
Jam berganti jam hari berganti hari, kini vanya seperti biasa saat pagi hari ia akan berangkat ke kantor untuk bekerja seperti biasanya. ia melajukan mobil dengan santai karna ia sengaja berangkat lebih pagi, supaya bisa menghirup udara yang bebas polusi mengingat padatnya kendaraan saat jam kantor.
Begitupun juga dengan Lio ia tengah memarkirkan motornya di parkiran dan tak lama delon dan kenan turun dari dalam mobil yang sama. merekapun melanjutkan langkah mereka ke kelas dan mereka juga kebetulan sekelas.
Sampainya di kelas ternyata guru yang mengajar sudah mau memasuki dalam kelas yang berarrti guru mereka berada tak jauh dari belakang mereka. pelajaran pertamapun dimulai dengan khitmad apalagi tiga sekawan itu memiliki otak yang cukup cerdas jadi mereka mengikuti plajaran dengan cukup baik.
Walaupun mereka sesekali bermain game di kolong meja mereka tanpa membuat keributan.
Jam pelajaran pun usai dan mereka mulai memasukkan buku ke dalam tas masing masing.
"Kantin yok"ajak kenan
"Kuyy"sahun delon dengan semangat, sedangkan Lio hanya mengikuti kedua temannya dan juga ia mau ke kantin juga.
sampai di kantin mereka membahas berita yang terjadi kemarin yaitu tentang kecelakaan yang menimpa kakak kelas lio. yang pernah mengeroyok Lio beserta kedua karipnya.
"Udah dengar berita belum"tanya delon sedikit berbisisik walaupun kenyataan kursi sebelah mendengar ucapan delon.
"kayak ibu ibu aja lo menggosip"sahut Lio
__ADS_1
"kayaknya dah ganti jenis kelamin ni"sahut kenan tak kala membuat wajah delon semakin kesal.
"Tentang kecelakaan yang menimpa dirga kan?"Tanya Lio dengan cepat.
Dirga adalah kakak kelas lio yang mengganggu ia dan kawannya dan mengakibatkan mereka kena hukuman serta di larang belajar selama beberapa hari, dan dirga juga yang merencanakan kecelakaan Lio yang mengakibatkan adik kesayangan vanya itu masuk rumah sakit dan harus di rawat beberapa hari.
"kok lo tau"tanya delon heran padahal ia belum memberitahukan kepada kedua temannya.
"Beritanya kesebar di seluruh stasiun televisi ogeb"sahut kenan sambil menoyor kepala delon.
"koq gue lupa ya"ucap delon sambil mengusap kepalanya.
"Kalo liat dia kayak gitu kasian juga ya, ya walaupun ia sempat mencari gara gara sama kita"ucap kenan sedikit kesal.
Lio hanya menanggapi dengan deheman saja ucapan kedua temnnya, entah kenapa ia kepikiran kakaknya vanya ada hubungan atas kejadian tersebut pikir lio tapi ia tidak mau berburuk sangka dahulu.
"gue juga dengar dari bokap katanya kepalanya sedikit bocor dan kaki kanannya harus memakai gips, kayaknya kakinya patah mungkin"ucap kenan dengan sikap acuh.
Posisi vanya saat ini ia tengah mengerjakan beberapa file dokumen serta surat kontrak kerja sama dan ia harus bolak balik ke ruangan kiandra untuk merevisi surat kontarak kerjasama itu, mengingat yang mendatangani surat itu berasal dari perusahaan Besar dan No 1 di asia.
__ADS_1
Jika kiandra pengusaha terbesar di indonesia maka investor itu terbesar seasia jadi tidak heran surat itu harus perfec pikir kiandra.
Jam makan siang tiba vanya hanya memesankan makannya dari OB saja karna ia harus menyelesaikan kontarak itu dengan cepat dan tanggung jika meninggalkannya.
Begitu juga dengan Kiandra ia melakukan hal yang sama apa yang di lakukan oleh vanya. ia juga mempersiapkan segala macam apalagi tamu nya ini sangat istimewah yang berkenan mengunjungi perusahaannya.
Hal itu harus di persiapkan mengingat waktunya tinggal kurang dari 3 hari lagi pertemuan itu terlaksana.
Berkutat dengan beberapa surel dan dokumen membuat kaindra dan juga vanya tidak menyadari jam pulang sudah hampir lewat.
Saat ia menyadari jam sudah menunjukkan pukul 4 lewat di tangannya, iapun membereskan pekerjaannya karna sudah selesai.
Saat keluar dari ruangan ia melihat vanya tengah merapikan meja kerjanya dan bersiap akan pulang kini keduanya pulang cukup telat dari karyawan lainnya.
"Mari pak"ajak vanya sambil berjalan samping kiandra menuju lift. sampai di dalam lift yang menuju lantai dasar keduanya diam membisu, mereka berdua merasa canggung akan kesunyian dalam lift mengingat mereka hanya berdua saja di dalam lift. seketika lift berhenti di lantai dasar dan kedua sama sama melangkah tanpa meraka dasar bahwa mereka jalan beriringan.
Sampai di luar kantor vanya langsung menuju parkiran mobilnya sedangkan kiandra langsung masuk mobilnya karna sang sopir sudah menggu di depan kantornya.
"Mari pak"ucap vanya tersenyum lembut sambil melngkahkan kakinya ke menuju mobilnya.
__ADS_1
Seseorang yang melihat interaksi keduanya seolah olah mempunyai kedekatan khusus antara ceo dan sekretaris itu menjadi kesal. karna bukan kali ini saja ia melihat sang atasan bersama sekretarisnya itu berduaan. Hal itu membuat api cemburu dalam dirinya mulai naik ke ubun ubun kepalanya.