Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 57


__ADS_3

Tak berselang lama waktunya makan siang, kiandra langsung melihat jam di tangnnya dan sudah waktu makan siang pikir kiandra.


melihat laura tengah bermain ponsel kiandra mendekati laura dan mengajak ia makan siang bersama di cafe yang tak jauh dari kantornya.


"ayo, waktunya makan siang"ajak kiandra saat sudah berdiri depan kiandra.


dengan semangat laura langsung berdiri dan memeluk lengan kiandra dengan posesif seolah olah ia ingin mengakui bahwa kiandra adalah miliknya.


"Lepaskan"ucap kiandra dengan tak suka sambil melepaskan tangan Laura yang melingkar di lengannya dan langsung keluar dari ruangan iti di ikuti oleh Laura di sampingnya dengan wajah tersenyum masam.


Sampainya di luar ruangan tepatnya tak jauh tempat meja kerja vanya berada kaindra melihat vanya tengah bersiap untuk makan siang dan ia pun dengan sengaja mengajak vanya makan siang bareng.


"Mau makan bersama"tawar Kaindra kepada vanya.


"gak usah pak makasih"tolak vanya sambil melirik ke arah laura yang menatap sinis ke arahnya.


"ini perintah"ucap Kiandra dengan mutlak. mendengar hal itu vanya mau tidak mau langsung menyetujui ajakan kiandra.


ketiganya masuk ke dalam lift saat lift sudah sudah samapi di lantai dasar ternyata kiandra juga mengajak Han untuk makan siang bersama. jadilah ke empatnya makan siang bersama dengan mengendarai mobil kiandra. vanya duduk di sampin Han yang tengah mengemudikan mobil sedangkan Laura dan kiandra duduk di belakang.


Dengan tak tahu malunya Laura ia langsung menyenderkan kepalanya di pundak kiandra, walaupun kiandra risih tapi tidak bisa menghindar toh percuma pikir kiandra.


Sampainya di cafe mereka berempat menuju ruang privat room di lantai 2 cafe tersebut.


Sampai nya di meja mereka mulai memesan makanan mereka masing masing.


"Silakan mas mbak"ucap seorang pelayan wanita cafe tersebut sambil memeberikan dua buku menu kepada rombongan kiandra.


"Kamu mau pesan apa"tanya Laura ke pada kiandra, sedangkan Han dan vanya hanya melihat daftar menu makanan serta minuman yang mereka inginkan.


"Sama kan saja"ucap Kiandra acuh sambil memainkan Hpnya.

__ADS_1


"kamu mau makan apa va?"tanya han


"samakan saja sama kamu"ucap vanya yang malas melihat daftar menu.


"aku kebelakang dulu"pamit vanya sambil beranjak dari tempat duduknya menuju arah toilet.


"bagaimana kalau nasi goreng seafood?"tanya Laura kepada kiandra dengan suara manja kepada kiandra.


"Terserah"ucap kiandra dengan ketus. Han hanya menahan tawa mereka melihat respon kiandra terhadap Laura. Laura jangan di tanya lagi ia sangat kesal sikap kiandra yang seolah olah tidak memperdulikan mereka.


"nasi goreng seafoodnya 4 jus jeruk nya juga 4 mbak"ucap Han dengan cepat seakan ia tahu kiandra sangat malas menanggapi ucapan Laura.


"ada lagi?"tanya pelayan itu


"Cukup itu saja"sahut Laura karna saat pelayan itu bertanya kiandra dan juga han kompak melihat ke arahnya dan alhasil ia menyetujui pesanan tersebut.


"silakan di tunggu mas mbak"ucap sang pelayan sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga.


selepas pelayan itu pergi, vanya pun sudah berjalan mendekat ke arah meja ketiga orang tersebut dan langsung duduk di kursi yang di awal dia duduki yaitu di samping Han.


"Sudah di pesan makanannya?" tanya vanya saat sudah duduk di kursinya.


"sudah"sahut Han.


Sambil menunggu pesanan mereka, mereka berempat memainkan ponselnya masing masing. Kiandra dan juga han sama sama membuka surel, Vanya memainkan game onlinenya sedangkan laura menscroll media sosialnya.


Menunggu beberapa menit pesanan mereka tiba dan langsung di hidangkan di depan mereka masing masing.


Mereka menghentikan aktifitas bermain ponsel mereka kecuali vanya yang baru saja bertempur di game onlinenya. melirik sekilas mekanan serta minuman yang ada di depannya vanya langsung meminum jus nya.


Mereka makan dalam keheningan dan hanya bunyi sendok saja yang terdengar di meja itu.

__ADS_1


Vanya yang sesekali makan di sela sela permainannya tidak terlalu memperhatikan apa yang ia makan. vanya hanya tau bahwa yang ia makan nasi goreng yang rasanya sangat enak menurut vanya.


Saat makanannya tinggal setengah, vanya menghentikan sendoknya yang akan ia masukkan ke dalam mulutnya saat ia merasa asing ada beberapa pelengkap nasi goreng tersebut.


Dengan cepat ia meletakkan Hp nya dengan kasar di atas meja , seketika ketiga orang itu menoleh ke arah vanya mengernyit herang dengan tingkah vanya.


"ada apa"tanya kiandra heran.


"Nasi goren apa ni"tanga vanya sedikit gugup


"Nasi goreng seafood"jawab cepat Laura dengan ketus.


Mendengar ucapan Laura vanya memejamkan matanya saat nafasnya mulai terasa sesak dan bintik bintik merah mulai namapak di permukaan kulitnya.


"kamu kenapa?"tanya kiandra melihat vanya mengatur nafas dengan kasar.


"A-aku al-lergi sea-afood"ucap vanya dengan nafas tersengal.


mendengar ucapan vanya yang terbata bata Kaindra langsung berdiri mendekati vanya yang bersandar di bahu Han yang tengah mengatur nafasnya.


"Vanya, badan kamu mulai memerah"ucap Han sambil memegang kedua sisi wajah Vanya melihat tingkah Han kiandra merasa kesal dan menatap tajam ke arah Han.


Laura hanya melihat saja kejadian itu dia melanjutkan makannya tanpa gangguan apapun.


"Kerumah sakit sekarang"putus kiandra dengan wajah panik dan dengan cepat ia menggendong vanya.


"a-ku ti-dak ap-p-pa" ucap vanya yang masih berusaha mengatur nafasnya.


"Han cepat"pinta kiandra dengan sedikit berteriak saat Han masih di meja kasir untuk memasukkan tagihan kantor. dengan terburu buru mereka masuk ke mobil dan meninggalkan Laura yang tengah kesal setengah mati melihat raut muka kiandra dengan panik.


"Lebih cepat han"perintah kiandra yang saat ini mobil mereka sudah melaju ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


"jalannya macet"ucap Han tak kalah kesalnya, karna ia juga merasa bersalah karna memesankan vanya makanan pembawa bencana itu pikir Han.


Di kursi belakang vanya yang masih dalam pangkuan kiandra masih dalam kondisi sesak dan air matanya sudah mulai menetes melihat kondisi vanya seperti itu kiandra menjadi gusar tanpa sadar ia mencium puncak kepala vanya sampai berkali kali.


__ADS_2