
Vanya yang duduk diam sambil menunggu pemerisaan keadaan lio. dan ia teringat apa yang terjadi sampai sampai adiknya mengalami kecelakaan pikirnya.
"kenan, sebernya apa yang terjadi"tanya vanya sambil memiringkan tubuhnya ke arah kenan.
Kenan yang di tanya oleh vanya hanya menjelaskan tentang kejadian yang menimpah sang sahabatnya dan hal itu membuat vanya geram. seketika auranya sangat menyeramkan bagi kenan, kiandra dan han yang ikut mendengarkan juga tak kalah mengerutkan keningnya. ini pasti di sengaja pikir mereka semua.
Melihat perubahan wajah vanya kenan langsung bersuara.
"semuanya lagi di selidiki kak, dan kami merasa hal ini di sengaja"ucap kenan sedikit gugup.
"sepertinya begitu"ucap vanya dengan pandangan kembali menatap ke arah pintu UGD.
Setelah cukup lama menunggu di depan ruangan yang tertutup tenpat dimana sang adik tengah di tangani dan tak lama pintu itu terbuka dan keluar dokter tadi.
"Gimana dok"tanya vanya mencoba tenang
"tranfusinya sudah berhasil, beberapa luka robek sudah di jahit dan pasien akan di pindahkan ke ruang rawat. saat ini kondisi pasien tengah beristirahat.
"Kondisi bagian dalam maupun tulangnya gimana dok"tanya vanya yang tidak sabaran.
"semuanya masih normal, dan hanya kekurangan darah saja"ucap dokter itu.
mendengar penuturan dokter semuanya bernafas lega, dan delon juga sudah bergabung dengan vanya dan yang lainnya.
"akhh terima kasih dokter"ucap tulus vanya dengan tersenyum.
"sudah tugas kami nona"ucap sang dokter dan langsung meninggalkan vanya dkk.
Setelah Lio di pindahkan ke ruang rawat, vanya dan yang lainnya masuk ke ruangan vanya melihat ke adaan lio yang masih terbaring di atas tempat tidur.
__ADS_1
"abang"ucap vanya sambil mengelus tangan sang adik yang sedikit lecet serta mencium keningnya.
"jangan seperti ini lagi ya, kakak takutt, takut kehilangan kamu"ucap vanya dengan suara bergetar.
"Bro cepat sembuh ya, biar kita bisa kumpul kumpul lagi"ucap kenan.
"Iya, gak seru ni kalau gak ada lo"timpal delon dengan kekehan kecil.
"Terima kasih ya kalian selama ini selalu ada untuk lio"ucap vanya sedikit tersenyum.
"Sans aja kak, namanya juga sahabat saling membantu baik susah ataupun senang"ucap delon.
Sedangkan Kiandra dan Han duduk di sofa dekat pintu dan hanya memandang mereka bertiga bercengkrama saja.
Setelah cukup lama Lio akhirnya bangun dari pingsannya dan membuka matanya. saat matanya terbuka ia melihat wajah sendu sang kakak tengah memandangnya.
"eh dah sadar bang"ucap vanya dengan senang
"syukurlah elo udah sadar bro"ucap kenan dan delon serempak.
"terima kasih ya kalian sudah nolongin aku"ucap lio
"udah gak usah di bahas"ucap kenan
Lio yang mencoba untuk duduk dengan sigap kenan dan delon membantunya dan langsung memanggil dokter untuk periksa lanjutan.
"Abang jangan kayak gini lagi"ucap vanya dengan sendu.
"iya, jangan nangis lagi. cengeng banget sih"ucap lio dengan kekehan.
__ADS_1
"ih abang ih"ucap vanya dengan manja sambil memukul lengan adiknya yang tengah memeluknya.
"hahahahhhaah" tawa mereka bertiga pecah melihat kelakuan vanya. sedangkan kiandra hanya menyunggingkan senyum tipisnya saja. ah sangat menggemaskan pikir kiandra.
"Kenapa bisa kayak gini"tanya vanya dengan nada serius. baru lio akan menjelaskan dokter yang memeriksa lio pun datang.
"permisi pasiennya kita periksa dulu ya"ucap sang dokter.
"silakan dok"ucap vanya sambil menyingkir.
setelah memeriksa keadaaan lio.
"kondisinya sudah stabil dan lukanya masih basah apalagi ada beberapa luka yang di jahit jadi jangan sampai terkena air dulu"ucap dokter itu.
"iya dok, terima kasih dok"ucap mereka.
Setelah memeriksa Lio, sang dokter melirik ke arah vanya. vanya yang di lirik hanya menatap datar dokter tersebut.
"eh ada bang kiandra sama bang han juga"ucap Lio yang baru menyadari bahwa saat kenan dan delon bergabung duduk di sofa juga.
"gimana keadaan kamu"tanya kiandra yang sudah berdiri didekat Lio.
"sudah mendingan cuma, badan rasanya remuk semua"jawab lio
Vanya yang mengingat lirikan dokter tadi langsung pamit keluar.
"dek, kakak keluar dulu ya"ucap vanya sambil beranjak dari kursi dekat tempat tidur lio dan langsung di dudukkan oleh kiandra.
Vanya langsung keluar dari ruang perawatan Lio dan menemui dokter yang sudah menemuinya yang tidak jauh dari ruangan lio.
__ADS_1
"ada apa"tanya vanya saat ia sudah duduk di samping sang dokter itu.
"Kamu harus lebih extra menjaga lio vanya, sepertinya ini bukan masalah spele dan kamu harus menyelidiki kasus ini"ucap dokter yang kira kira berumur 40 tahunan itu dan sebenarnya dokter itu juga termasuk salah satu dokter yang biasa menangani anak galaksi di kalah terluka.