
Melihat orang yang berada di dalam mobil tidak kunjung turun mereka mulai mendekati mobil yang berjunlah sekitar 8 orang sedangkan sebagian lagi masih bearda di tempat kendaraan mereka.
Mau tidak mau mereka membuka pintu mobil secara paksa bahkan kaca depan mobil sudah mulai retak akibat terkena pukulan batu yang di lakukan oleh salah satu mereka.
Melihat kondisi semakin mencekam akhirnya kiandra dan Han terpaksa keluar dari pada mati konyol tanpa perlawanan.
saat hendak keluar kiandra menyuruh vanya tetap di dalam mobil saja.
"Kamu tidak usah keluar"perinta kiandra. sedangkan vanya hanya diam saja tanpa menjawab kiandra. karna kiandra sudah keluar dari dalam mobil.
Melihat pintu mobil terbuka orang orang mulai mengepunh Han dan kiandra sedangkan vanya hanya memantau dalam mobil. walaupun ia terlihat tenang dan terkesan santai ia juga mengkhawatirkan kedaan kiandra dan juga han yang sudah di kelilingi oleh orang orang.
Salah seorang lelaki yang menyadari masih ada orang yanh belum keluar dari dalam mobil langsung membuka pintu dengan paksa dan menyeret vanya keluar dari dalam mobil.
"Keluar kamu"ucap lelaki itu sambil menarik tangan vanya sebelah kiri sedangkan tangan kanan vanya mengambil kaca mata yang ada di atas dasbor mobil dengan santai ia menuruti perintah lelaki itu tanpa perlawanan sedikitpun.
Lelaki itu hanya cuek saja saat vanya memakaikan kaca mata itu.
Di posisi Kiandra dan Han tengah baku hantam beberapa pukulan serta tendangan yang di dapatkan oleh keduanya vanya yang milihat mulai mengeluarkan pistolnya di balik kantong jaket nya dan menodong pinsolnya ke leher pria itu.
"Jangan bersuara jika bersuara peluru ini akan menembus batang leher mu"ucap vanya dengan aurah menyeramkan sambil mengklik pistolnya artinya ia siap melepaskan peluru dari dalam pistol itu.
__ADS_1
"Ba-baik"ucapnya dengan gemetar dan rasanya pingin kencing di celana. karna selama ini mereka hanya mengeroyok saja dan menggunakan senjata tajam jika ke adaan terdesak saja.
Melihat sang lawan tunduk akan ancaman vanya ia mundur satu langkah dari orang tersebut. vanya mulai melihat pertarungan antara kubu Kiandra dan juga han melawan sekelompok orang yang berjumlah 11 orang itu. Tampaknya kiandra dan juga Han mulai kewalahan menghadapi mereka, apalagi mereka berdua hanya menggunakan tangan kosong saja, sedangkan lawan mereka ada beberapa yang membawa senjata tajam serta beberapa balok kayu.
Melihat kondisi yang mulai kacau, vanya memutuskan maju mendekati tempat perkelahian itu.
vanya melihat Kiandra tengah berusaha melawan beberapa orang sedangkan Han sudah jatuh tersungkur ke aspal. saat Han mau bangkit salah satu dari orang yang mengkeroyok ia mulai mengayunkan sebuah balok kayu ke arah kepalah Han.
Melihat hal itu vanya langsung melepaskan tembakan yang tepat mengarah ke arah balok kayu itu yang beberapa detik akan mendarat sempurna di kepalah Han.
Dor. Dor
Dua tembakan yang vanya layangkan, satu tembakan mengenai balok kayu itu yang satunya ia lepaskan ke atas sebagai sebuah tanda peringatan.
"Vanya"gumam Kiandra Dan juga han seakan tidak percaya. apalagi penampilan vanya saat ini terkesan elegan saat mengacungkan pistol ke arah mereka dan di tambah lagi kaca mata yang menjadi pelengkap yang masih setia bertengger di wajahnya menambah kesan sempurna di mata mereka.
"Upsss maaf mengganggu kalian"ucap vanya dengan nada mengejek sambil berjalan mendekat ke arah Han yang berusaha bangkit dari aspal. Kiandra yang melihat Han kesulitan berdiri berjalan cepat ke arahnya untuk membantu.
"Jadii apa ada yang mau mencoba senjata baru ku ini?"tanya vanya sambil meniup ujung pistolnya. sedangkan yang di tanya hanya diam saja, karna mereka berpikir lawan mereka kali ini bukan orang biasa.
"Hahaha mengkin itu hanya pistol mainan yang tidak ada pelurunya"ucap salah satu dari mereka yang mencoba tenang dan berpikir positif akan situasi saat ini.
__ADS_1
mendengar ucapan Lelaki itu vanya langsung tertawa keras.
"Hahahaha ya ya kau benar ini hanya pistol mainan saja"ucap vanya enteng.
Mendengar ucapan vanya mereka cukup bernafas lega, akhirnya yang mereka pikir tidaj jadi kenyataan Tapi hal itu langsung sirna saat vanya menembak salah satu lelaki yang berani berbicara dengannya tadi.
Dor
Satu tembakan tepat mengenai bahu atas peria itu sekitika orang orang di sana gemeteran saat salah satu dari mereka mengerang kesakitan.
"Akhhhh siall dasar ******"teriaknya sambil memegang bahu kanannya yang terkena tembakan vanya.
"Upss kelepasan"ucap vanya tanpa dosa.
"Pergilah dari sini kalian jangan pernah mengganggu kami, jika tidak mau minggir maka peluru ku ini akan bersarang di badan kalian dan biasa saja kalian akan segera MATI"ucap vanya dengan lantang sambil menekankan kata MATI.
Mendengar ucapan vanya mereka mulai berpikir karna ini bermain dengan nyawa, dari pada mereka mati sia sia lebih baik mereka pergi dari sana, lebih baik seperti itu pikiran mereka.
Saat mereka saling pandang yang mengisyaratkan untuk pergi vanya kembali melontarkan kata katanya dan alhasil mereka segera meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
"Tidak mau pergi"tanya vanya dengan teriakan sambil melepaskan tembakan ke atas.
__ADS_1
Mendengar suara tembakan mereka bergegas berlari dari tempat kejadian itu sesegerah mungkin.