
Di perusahaan alfandra corp, vanya hari ini tengah bersiap siap untuk pulang, berhubung jam baru menunjukkan pukul setengah 4. jadi vanya memutuskan untuk ke cafe keyra, karna ia merasa sudah lama tidak mengunjungi sang sahabat.
setelah merapikan meja kerjanya vanya melangkahkan kakinya menuju lift yang mengantarnya ke lobi kantor.
di lobi kantor banyak karyawan yang menuju keluar untuk pulang ada juga yang memiliki urusan sehingga ada beberapa dari mereka memegang berkas berkas dari devisi masing masing.
Vanya yang sudah tiba di parkiran. langsung memakai helemnya dan melajukan motor trailnya ke cafe keyra.
Menempuh perjalanan yang hanya beberapa menit saja, vanya sudah ada di tempat parkir cafe keyra.
setelah turun dari motornya vanya langsung masuk ke dalam cafe dan ia milihat keyra tengah membawakan pesanan dari salah satu pengunjung di sana. vanya yang melihat sahabatnya tengah sibuk ia memutuskan untuk duduk di pojokan yang ada di cafe tersebut.
sampai di tempat duduk yang pojokan vanya langsung duduk dan mengelurakan beberapa kertas yang ada di tas kerjanya.
tak lama keyra mendatangi meja vanya dan ia tidak menyadari bahwa pelanggan nya itu adalah orang sangat ia kenal.
"permisi mbak, mau pesan ap?"tanya keyra dengan sopan. sedangkan vanya hanya diam sambil memegang kertas di tangannya guna untuk menutupkan wajahnya alhasil keyra tidak sadar bahwa yang ia layani itu adalah vanya.
"ekhhh mbak, mau pesan apa?"tanya keyra lagi sambil menatap ke arah pelanggan nya yang tertutup oleh kertas.
__ADS_1
"Air putih saja mbak"sahut vanya. mendengar suara vanya keyra merasa familiar akan pemilik suara tersebut.
"ehh, koq mirip suara vanya?"tanya keyra dalam hati sambil mengerutkan keningnya.
"kalaupun vanya biasanya langsung nyariin gue?lah ini? atau jangan jangan..pikir keyra
dengan sedikit ragu ragu keyra mendekat ke arah vanya dan berjalan ke arah samping vanya serta mulai menurunkan kertas yang menjadi penghalang muka pelanggan nya itu.
"nah kan udah gue tebak benarkan lo"ucap keyra dengan sedikit berteriak dan hal itu sontak beberapa pengunjung menoleh ke arahnya.
Vanya yang mendengar ucapan keyra hanya tersenyum lebar memperlihatkan cengirannya tanpa dosa.
"kemana saja, mentang mentang udah bekerja di perusahaan sampai lupa sama sahabat sendiri"ucap keyra dengan nada sedihh.
"maklum gue sibuk"ucap vanya dengan santai.
"iya iya cuman elo doang yang sibuk yang lain kagak"ucap keyra dengan kesal.
"hahaha nah itu elo paham"ucap vanya tanpa dosa.
__ADS_1
"eh gue dapat kabar katanya Adek lo kecelakaan ya?terus gimana keadaannya?parah gak?terus pelakunya udah ketemu?"tanya keyra beruntun dengan raut muka seriusnya.
"satu satu tanya nya"ucap vanya
"udah tinggal jawab aja ngapa sih"ujar keyra dengan tidak sabaran menanti jawaban vanya.
"udah kembali sekolah juga anaknya terus pelakunya masih di selidiki"ujar vanya.
"sorry banget ya enggak sempat jenguk adek lo, lo kan tau gue sibuk urus cafe, dan belum ada waktu untuk jenguk"ucap keyra dengan memelas
"yak elah gak papa kali,santaii"
"haus ni gue,buatkan minum kek,tamu ni"ujar vanya.
"ya udah gue ambil aer putih dulu"balas keyra sambil berdiri dari duduknya
"payahh cafe gede gini di kasih air putih doang apaan tu"ucap vanya seolah olah tertindas.
"air putih juga butuh modal"seru vanya langsung berjalan menuju ke arah bagian dalam cafe dan vanya juga mengikuti keyra ke bagian dalam cafe itu.
__ADS_1
karna itu adalah hal biasa bagi vanya maupun keyra jadi keduanya tidak segan segan lagi mengingat mereka sahabatn cukup lama.