
Di sebuah ruangan yang cukup sempit, minimnya penerangan lampu serta ruangan yang kotor terdapat duo orang lelaki dengan tangan di penuhi tato tengah terikat di atas kursi kayu. mereka adalah dua orang menabrak lio dan berhasil di lacak oleh tim galaksi dengan cara melacak melalui cctv di sepanjang perjalanan hingga tempat terjadinya tempat kecelakaan lio dan mereka berjumlah dua orang.
"Heiiii lepas kan kami"ucap si preman itu.
"hohoho, maaf saja karna kami tidak punya urusan sama kalian. tunggu saja karna ada yang lebih berhak memberi kalian hadiah"ucap Ario anak galaksi yang menjadi ketua tim penyelidikan atas kecelakaan yang menimpa lio.
"Brengsekkkk"umpat mereka.
"kalian akan menyesal nanti jika Bos kami tau"seru preman bayaran itu.
"itu tidak akan terjadi,karna kalian tidak akan bisa keluar dari sini"ucap ario sinis sambil menampar wajah preman itu.
Plakkkk Plakkkk
dua tamparan yang ia dapat karna sudah membuat arion kesall.
"Hahahahha tunggulah sebentar lagii nasib kalian, semoga beruntung Boy"ucap arion sambil menepuk nepuk pipi mereka secara bergantian dan langsung keluar dari ruangan yang pengap itu.
__ADS_1
"Awasi mereka dan jangan sampai lolos"seru arion kepada anggota galaksi yang bertugas menjaga tahanan.
"Siap ketua"ucap mereka serempak.
Sudah Dua hari Lio di rawat dan sudah di nyatakan pulang, dan selama dua hari itu pula vanya bergantian dengan kenan menjaga Lio, karna ia harus bekerja dan kenan dan delon sekolah walaupun masih dalam masa hukuman.
"akhirnya abang boleh pulang juga"seru vanya senang.
"ya sudah ayo kita bersiap untuk pulang"ajak vanya kepada lio kenan dan delon. mereka pun sibuk bersiap untuk membereskan barang barang selama lio terbaring di rumah sakit. setelah di rasa semuanya beres mereka berjalan keluar dari ruang rawat inap.
sampai di dedapan meja administrasi vanya langsung berhenti dan mengizinkan mereka untuk duluan ke parkiran.
"iya kak, kami tunggu di parkiran kalau gitu"ucap delon dan di anggukkan oleh keduanya.
merekapun terpisah vanya menuju ke meja tempat pembayaran selama di rumah sakit, sedangkan lio kenan dan delon menuju ke parkiran menunggu vanya di dan duduk di dalam mobil delon.
"permisi mbak, saya mau bayar tagihan untuk adik saya"ucap vanya ramah.
__ADS_1
"atas nama pasien siapa?"tanya sang petugas
"sehalio"jawab vanya
"ini totalnya mbak, mau bayar cash atau debit?tanya sang petugas.
"pakai debit mbak"ucap vanya sambil memberikan kartu debitnya. dan tak lama transaksi pembayaran sudah selesai dan vanya langsung bergegas menyusul Lio kenan dan delon di tempat parkir.
sampainya di tempat parkir vanya melihat kenan yang duduk di pembatas parkir yang ada di depan mobil delon.
"ayo pulang entar keburu hujan deras"ajak vanya.
"Bang,abang naik mobil delon aja ya, biar kakak buntuti kalian dari belakang"ucap vanya sedangkan kenan tadi ia menyusul ke rumah delon dan motornya di letakkan di rumah delon.
"kakak naik sini aja kak, biar aku yang bawak mobil kakak"ujar kenan. dan langsung mengambil konci mobil vanya yanh ada di tangan vanya.
"ya udah kalau gitu, hati hati ya jangan kebut kebut"ucap vanya
__ADS_1
"beressss"sahut kenan dan langsung berlalu pergi menuju tempat mobil vanya terparkir.
tak berselang lama mobil keduanya melaju ke kediam vanya dan lio. dengan mobil vanya yang di kendarai oleh kenan mengikuti mobil delon dari belakang mobil delon dan mereka beriring irangan dengan kecepatan santai.