris ganjen"ucap anggel


"gak nyadar diri bu"ucap teman vanya, sedang vanya, dika dan teman vanya satu lagi hanya memperhatikan saja apa yang akan di lakukan oleh anggel.

__ADS_1


"Eh, gue gak ada urusannya sama lo ya. gue ada urusan sama ni sekretaris ganjen"ucap anggel dengan kesal sambil menunjuk nunjuk vanya.


"ada perlu apa"ucap vanya sambil melipat tangannya di depan dadanya.


__ADS_2