Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 68


__ADS_3

Melangkahkan kaki menuju lantai dasar dangan raut wajah bahagia vanya tampakkan saat ia membalas sapaan para karyawan yang menyapanya.


keluar dari gedung tempatnya bekerja, vanya melirik jam di dangannya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore tanda tanda kehadiran Alex pun belum terlihat.


Vanya menghela nafas pasrah sepertinya ia sedikit kecewa karna sepertinya Alex tidak bisa menjemputnya.


Berjalan dengan gontai keluar dari gerbang perusahaan Alfandra Corp.


kecewa sedih rasa keduanya menjadi satu di hati vanya. berharap lelaki yang di cintainya menjemputnya akan tetapi ia hanya menelan kekecewaan semata.


"Huffttt, sudahlah mungkin ia sibuk"gumam vanya sambil berjalan menundukkan kepalanya menuju gerbang keluar..


"jangan beri aku harapan jika itu bisa membuat ku kecewa"ucap vanya dengan lirih tentunya raut kecewa dari wajahnya tidak bisa ia sembunyikan.


Berjalan dengan keadaan lesu dan hanya menundukkan pandangannya vanya tidak menyadari bahwa mobil berwarnah hitam sudah ada berhenti yang tak jauh di depannya.


Sibuk akan pemikirannya dan hanya menatap jalanan di bawahnya vanya merasa heran kenapa ada sepatu fantopel berdiri diam menghadang jalannya yang menghadap ke arahnya.


Penasaran akan pemilik sepatu itu vanya mendongakkan pandangannya dari jalan di bawahnya.


seketika ia membatu dan hanya melihat dengan lekat lekat lelaki di depannya yang sudah berdiri dengan gagahnya.


Masih lengkap dengan pakaian kerjanya lelaki itu tersenyum melihat wanitanya yang hanya menatapnya dengan sejuta rasa di hatinya.


Merentangkan kedua tangannya dan di sertai senyum tipis menandakan bahwa lelaki itu sudah bersiap memeluk wanitanya.


tersadar akan keterkejutannya dari suara yang ia rindukan vanya langsung memeluk erat tubuh lelaki itu.


"baby"ucap Alex dengan lembut serta tatapan hangatnya.


"kenapa Hmm?"tanya alex yang merasakan badannya di peluk erat oleh vanya.


vanya hanya menggelangkan kepalanya yang masih dalam pelukan lelaki itu.


"Maaf tidak menjemput mu lama"ucap Alex dengan sesal.


"tidak apa apa honey"ucap vanya sambil tersenyum saat pelukan mereka merenggang.


Sadar akan situasi Alex langsung mengajak vanya pulang.


"masuklah"ucap Alex saat pintu mobil sudah ia bukak. tanpa membuang waktu vanya langsung masuk mobil di bagian depan.


memastikan vanya sudah masuk mobil Alex mengitari mobil dan duduk di bagian kemudi.

__ADS_1


menyetir sendiri tentunya tidak keberatan bagi Alex karna ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan vanya.


"bagaimana pekerjaan mu baby"tanya Alex saat mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang.


"sejauh ini baik baik saja"sahut vanya sambil menyenderkan kepalanya di lengan Alex.


"capek hmm?"tanya Alex sambil sesekali mencium tangan vanya karna tangan keduanya tengah menggenggam satu sama lainnya.


"Heumm"ucap vanya sambil memjamkan matanya. karna ia memang cukup lelah karna persiapan untuk menyambut tamu penting serta persiapan pengajuan kotrak kerjasama itu membuat ia bekerja dengan cukup extra.


"Istirahatlah"ucap Alex sambil sesekali ia mencium kepala vanya yang tengah bersender di lengannya.


Mengemudikan mobil dengan perasaan bahagia Alex hanya melajukan mobil dengan pelan karna takut vanya akan terganggu dan akan membangunkan vanya dari intrahat sejenaknya.


.............


Mobil hitam limited edision itu memasuki rumah mewah yang bergaya klasik.


cukup mengklaksonkan mobil sebanyak 2 kali gerbang besi itu terbuka dengan lebar memasuki perkarangan rumah yang sudah di suguhkan dengan gaya klasik campur eropa serta tidak meninggalkan kesan mewah yang melekat pada dinding luar rumah tersebut.


Mobil berhenti di depan pintu utama, Alex melihat vanya masih memejamkan matanya dengan tenang.


Memindahkan kepala vanya dengan hati hati alex pun keluar dari dalam mobil dan mengitari mobilnya dan membuka pintu mobil di sampung kemudi.


Menggendong vanya dengan hati hati Alex melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah nya dan tentunya kedatangannya sudah di sambut oleh para pekerja di depan pintu utama.


Melihat seorang wanita yang di gendong tuannya mereka tidak berani bertanya cukup mereka simpan pertanyaan di benak mereka saja.


mencampuri urusan tuannya sama saja akan menghantarkan nyawa ke kandang singa pikir mereka dengan kompak.


melihat ketua pelayan itu memdekat alex mengisyaratkan untuk mereka jangan berisik karna tidur vanya cukup terganggu saat ia berjalan tapi hal itu tidak membangunkan vanya yang masih nyaman di pelukan kekasihnya.


Melewati para pelayan yang membungkukkan kepala mereka kepadanya Alex melangkah menuju lantai 3 dimana lantai itu hanya terdapat 2 ruangan saja.


yaitu kamar utama serta ruang kerja yang hampir setengah luasnya kamar utama tersebut.


memasuki lift dan di ikuti 2 orang palayan yang berjalan di belakangnya.


Sampai di depan pintu kamar utama pintu yang sudah di bukakkan oleh kepala pelayan Alex langsung masuk kedalam kamarnya sambil menggendong vanya.


"Keluar lah"perintah Alex saat sudah di dalam kamarnya.


Tanpa banyak basah basih kedua langsung keluar serta tak lupa menutup pintu kamar tuannya.

__ADS_1


sadar akan posisi mereka jadi mereka tidak ambil pusing akan pertanyaan pertanyaaan yang ada di benak mereka.


Pintu kamar tertutup dengan sempurna Alex meletakkan vanya dengan pelan ke atas ranjang empuknya. dirasa posisi vanya sudah aman Alex tidak langsung beranjak ia malah asik memandang wajah vanya dengan sorot mata penuh cinta, kelembutan serta kehangatan ia curahkan untuk vanya.


Cukup lama ia memandangi vanya, Alex mulai beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.


Selesai dengan acara mandinya dan berganti pakaian Alex kembali di sisi vanya.


Cup


Mencium kening vanya dengan lembut serta mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang.


Dengan pakaian santai Alex beranjak keluar dari kamarnya menuju ruang kerjanya yang ada di lantai yang sama dengan kamarnya.


Sampai di ruang kerja Alex langsung menghubungi ketua pelayan untuk menyiapkan kopi untuknya.


Menunggu beberapa saat pintu ruang kerjanya di ketuk setelah mendengar suara yang mengizinkan untuk masuk. seorang paruh baya masuk dengan secangkir kopi di tangannya.


"Kopinya tuan"ucap ketua pelayan itu sambil menunduk hormat.


"Hmmm"sahut Alex tanpa menghentikan pemeriksaan berkas yang ada di tangannya.


"Siapkan makan malam"perintah Alex


"Baik tuan apa ada lagi"tanya pelayan itu dengan sopan.


"lanjutkan pekerjaan mu"perintah telak oleh Alex tanpa pertanyaan lagi pelayan itu langsung undur diri dari hadapan sang tuannya.


................


Di kamar Alex seorang wanita cantik masih terlelap di atas ranjang empuk.


tak lama mata indah itu terbuka dengan perlahan ia sedikit mengernyitkan keningnya mengingat ngingat ia di bawak oleh Alex terus ia ketiduran.


"Apa ini di apartemen"tanya tanya vanya pada dirinya sendiri.


"Kenapa dia gak bangunkan aku "monolog vanya lagi.


Bangun dari tempat tidur vanya duduk bersandar di ranjang yang luas serta empuk.


Pandangan vanya menyusuri ruangan yang ia tempati saat ini, satu kata yang ia ucapkan pertama kali yaitu rapih, dan tentunya aroma khas dari peria itu tentunya membuat vanya merasakan tenang dalam hidupnya.


Setelah di rasa cukup menyusuri menyusuri kamar tersebut vanya masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci mukanya.

__ADS_1


__ADS_2