
Keheningan yang terjadi di dalam mobil itu tidak berlangsung lama saat handphone vanya berbunyi.
Drettt Drettt Drettt. vanya yang tengah fokus melihat ke arah luar kaca mobil, langsung teralihkan saat mendengar getaran ponselnya. melihat nomor yang tidak di kenal menelponnya, vanya mengernyitkan keningnya dan akhirnya dia abaikan telpon itu. setelah telpon itu mati Hp vanya kembali berbunyi melihat vanya yang tidak mengangkat telponnya kiandra pun langsung berucap.
"angkat saja siapa tau penting"ucap kiandra
"baik pak"ucap vanya, karna sedari tadi ia kepikiran siapa yang menelpon nya berkali kali dan ia ingin mengangkatnya tapi ia tidak mau mengganggu kiandra dan Han. dan pada akhirnya vanya pun mengangkat telponnya yang kembali berdering.
"Hallo"ucap vanya dengan ramah,
"ya Hallo, apa ini dengan wali Sehalio"tanya sang penelpon.
"iya benar, saya kakak nya"jawab vanya.
"begini buk, saya wali kelasnya Seha, mau membritahukan kepada ibu untuk datang ke sekolah"ucap sang wali kelas lio.
"ada apa ya buk, apa adik saya membuat masalah?"tanya vanya sedikit tegang. karna ia tau Lio adalah adik yang tidak suka mencari masalah ataupun keributan.
"untuk hal itu silakan ibu langsung saja ke sekolah biar lebih tau pastinya"ucap wali kelas lio.
__ADS_1
"baik bu saya akan kesana segera"ucap vanya dan langsung mematikan smbungan telponnya.
Kiandra dan Han hanya memperhatikan raut wajah tegang vanya saat pembicaraan berlangsung. setelah mematikan sambungan telpon vanya langsung memintak han untuk berhenti karna ia tidak kembali ke kantor dan akan memenuhi panggilan sang wali kelas untuk memintaknya datang ke sekolahan lio.
"Hmm maaf asisten Han bisa hentikan mobilnya, karna saya akan pergi kesekolahan adik saya dan tidak bksa ikut kembali ke kantor"ucap vanya. han yang mendengar permintaan vanya langsung melirik ke arah kaindra, mendapat lirikan dari han kaindra pun langsung mengatkan.
"tidak usah berhenti han, biar kami antar. lagi pula tidak ada pekerjaan yang penting"ujar kiandra.
"tidak usah pak, saya naik taksi saja"ucap vanya dengan rasa tidak enak. karna ia menumpang dan juga arah sekolah lio juga melewati kantor mereka.
"lanjutkan perjalanannya han"ucap kaindra dengan tegas dan Han pun langsung melajukan mobilnya ke sekolah Lio.
Sampainya di sekolahan Lio, vanya langsung bergegas turun dari dalam mobil dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada kiandra.
sedangkan di dalam mobil kiandra.
"ki, apa kita langsung kembali ke kantor?"tanya Han.
"tidak perlu kita tunggu vanya saja, sepertinya dia tidak akan lama"ucap kiandra menunggu didalam mobil sambil menyibukkan diri mereka masing masing dengan ponselnya.
__ADS_1
Vanya yang sudah turun langsung berjalan menuju ruangan wali kelasnya Lio.
"apa anda wali kelasnya Lio"tanya guru tersebut.
"iya saya kakaknya"jawab Vanya
"ah baiklah mari ikut saya ke ruangan rapat karna adik anda ada di sana dan beberapa temannya serta wali mereka. vanya langsung mengikuti guru tersebut.
"permisi saya kakaknya SehaLio"ucap vanya sambil masuk ke dalam ruang rapat. ia melihat kondisi sang adik yang acak acakan dan beberapa lebam di mukanya dan di muka kedua temannya. melihat kondisi sang adik vanya langsung menghela nafas berat sedangkan lio yang berdiri di pojokkan sambil menatap sendu sang kakak. dari sorot matanya vanya menangkap penyesalan apa yang di lakukan sang adik.
vanya yang melihat tatapan sendu sang adik langsung tersenyum manis ke arah sang adik.
"karna semuanya sudah berkumpul jadi begini ibu ibu dan bapak bapak sekalian"ucap kepala sekolah yang memulai pembicaraan.
"begini semuanya anak anak ini terlibat perkelahian, dan kami mengumpulkan wali murid ini akan berbuat tegas kepada mereka"ucap kepala sekolah dan yang lainnya hanya pendengar setia.
setelah kepala sekolah selesai bicara,
vanya langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah lio, delon dan kenan untuk memintak penjelasan.
__ADS_1
"jelaskan"ucap vanya sambil melipat kedua tangannya dan menatap ke arah lio dan yang lainnya. sedangkan wali murid lainnya hanya mendengarkan saja.
melihat tatapan tajam vanya ketiga teman lio dan lima murid lainnya hanya menundukkan kepalanya saat melihat tatapan vanya yang sedikit membuat mereka takut. melihat mereka semua menundukkan kepala, vanya pun langsung mengangkat dagu lio sambil tersenyum manis ke arah lio. karna ia sedari tadi berdiri di depan Lio.