Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 18


__ADS_3

"Hais ternyata banci yang mau ajak gue keranjang"ucap vanya seakan putus asa.


"Berengsek"umpat preman tersebut.


"Hai kalian serang dia sepertinya ia bukan gadia biasa"ucap salah satu preman


Buk


Buk


Buk


kreakk


akhhhhhh teriak bebrapa preman yang tangannya di patahkan oleh vanya dan ad beberapa menahan perutnya akibat pukulan serta tendangan vanya.


saat vanya tengah asik mengahajar preman itu, ternyata salah satu preman itu mumukul bagian punggung belakang vanya dan vanyapun tersungkur ke aspal.


Kiandra yang melihat vanya tersungkur ke aspal merasa kahwatir dan berniat membantu vanya tapi sayangnya vanya langsung berdiri dan menghajar babi buta preman yang memukulnya.


dalam kondisi ini ia pun mengeluarkan pisau lipatnya yang ia selipkan di pingganggnya.


Sret


sret


dua goresan vanya berikan di paha preman tersebut. dan ia langsung menusukkan pisau itu kejantung si preman dan preman tersebut langsunh tak sadarkan diri karna shok akan serangan tak terduga dari vanya. rekan sesama preman mulai menyerang vanya dengan brutal begitu pula dengan vanya.


kembali vanya lengah ia mendapatkan pukulan di punggungnya dan alhasil ia terjatuh, dan kedua lututnya menjadi tumpuannya. dalam kondisi yang cukup tedesak vanya kembali menyerang mereka dengan bantuan kayu yang di pakai preman tadi untuk memukul vanya.


Buk


Buk


Buk

__ADS_1


vanya memukul anggota badan sang preman yang akan menyerangnya. alhasil vanya berhasil melumpuhkan mereka dengan memukul titik sensitiv para preman tersebut.


"Brengsek banci kalian semua"umpat vanya sambil meludah sembarangan karna sudut bibirnya terkena pukulan.


"Hais baju ku terkena darah kotor kalian"umpat vanya sambil melepaskan kanving bajunya.


vanya melangkah kan kakinya ke arah kiandra dan Han yang masih sok akan apa yang mereka lihat saat ini. vanya sudah melepaskan baju maupun roknya sehingga ia hanya mengenakan tanktop yang ketat dan celana pendek sepaha. dan nampaklah setengah paha mulus vanya.


kondisi sudah terkendalai kiandra langsung berjalan cepat ke arah vanya.


"kamu gak papakan?"tanya kiandra sambil memeluk vanya.


"akhhh, pak lepas "ucap vanya sedikit meringis karna kiandra sedikit menekan luka memarnya.


"eh sorry sorry"ucap kiandra sambil melepaskan pelukannya.sedangkan Han hanya menerka nerka yang ada di pikirannya.


"ayo kita pulang"ajak Han karna suasananya mulai canggung.


Kiandra han dan vanya melanjutkan kembali perjalanannnya. vanya yang masih duduk tegap di samping han mengemudi sedikit berkeringat dingin karna ia merasakan tulang punggungnya sangat sakit. hal itulah iya tidak bisa menyandarkan badannya di di kursi.


Dimas yang melihat kevin tergesa gesa mengeluarkan motornya akhirnya ia beraikeras untuk ikut tanpa tau apa yang terjadi. dapat ia lihat wajah kahwatir kevin sehingga ia memutuskan untuk ikut.


"kenapa van" tanya Han


"gak papa"ucap vanya singkat


sekitar 30 menit mobil yang di kendarai oleh Han berhenti mendadak melihat ada motor yang melintang dengan mengerem mendadak di depan mobil itu.


ckitttttt


arghhh suara vanya kembali meringis karna badannya kembali kebentur ke dasbor mobil.


"maaf van didepan ada motor yang nyalip dan berhenti mendadak"ucap Han dengan siaga mengingat tadi mereka sudah di hadang preman dan kali ini apalgi pikir mereka.


vanya yang melihat dua orang pemotor itu turun dan langsung mengetok kaca tempat duduk vanya. kiandra yang melihat itu langsung turun dan di ikuti oleh Han.

__ADS_1


"mau apa kalian"tanya kiandra


"kami tidak ada urusan sama kalian, kami ada perlu sama vanya"ucap kevin


ya yang pengendara motor tersebut adalah kevin dan dimas kebetulan mereka lagi ada di markas di sekitar tempat itu jadi tidak memerlukan waktu yang lama mereka bisa mengejar laju kendaraan mobil Han.


vanya yang mengenali suara dan motor itu langsung turun.


"apa yang terjadi"tanya kevin dan dimas secara bersamaan


"sepertinya tulang punggung ku cukup parah"ucap vanya yang sedikit meringis.


kevin yang melihat penampilan vanya sudah menduga pasti mereka terlihat habis berkelahi.


"ya sudah ayo kita pulang"ucap dimas


"dim elo gak papakan naik motor sendiri, gue naik mobil sam yang lainnya"tanya kevin yang sangat sedih campur kahwatir melihat kondisi vanya.


"iya santai saja"ucap dimas sambil melepaskan jaketnya, dan meletakkan di bahu vanya biar vanya tidak kedinginan.


"ayo kita ke rumah, tenang aja gak ke rumah elo"ucap kevin yang melihat kekehawatiran vanya mengingat nanti sang adik sangat kahwatir akan kondisinya.


dengan han yang masih di posisi mengemudi, kiandra duduk di belakang dan kevin di sampin pengemudi. melihat itu kiandra pikir akan duduk di sebelah nya tapi ternyata dugaannya salah.


saat kevin sudah duduk di kursi penumpang kevin tidak menutup pintu mobil hal ith membuat Han dan kiandra bertanya tanya. setelah kevin duduk dengan nyaman barulah vanya duduk di atad kedua paha kevin dan mengahadap ke arah kevin. berhubung punggung vanya tidak bisa menyender di sandran kursi dan hal itu sontak membuat kiandra maupun han sangat sok akan apa yang mereka lihat.


apalagi vanya dengan santainya memejamkan matanya di lehar kevin.


"udah tidur aja"ucap kevin sambil mengelus kepala vanya.


vanya yang nyaman akan kondisi itu mulai tertidur. karna baik kevin ataupun dimas mereka menganggap vanya adalah adik yang sangat berharga begitu juga dengan Lio.


"ikuti motor itu"ucap kevin dengan suara dingin


kiandra yang melihat sikap kevin kepada vanya merasa tidak suka melihatnya apalagi vanya menenakan pakain yang cukup terbuka.

__ADS_1


__ADS_2