
Sampainya di depan mobilnya vanya membuka kunci mobilnya dan langsung masuk serta mengemudikan mobilnya untuk pulang kerumah karna beberapa berkas pekerjaannya ia bawak pulang agar ia bisa mengerjakannya di rumah.
Malam harinya kiandra di suruh sang mama untuk menemani laura makan makal di salah satu restoran mewah. kiandra sebenarnya malas bertemu laura karna ia tidak mau laura berharap lebih kepadanya. mengingat kesan pertamanya bertemu lauran biasa saja menurut kiandra.
Melihat sang mama bersikukuh untuk memintanya datang akhirnya ia terpaksa menemui laura hanya semata mata karna paksaan sang mamanya.
Kiandra yang sudah siap dengan berpakain santai tapi hal itu tidak menurunkan pesona seorang kiandra alfandra. kiandra mengambil konci mobil beserta dompet yang berada di atas meja kamarnya dan bergegas keluar kamarnya. karna hari sudah menunjukkan pukul 7 malam. mungkin sedikit terlambat pikirnya.
"Ma, kiandra berangkat dulu"ucap kiandra sambil menyalami sang mama dan berlanjut pada sang papa, dimana kedua orang tuanya tengaj menonton televisi di ruang keluarga.
"Hati Hati kak, semoga berhasil"ucap sang mama dengan semangat.
Mendengar ucapan sang mama kiandra hanya menahan diri supaya tidak melampiaskan kekesalannya kepada orang yang telah melahirkannya itu.
"Apaansih ma, orang cuma makan malam biasa"ucap kiandra dengan nada kesal dan langsung berlalu keluar rumah menuju mobilnya.
Mengendarai mobil yang hanya memakan waktu sekitar 20 menitan, mobil kiandrapun sampai di salah satu restoran mewah dan langsung saja ia memarkirkan mobilnya.
Saat memasuki restoran itu banyak pasang mata menatap kagum padanya tapi kiandra cuek saja dan mendekati laura yang berada di pojokkan yang tak jauh dari dekat kasir.
Bukan tanpa alasan ia memilih tempat duduk di pojok sana, karna ia ingin orang mengetahui bahwa ia memiliki kedekatan kepada kiandra yang pembisnis muda yang sukses.
Kiandra melihat laura saat masuk dalam restoran melambaikan tangannya ia pun mendekat dan langsung duduk di depan laura yanh menatap penuh damba kepadanya.
"sudah lama?"tanya kiandra sambil mendudukkan dirinya dengan elegan.
"tidak kok baru saja"ucap laura dengan suara lembut.
__ADS_1
"Mau pesan apa?"tanya laura sambil mendekatkan tubuhnya ke meja depan kiandra.
Laura yang menenakan dress selutut dengan belahan V di bagian dadanya sehingga saat ia menekan diri di meja makan sedikit tampak daging yang menggumpal itu.
Ekspresi Kiandra hanya biasa saja walaupun sebenarnya ia sedikit risik melihat penampilan laura yang terkesan berlebihan.
"Apa saja"ucap kiandra dengan acuh sambil membuka kunci ponselnya.
Mendengar ucapan kiandra Laura dengan semangat memesan makanan serta makanan yang ia ianginkan.
"Coffe latte 1, Jus alpukat 1 terus steak tanderloinnya dua"ucap Lauran.
"Adalagi mbak"tanya sang pelayan dengan sopan yang sudah berdiri di antara mereka saat memberika buku menu pada mereka berdua.
"itu saja dulu mbak"ucap Laura.
Setelah pelayan itu pergi Laura berusaha mengajak Kiandra untuk mengobrol supaya ia bisa lebih dekat lagi dengan kiandra pikirnya.
"Terima kasih sudah mau datang"ucap Laura dengan tersenyum lebar. sedangkan kiamdra hanya menganggukkan kepalanya sambil menscrol Hp nya.
"Bagaimana pekerjaan mu?"tanya Laura sekedar basa basi.
"Sejauh ini baik"ucap Kiandra berusaha merespon pertanyaan Laura.
"Apakah aku boleh main ke kantor mu?"tanya Laura dengan wajah sedikit memohon agar kiandra mengizinkannya.
mendengar permintaan Laura kiandra mengalihkan pemandangnnya ke wajah laura yang penuh harap agar ia bisa menyetujui ucapan Laura tersebut.
__ADS_1
"Silakan saja, jika kamu mau?"ucap Kiandra
Dan setelah itu makanan yang mereka pesan akhirnya datang dan langsung tersaji di meja. Kiandra langsung meminum coffe latenya dengan santai sedangkan Laura mulai memotong steaknya dengan anggun. cara makan laura harus seanggun mungkin akan pertemuan ini memberikan kesan yang baik dan kiandra akan tertarik kepadanya pikir laura.
Kiandra yang sudah menyelesaikan makan steaknya habis tanpa sisa sedangkan Laura hanya memakan sebagian steaknya saja karna ia harus menjaga imagenya di depan kiandra.
"Aku ketoilet dulu"ucap Kiandra sambil beranjak dari tempat dudulnya sedangkan laura hanya menganggukkan kepalanya dan arah pandang laura mengikuti arah langkah kaki kiandra sampai tak terlihat lagi punggungnya.
"Aku harus membuatmu bertekuk lutut di bawah kaki ku kiandra lihat saja nanti"ucap Laura dalam hati dengan tersenyum licik.
Sampainya di toilet kiandra langsung menuju wastapel dan mencuci tangnnya selesai mencuci tangan kiandra keluar dari dalam toilet.
saat di luar toilet seorang wanita yang tergesa gesa berjalan tidak memperhatikan jalannya menabrak bahu seseorang ia pun mengadu sakit pada bahunya.
"haiss sakit sekali serasa menabarak tembok"ucapnya sambil mengelus bahu kirinya yang terasa sakit.
Kiandra yang di senggol seperti itu membalikkan badannya dan hanya melihat punnggung wanita itu dan melihat cewek itu mengusap usap bahu kirinya. setelah cewek hilang dari pandangan kaindra, ia langsung menuju tempat laura berada.
"Maaf aku harus pulang karna ada banyak pekerjaan"ucap kiandra dengan berbohong padahal ia hanya menghindari laura saja. dan sangat enggan ia lama lama berada di dekat Laura.
"Boleh kah aku menumpang di mobil mu? mobil ku di bengkel jadi aku kesini menggunakan taksi"ucap Laura menatap Kiandra dengan wajah memelas.
mendengar ucapan laura mau tak mau ia hanya menganggukkan kepalanya, sebagai tanda mengiyakan.
Melihat persetujuan Kiandra Laura barsemangat mengekori kiandra menuju mobil kiandra.
Sampainya di dekat mobil, Laura yang sudah berfantasi bahwa kiandra akan membukakkan pintu mobil untuknya tapi harapan itu langsung pupus melihat kiandra langsung berjalan ke arah kemudi dan membuka pintu mobil tanpa melirik ke arah Laura.
__ADS_1
Melihag tindakan Kiandra Laura langsung membuka pintu mobil dengan cemberut karna kesal, kiandra yang tidak melirik ke arahnya.