Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 53


__ADS_3

selama 30 menit mobil mewah itu mengikuti motor bebek tersebut, sedangkan sang pengendara motor tidak menyadari karna ia sibuk merenungi nasibnya yang sudah kehilangan pekerjaannya.


Motor itupun berhenti setelah melewati beberapa perumahan elit.


tepat di depan pintu rumah yang sangat sederhana motor itu terparkir di teras kecil rumah tersebut.


Melihat peria itu masuk ke rumah dengan langkah lesu, lelaki yang seakan di juluki dewanya iblis itu memerintahkan asistennya untuk masuk dalam rumah tersebut.


"Masuk"perintah sang tuan, seakan mengerti arah pembicaraan sang tuan ia bergegas masuk ke menuju keruma itu dengan langkah yang tegas.


Saat akan mengetok pintu samar samar iya mendengar pelayan itu tengah berbincang kepada seorang wanita.


"Ibu maaf aku tidak bisa membahagiakan kalian, aku baru saja di pecat bu"ucapnya dengan lirih.


"tidak apa apa mungkin rezeki kamu bukan di sana nak"ucap sang ibu mencoba menenangkan sang anak sulungnya.


"ibu aku akan berusaha mencari pekerjaan yang lain, supaya adek bisa ujian tahun ini"ucapnya mengingat sang adik sudah kelas 3 dan yang sebentar lagi akan lulus dan ia berencana untuk menguliahkan sang adik bungsunya agar mempunyai kehidupan lebih layak darinya.

__ADS_1


Saat keduanya tengah berbincang mereka mendengar bahwa pintu rumah mereka di ketuk dan itu membuat mereka mengerutkan kening, siapa yang bertamu di rumah kumuh ini pikir mereka.


"Biar aku yang bukak bu"ucap pelan itu sambil membuka pintu rumahnya yang terbuat dari kayu.


"Maaf siapa ya"tanya nya dengan heran saat melihat seorang pria bermuka datar di depan pintunya.


"Greeg"ucapnya singkat memperkenalkan namanya.


"silakan masuk"ucapnya walaupun iya sedikit bingung tamunya kali ini.


Greg duduk di kursi kayu yang ada di ruang tamu sederhana itu dari penilaiannya dati rumah itu hanya rapi dan bersih hanya itu plus dari rumah itu.


"tidak usah" sahut gerg dengan cepat. alhasil pelayan itu membatalkan untuk membuatkan minum untuk sang tamu.


"ada perlu apa tuan"tanyanya dengan sopan.


"Bekerjalah di cafe xx yang ada di dekat universitas x , datanglah besok pagi"ucapnya dengan santai terkesan tegas.

__ADS_1


pelayan itu masih mencerna ucapan sang pelayan tersebut yang memintanya untuk bekerja di cafe besar tersebut apalagi cafe itu dekat dengan kampus ternama. jangankan bekerja memimpikan saja disana ia rasa tidak mungkin pikirnya.


melihat laki laki di depannya dalam raut wajah bingung ia langsung mengeluarkan kartu alamat cafe tersebut di saku jasnya yang sudah ia persiapkan dan sedikit tanda tangan yang sudah ia goreskan di kartu tersebut.


Masih dalam mode kebingungan pria itu tidak menyadari bahwa lelaki berjas itu sudah keluar dari dalam rumahnya. ia pun bergegas keluar rumah, ia melihat mobil mewah yang sudah melaju dari depan rumahnya.


Ia pun bersyukur masih ada orang yang berhati mulia yang sudi membantu orang rendahan sepertinya. tak henti hentinya ia bersykur kapada sang pencipta.


"Lah katanya ada tamu tadi kok gak ada"tanya sang ibu sambil melirik ke arah luar rumah.


"Sudah pulang bu"sahutnya dengan tersenyum bahagia.


"kenapa dengan wajahmu kayak habis menang lotre saja"ucap sang ibu.


"ibu tadi ada seorang lelaki yang memberikan aku pekerjaan akhirnya aku bisa membiayai kehidupan kita dengan baik"


"semoga ini menjadi awal untuk menaikkan derajat kita ya bu"ucapnya sambil memeluk sang ibu.

__ADS_1


"iya nak, kamu harus bekerja dengan baik agar orang itu tidak kecewa sama kamu"nasihat sang ibu sedangkan sang anak hanya mengangguk anggukkan kepalanya berulang kali


Perbedaan waktu 8 jam dari negara sebrang maka, Posisi vanya saat ini tengah beristirahat di kamarnya saat di antar kevin tadi ia langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan menggantikan pakaiannya serta langsung merebahkan diri di kasurnya.


__ADS_2