
Sampainya di depan rumah Vanya, mobil mewah itu berhenti dengan sempurna.
Keduanya turun, Alex mengedarkan pandangannya di setiap penjuru rumah vanya yang minimalis berlantai 2.
sampai di depan teras rumahnya vanya mengizinkan Alex untuk mampir ke rumahnya.
"Mampir dulukan?"tanya vanya sambil berdiri menghadap ke arah Alex.
"tentu saja"ucap Alex tanpa sungkan.
Keduanya masuk ke dalam rumah tersebut. saat sudah di dalam rumah vanya dan Alex melihat Lio tengak duduk di sofa dengan televisi menyala tapi orangnya sibuk memainkan ponsel di tangannya.
Mendengar suara pintu terbuka Lio sudah menebak bahwa vanya baru pulang.
"kenapa telat pulangnya kak?"tanya lio tanpa melihat vanya.
"pengen saja"ucap vanya sambil menghempaskan badannya di sofa samping sang adik duduk.
Sedangkan Alex berdiri di belakang keduanya. melihat ke akrapan kakak beradik itu membuat Alex semakin menyayangi keduanya yang sudah ia anggap sebagai keluarganya.
"Ekhemmm"deheman keras membuat Lio menoleh ke arah vanya.
"Kakak bawak temen kesini?"tanya Lio dengan raut wajah bingung. apalagi melihat wajah vanya yang seakan tidak ada orang lain lagi di rumahnya.
__ADS_1
"entah"ucap vanya acuh
"Ekhemm"deheman Alex semakin keras. Lio yang merasa bahwa ada seseorang di belakangnya mulai menoleh kebelakangnya.
saat pandangnnya tepat pada pinggang seseorang dengan perlahan Lio menaikkan pandangannya.
seketika matanya membulat karena kaget melihat seorang lelaki yang sama berarty nya dengan kakanya vanya.
"Abanggggg"teriak lio yang cukup keras dengan reflek ia melangkah naik ke sofa dan melompat memeluk Alex dengan erat.
"Abang kemana saja?"tanya Lio karna ia sudah lama tidak mendengar berita tentang calon kakak iparnya.
"Ternyata kamu sudah tambah tinggi boy"ucap Alex tanpa menjawab pertanyaan dari Lio.
"Tentu saja, aku kan harus menjaga kak vanya"ucap lio dengan santai.
"Harus itu boy"
"gimana sekolah?"tanya Alex sambil duduk di samping vanya.
"ya hanya gitu gitu saja tidak ada yang spesial"ucap Lio dengan acuh.
"Dasar kamu ini"ucap Alex pelan.
__ADS_1
"Sayang aku pergi dulu ya, soalnya aku mau ke markas"pamit Alex kepada vanya dan juga Lio.
Karena Alex berencana akan pergi kemarkas, karena ia sudah lama tidak bertemu dengan teman temannya disana.
"Hati-hati, jangan kebut-kebutan"peringat vanya yang mengantar Alex ke pintu depan.
"Gak janji ya"ucap Alex dengan tersenyum.
........................................................
**HALLO GUYS INI NOVEL TERBARU AKU YA, DIBACA-BACA SAJA DULU SIAPA TAU KALIAN SUKA,HEHEHE.
Untuk novel "Pesona Sang Sekretris"kita bakal tetap update koq, jadi tenang saja. Mohon dukungan kalian para pembaca agar sang author tambah semangat untuk update cerita baru.
Terima kasih sudah sejauh ini mengikuti alur cerita dari novel pesona sang sekretaris.
Saya doakan semoga kita semua sehat selalu dan bisa sukses dengan apa yang kita lakukan saat ini.
Berkaryalah sebaik mungkin, dan jika karyamu belum berhasil anggap saja itu sebagai motivasi untuk kedapnnya.
#Tetap semangat**.
__ADS_1
Silahkan dibaca guys, komen dan like kalian sangat berarrti untuk novel kedua ini. Dari komentar kalian jadi bisa membuat para author tambah semangat update dan memperbaiki kesalahan dalam pembuatan alur ceritanya menjafi semakin menarik lagi tentunya.