Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 65


__ADS_3

Sampainya di depan restoran yang cukup mewah kedua mobil itu berhenti di tempat parkir khusus mobil tamu vvip.


Kelima orang tersebut menuju kelantai dua dimana ruangan vvip yang sudah di pesan oleh kiandra untuk menjamu clien pentingnya.


di ruangan vvip keduanya perusahaan itu duduk di meja persegi yang sudah terdapat buku menu makanan.


"silakan di pesan tuan"ucap pelayan lelaki itu sambil membawa buku kecil di tangannnya untuk mencatat pesanan tamu vvip tersebut.


satu persatu mereka mereka menyebutkan menu pesanan mereka dan hanya tinggal Alex yang masih diam tanpa membaca buku menu itu.


"Tuan mau pesan apa?"tanya pelayan laki laki itu dengan sedikit takut.


melihat sang atasan diam saja greg membaca menu makan yang sesuai dengan selera bos nya.


Vanya melihat Alex diam saja dan memandanginya paham akan keinginan orang itu.


"ehemm satu coffe latte saja sedikit gula"ucap vanya kepada pelayan pria itu.


mendengar ucapan vanya Alex hanya tersenyum tipis karana vanya masih ingat jika di luar ia akan memesan coffe saja. karna ia memiliki jadwal makan yang terbilang teratur.


Asisten Greg yang sebenarnya tau akan keinginan sang atasan hanya mengikuyi alurnya saja.


karna baginya selama bertahun tahun mengikuti Alex tidak mungkin ia tidak memahami sang atasannya.


lain halnya dengan pemikiran kedua orang itu maka beda dengan Kiandra Dan juga Han yang merasa bahwa vanya cukup mengenal tamu mereka ini.


tidak mau di buat pusing akan berbagai asumsi akhir mereka berdua hanya menyinpan berbagai pertanyaan di benak mereka saja.


"baik di tunggu pesananya"pinta pelayan itu dan mulai undur diri.


Menunggu sambil berbincang bincang mengenai bisnis keduanya larut akan perbincangan sedangkan para bawahan mereka hanya pendengar setia saja melihat para atasan mereka saling melemparkan pertanyaan seputar bisnis.


Makanan yang di bawakan oleh beberapa pelayan mulai memasuki ruangan vvip tersebut dan di susun rapi sesuai dengan pesanan mereka masing masing.


kedua belah pihak memakan serta meminum pesanan mereka.


Alex yang mulai meminum coffe yang di pesan oleh vanya hanya tersenyum tipis melihat vanya memasukkan makanan ke dalam mulutnya suapan demi suapan.


tidak bertemu dalam waktu cukup lama membuat alex betah menatap vanya yang semakin hari semakin cantik menurutnya.


Merasa di tatap vanya mengalihkan pandangannya dari makanannya dan mulai mencari siapa yang menatapnya sedari tadi yang membuat ia risih.


mengangkat wajahnya vanya langsung menatap ke arah tepat kedua bola mata yang selalu menatap tajam.

__ADS_1


tapi yang ia lihat hanya tatapan hanya yang tersuguhkan di depannya.


proses pengunyahan makanan terhenti ketika kedua insan itu saling menatap satu sama lainnya.


sedangkan ketiga orang lainnya yang masih sibuk memakan makanannya tidak memperhatikan kedua anak manusia yang beda jenis kelamin itu tengah saling pandang.


Melihat vanya berhenti mengunyah makanan nya dan dengan mulut yang sedikit terbuka dengan pemikiran jahil Alex mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda vanya.


dan alhasil kesadaran vanya kembali dan itu membuat ia menelan secepat mungkin makanan yang ada di dalam mulutnya dan itu membuat ia tersedak.


uhuk uhukk uhukk


batuk vanya mengalihkan pandangan mereka ke arah vanya yang tengah menepuk pelan dadanya sambil meminum minumannya.


"kamu tidak apa apa"tanya Han sedikit berbisik karna ia duduk di samping Han atau di kursi paling ujung meja tersebut.


mendapat pertanyaan Han vanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban iya.


lain halnya dengan sang pembuat masalah tanpa dosa ia hanya menggeleng pelan kepalanya dan sedikit senyum melihat vanya melotot ke arahnya.


"bisa bisanya dia menggoda ku"gerutu vanya dalam hati sambil menatap tajam ke arah Alex sedangkan yang di tatap hanya terlihat acuh.


dengan sedikit gugp vanya keluar dari ruang penuh sesak dan menuju ke toilet.


.........................


dengan tergesah gesah vanya berjalan menuju toilet untuk menormalkan jantungnya yang berdebar setiap kali bersitatap dengan mata lelaki itu.


Sampainya di toilet vanya langsung masuk dan berkaca di depan kaca besar dan menatap kosong ke arah kaca besar tersebut.


"Kenapa aku selalu salah tingkah jika ia mengedipkan sebelah matanya kepada ku"ucap vanya sambil memegang kedua sisi wajahnya.


"tahann vanya tahan jangan sampai kamu tergodaa"ucap vanya dengan bergumam.


.............


Didalam ruangan restoran vvip setelah vanya izin keluar Alex memilih untuk undur diri dengan alasan ia masih punya urusan penting yang sudah menunggunya.


kiandrapun memaklumi clien nya ini mengingat bahwa alex adalah pengusaha besar jadi tak heran ia sedikit punya waktu untuk bersantai pikir kiandra dengan positif.


"kami perimisi dulu karna ada beberapa pekerjaan yang harus segera di selesaikan"ucap Alex dengan sopan sambil beranjak berdiri.


"ah tidak apa apa tuan saya memaklumi" ucap kiandra yang ikut berdiri juga.

__ADS_1


"kalau gitu saya permisi"ucap alex lagi.


"kami permisi tuan"pamit Greg kepada kiandra dan juga han.


mereka berjalan menuju pintu ruangan vvip dan hanya mengantar sebatas itu saja sesuai keinginan oleh Alex.


Atasan beserta asisten itu tidak langsung keluar dari resto tersebut melainkan menuju toilet.


Greg yang setia mengikuti sang tuannya hanya menurut saja tanpa bertanya. karna ia sudah menebak dari gelagat sang tuannya.


Sampainya di depan toilet khusus wanita Alex menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah asistennya.


tau dengan maksud sang atasan Grek langsung menganggukkan kepalanya dan berjaga di depan toilet khusu wanita tersebut.


............


Masih bergelut akan pemikirannya vanya masih saja belum sadar jika di belakangnnya seseorang yang menjadi topik utama dalam pemikirannya melihat tingkah gemas vanya hanya menggelengkan kepalanya.


bagaimana tidak gemas vanya yang saat ini tengah merutuki kebodohannya yang sibuk memikirkan orang itu mulai memukul pelan kepalanya.


"haisss pergilah dari pikiran ku"gerutu vanya sambil memukul kepalanya dengan pelan.


menghembuskan nafas pelan vanya memcuci kedua tangannya.


sesudah mencuci kedua tangannya ia mengeringkan tangannya menggunakan tisu yang ia bawak dalam tasnya.


Saat ia mulai merapikan rambutnya ia tidak sengaja melihat seorang lelaki yang tengah memandanginya dari arah cermin.


"tuhh kan masih kepikirann"gumam vanya


"pergilah pergilah"pinta vanya dengan nada frustasi sambil memejamkan matanya.


Alex yang sudah berjalan dan berdiri tepat di belakangnya dapat melihat jelas wajah cantik vanya dari dalam cermin yang tengah memejamkan matanya.


.............


Merasakan tangannya di sentuh vanya mencoba membukak matanya perlahan karna ia mengenali aroma parfum itu.


"Baby"ucap Alex dengan suara lirih sambil melingkarkan kedua tangannya ke perut vanya.


Deg


Deg

__ADS_1


Mendengar suara itu vanya mematung di tempatnya tubuhnya menegang akibat sentuhan suara serta deru nafas lelaki itu.


__ADS_2