Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 30


__ADS_3

Sampainya di rumah vanya, kiandra dan Han duduk di ruang tamu rumah vanya. karna vanya memintak mereka untuk mampir sebagai ucapan terima kasih telah mengantar mereka pulang. kiandra yang mendengar bahwa vanya mengizinkan untuk mampir tidak menyianyia kan kesempatan untuk berbincang bincang dengan vanya. kapan lagi ada kesempatan seperti ini,pikir kiandra.


vanya dan lio sedang menyiapkan minuman serta cemilan apa adanya untuk menemani mereka mengobrol ngobrol di ruang tamu.


setelah cukup lama kiandra dan han pun pamit pulang ke kediaman mereka. mengingat hari sudah menjelang magrib.


Sesudah mengantar kiandra dan han di depan rumah vanya kembali ke rumah dan duduk di ruang tamu dimana di situ ada lio sedang bermain ponsel.


"Bang"ucap vanya dingin

__ADS_1


"Ha"ucap lio sambil mendongak ke arah vanya yang duduk di depannya sambil melipat tangannya di depan dadanya. melihat tatapan serta suara sang kakak yang setius akhirnya lio menghentikan aksinya bermain ponsel.


"ingat harus bisa mengontrol emosi, sekasar apapun orang menjelek jelakan kamu atau kehidupan kita. kamu harus tetap tenang. dan tidak semua kekerasan adalah jalan keluarnya dan masih ada cara lain yang lebih baik.ujar vanya.


"Dan kamu harus tau, anggaplah omongan orang itu sebagi motivasi untuk kamu kedepannya, jangan gegabah, jangan cepat mengambil kesimpulan"ujar vanya lagi


"biarkan saja selagi itu tidak merugikan kita, dan juga orang mempunyai hak untuk berkomentar. kembali lagi ke diri kita nya mau menanggapi atau tidaknya. selagi itu masih dalam batas wajar tidak usah di tanggapi. tapi kalau sekiranya abang sudah diam dan tiadak mau memperkeruh keadaan dan dia masih juga kekeh dengan ucapan maupun tindakannya. barulah abang bertindak yang menurut abang itu adalah solusi terakhir. ingat solusi terakhir, selagi masih bisa di kendalikan, kendalikan saja"jelas vanya panjang lebar dengan tatapan lembut serta tutur kata selembut mungkin supaya sang adik tidak salah arah dalam mengambil tindakan.


"iya akan abang ingat pesan kakak untuk kedepannya. dan maaf abang membuat kakak malu,kecewa sama abang hari ini"ucap lio dengan lirih.

__ADS_1


"kakak tidak pernah kecewa sama abang baik itu berhubungan dengan hari ini atau tidaknya karna abang adalah keluarga kakak satu satunya. jadi wajar saja kakak atau kita saling mengingatkan. untuk kejadian hari ini usahakan jangan sampai terulang lagi ya? belajar yang baik, dan tekun supaya abang jadi orang yang lebih baik dari kakak"ucap vanya


"Dan kakak selalu menyampaikan bahwa kakak tidak pernah melarang ataupun mengekang abang asalkan abang tau akan batasan uang wajar"sambung vanya lagi.


"iya kak, kakak emang kakak yang terbaik di dunia ini"ucap lio sambil memeluk vanya dari samping.


"sudah kakak mau istirah dulu besok mau kerja soalnya"ucap vanya sambil mengelus rambut lio. dan lio hanya menganggukkan kepalanya saat melihat sang kakak sudah beranjak darj tempat duduknya.


Sedangkan posisi kiandra hari ini, ia dalam perjalanan menuju rumah utama karna ia beberapa waktu yang lalu memutuskan tinggal sendiri di apartement. mendapatkan telpin dari sang ibu yang memintaknya untuk makan malam di rumah. kiandra pun memintak han untuk mengantrnya ke rumah utama dan mobil kiandra di bawak oleh han menuju ke apartement milik han.

__ADS_1


__ADS_2