
Memasuki pintu perysahaan alfandra corp dengan berjalan santai tanpa mengurangi ketegasannya di setiap langkahnya lelaki itu di tuntun oleh salah satu resepsionis yang menuntun mereka berdua menuju ruang rapat.
Jika biasanya pemilik perusahaan itu yang akan menyambut sang tamu, maka beda halnya lelaki itu.
karna ia memiliki tujuan tersendiri agar sang pemilik tidak menjemputnya di lobi ataupun di depan pintu masuk kantornya.
Sampainya di depan pintu ruang rapat yang sudah akan di bukak oleh petugas resepsionis itu membuat perasaannya tidak karuan.
Ceklekkk
pintu ruang rapat terbuka dari luar, tiga orang yang berada di dalam ruangan itu ternyata sudah berjalan menuju pintu untuk menyambut sang tamu yang sudah di tunggu kedatangannya.
"Selamat datang Tuan Alexander"ucap kiandra sambil menjabat tangan sang tamunya.
Deg
Deg
Vanya yang tadinya merasa sungkan untuk menatap ke arah tamu bos nya mulai melihat ke arah suara yang ia rasa mengenalnya.
"Terima kasih sudah mengundang kami"ucap Alex dengan suara berat dan penuh ketegasan dalam setiap kata kata yang keluar dari dalam mulutnya.
Galaksi Alexander adalah Ceo Glax corp yang memimpin beberapa anak cabang perusahaan yang ada di mana mana.
Di dunian bisnis orang menyebutnya sebagai raja bisnis yang genius hal itulah yang menjadi ia sampai sekarang menguasai berbagai bisnis di Asia bahkan ia juga termasuk salah satu orang yang berpengaruh di dunia bisnis.
....
Sesudah keduanya saling menyapa kini kedua asisten dan sekretaris yang akan saling menyapa sang tamu atasannya.
"Selamat datang tuan Alex dan Aisten Greg perkenalkan nama saya Han asisten tuan kiandra"ucap Han dengan menundukkan kepalanya.
Keduanya hanya menundukkan kepala saja sebagai repon perkenalan dari Han.
Beralih kepada vanya yang menatap tamu bos nya dengan tatapan yang sulit di mengerti oleh Kiandra dan juga Han. melihat hal itu Han dengan ini siatif menyenggol lengan vanya yang ada di samping kirinya.
Tersadar akan situasi vanya mulai menguasai dirinya.
"Se-selamat datang tuan tuan saya Vanya sekretaris tuan kiandra"ucap vanya dengan sedikit gugup dengan pandangan mata menatap mata Alex sejak tadi.
Alex melihat vanya sedari tadi menatapnya dengan berbagai isyarat matanya yang hanya bisa di baca oleh alex hanya menghela nafas.
__ADS_1
"Senang bertemu dengan anda nona"ucap Greg untuk mengalihkan suasana yang mulai terlihat membingungkan menurut kiandra dan juga Han.
"Mari tuan alex"ajak kiandra sambil mengajak Alex untuk duduk di kursi yang sudah dia sediakan.
Berjalan menuju kursi kedua petinggi perusahaan itu berjalan terlebih dulu dan di ikuti oleh ketiga orang di belakangnya.
"kamu tidak pernah berubah"ucap vanya dalam hal hati sambil memandang punggung lebar Alex dengan sorot mata sendu, kecewa kesal dan penuh kerinduan menjadi satu.
Han melihat perubahan raut wajah vanya mulai bertanya tanya apakah vanya ada hubungannya sama tuan Alex pikir Han sesaat.
Duduk di meja bundar entah keberuntungan atau gimana posisi vanya berhadapan dengan Alex membuat vanya tidak karuan karna tuan alex sesekali memperhatikan vanya sedari tadi.
Kedua belah pihak mulai memasang muka serius untuk memulai rapat pengajuan kontrak ini.
Vanya yang bertugas memaparkan materi sudah berdiri dan berjalan ke depan untuk mempresentasikan materi sebagai pendukung pengajuan kerjasama ini.
Kedua belah pihak menyimak dengan seksama apa yang di sampaikan oleh vanya, dengan kepercayaan dan keyakinann yang kuat ia akhirnya menyelesaikan presentasi ini dengan baik dan cukup sempurna.
Alex hanya memandang ke arah vanya saat vanya menatap ke arah Alex pandangan keduanya bertemu. Walaupun seperti itu pemaparan materi tetap berjalan dengan baik.
karna keduanya sangat pandai menguasai diri mereka masing masing.
"Sangat memuasakan presentasi anda nona"ucap Alex dengan santai.
"Terima kasih tuan saya anggap itu sebagai pujian anda"ucap vanya dengan santai serta tersenyum manis ke arah clien bosnya.
"Bagaimana tuan Alex apakah untuk kerjasama kita ini sepakat"ucap kiandra dengan penuh harap serta kehati hatian dalam bertutur kata.
"Tentu saja"ucap Alex dengan yakin sambil bersandar di kursi yang ia duduki.
Mendengar ucapan Alex adalah bagi kiandra banyaknya angin segar yang saat ini mengelilingi dirinya.
Pengajuan, pembacaan serta penandatangani kontrak kedua belah pihak sudah selesai.
untuk menahan tamunya serta memberikan kesan kepada sang tamunya kiandra berinisiatif dengan mengajaknya makan siang.
"Jika tuan Alex berkenan bagaimana kita makan siang bersama sebagai bentuk terima kasih kami karna tuan sudah menyetujui unyuk kerja sama perusahaan saya"ucap kiandra dengan penuh harap.
mengingat orang di depannya afalah orang yang sangat sibuk serta tidak bisa sembarangan berbicara agar tidak memancing kemarahan sang tamunya.
"tentu"ucap Alex singkat.
__ADS_1
"Baiklah mari, kami sudah memesankan restoran yang tidak jauh dari perusahaan kami"ucap kiandra sambil berdiri di ikuti oleh Han dan juga vanya serta kedua tamu tersebut.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang waktu makan siang dan para karyawan bersiap untuk menuju kantin dan ada juga yang makan di luar perusahaan.
Keluar dari dalam lift yang ada di lantai dasar berpapasan dengan para karyawan yang melihat ke arah sang bos nya.
seketika mereka terpana akan karisma dan aura yang di keluarkan oleh Alex.
Melihat situasi itu vanya merasa kesal dan tak sengaja ia mendesis melihat tatapan para keryawan itu kepada alex.
"haiss"ucap vanya dengan bergumam.
Tapi hal itu cukup terdengar oleh Alex yang berjalan di depannya.
Dengan senyum tipis Alex merasa vanya tidak pernah berubah menurutnya.
mengalihakn tatapan dari kiandra alex menatap tajam ke arah para karyawan wanita yang tengah memujinya dengan berbagai pujian yang ia dengar.
mendapat tatapan tajam dari alex mereka akhirnya menjauh dari posisi mereka.
"gila tatapannya serem uyy"
"iya, tapi emang dia sangat cool dan berkarisma"
"meleleh hati dedek melihatnya"
itulah ucapan ketiga wanita yang terus memandang ke arah Alex dengan tatapan mendamba.
"Maaf jika membuat anda tidak nyaman tuan"ucap kiandra dengan tidak enak hati.
karna ia juga sedikit mendengar pujian pujian yang terlontarkan dari mulut karyawanya.
"iya"ucap Alex singkat.
Sampainya di parkiran mereka masuk kedalam mobil masing masing yang sudah menunggu mereka di luar pintu masuk.
Mobil kiandra yang berisikan Han dan vanya di sampinya sedangkan kiandra duduk di belakang sambil memangku tablet di tangannya.
Mobil yang satu mengikuti di belakang mobil kiandra berisikan Greg yang menywtir dan Alex duduk di belakang sambil memandang keluar jendela.
Sampainya di depan restoran yang cukup mewah kedua mobil itu berhenti di tempat parkir khusus mobil tamu vvip.
__ADS_1