
Mata pelayan itu tidak sengaja melihat tangannya vanya yang ia sebunyikan di balik punggungnnya melihat itu pelayan itu memberanikan diri untuk memberitahu tuannya walaupun resiko besar menantinya.
Mendengar ucapan pelayan itu alex mulai mengerti kenapa vanya menyembunyikan tangannya di balik punggungnya.
"Baby"ucap Alex yang penuh penekanan.
"i ini ha-hanya luka kecil"ucap vanya dengan sedikit takut karna Alex mulai mengintimidasinya dengan tatapan tajam.
Mengeluarkan tangannya yang ia sembunyikan di belakang punggung, vanya sedikit meringir karna jarinya tidak sengaja tersenggol dengan baju yang ia kenakan.
"Ini yang kamu bilang tidak apa apa?"tanya Alex dengan sedikit kesal kepada vanya.
mengenal vanya dengan cukup lama Alex sungguh memahami bagaimana karakter dari wanitanya ini.
Wanita yang tidak mau membuat orang khawatir dan wanita yang berusa berdiri sendiri tanpa belas kasihan orang lain. hal itulah Alex kadang kesal dengan vanya namun itu juga yang membuat ia semakin tertarik dan membuat ia jatuh hati dengan vanya.
"i-ini cuma luka kecil"ucap vanya dengan sedikit takut.
Tanpa menanggapi vanya, Alex dengan cepat menggendong vanya dan hal itu membuat para pelayan menundukkan kepala mereka.
"Bereskan kekacauan ini dan ambilkan obat P3K"ucap Alex dengan tegas dan mulai melangkah kaki nya.
baru beberapa langkah Alex kembali menghentikan langkahnya dan menyapu pandangannya kepada semua pelayan yang ada di sana.
"ingat baik baik panggil wanita ku ini dengan sebutan nyonya karna ia akan menjadi nyonya di rumah ini"sambung Alex yang takkalah tegas.
mendengar ucapan Alex dengan patuh para pelayan itu menyambut kedatangan nyonya baru mereka.
"Baik tuan"ucap mereka dengan serempak dan membungkukkan badan mereka.
...........
Vanya sedari tadi hanya diam saja dan ia merasa sangat berbunga bunga mendengar ucapan Alex yang merintahkan pelayan yang ada di rumah itu untuk memanggilnya dengan sebutan nyonya.
secara tidak langsung Alex sudah mengklaimnya sebagai pendamping hidupnya pikir vanya denga bahagia.
memejamkan mata dan menyembunyikan wajahnya di dada Alex sungguh aroma yang membuatnya tenang.
"kenapa hmm?"tanya Alex melihat tingkah vanya yang menurutnya sangat mengemaskan.
mendengar pertanyaan alex vanya hanya menanggapinya dengan menggelengkan kepalanya.
Masih menggendong vanya Alex membawa vanya ke ruang keluarga dan meletakkan vanya dengan pelan di atas sofa panjang.
__ADS_1
setelah meletakkan vanya ternyata kepala pelan itu terus memperhatikan tingkah tuannya yang sangat lembut kepada vanya.
"kan tangan ku yang luka kenapa menggendong ku?"tanya vanya dengan cemberut.
"hanya ingin saja"ucap alex dengan enteng.
"hais kan malu di lihat yang lain"gerutu vanya sambil menyembunyikan wajahnya di lengan alex.
mendengar gerutuan vanya alex semakin gemas dengan tingkah vanya.
"permisi tuan ini obatnya"ucap kepal pelayan itu dengan sopan karna ia takut merusak momen kemesraan tuan dan nyonyanya.
"kembali bekerja"ucap Alex dengan muka datar tanpa melihat ke arah pelayan itu.
mengambil kotak P3k di atas meja yang di letakkan pelayan itu Alex mulai membuka kota obat tersebut.
"sini tangannya"ucap Alex sambil memegang tangan vanya dengan lembut.
mengobati vanya dengan hati hati dengan telaten alex mengoleskan cairan oembersih luka dan memasangkan plaster penutup luka di jari telunjuk vanya.
selesai mengobati vanya alex masih menggenggam tangan vanya dan tak lupa juga mencium jari telunjuk vanya yang sudah ia obati tadi.
"selesai"seru alex dengan menatap vanya penuh cinta dan kehangatan
"Terima kasih"ucap vanya dengan tulus dan sebagai hadiahnya vanya memberikan kecupan di pipi kiri alex.
"terima kasih"calon masa depan ucap vanya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"iya lain kali lebih hati hati"ucap Alex sambil memeluk vanya dengan penuh kasih sayang.
..............
di tempat lain seorang lelaki tampan tengah menerawang ke langit langit kamar apartemennya dan mengingat kejadian siang tadi di restoran tersebut.
"Apa mereka saling kenal"
"apa mereka punya hubungan"
Pertanyaan pertanyaan muncul dalam benak kiandra, dengan perasaan yakin ia bisa melihat tatapan Alex sungguh berbeda jika menatap dirinya sedangkan menatap vanya ada tatapan hangat yang ia pancarkan.
Sejak pertemuan itu berlangsung, kiandra sedikit melirik curiga ke arah Alex yang sedari tadi terus menatap vanya.
kecurigaan nya hanya bisa ia pendam saja karna ia tidak punyak hak tersendiri untuk mempertanyakan apa yang ia lihat tadi.
__ADS_1
Cemburu ya jelas kiandra cemburu karna ia sebenarnya mempunyai perasaan suka kepada vanya. Bekerja sebagai sekretarisnya tentu saja ia memiliki rasa berbeda ketika memperhatikan vanya.
Rasa itu ia tepis karna ia hanya menganggap bahwa itu hanyalah sebuah perasaan kagum saja.
Menghela nafas kasar kiandra hanya pasrah akan nasib jodohnya kepada sang pencipta saja.
jika rasa yang ia miliki ini salah tolong hilangkan dan jangan membuat harapan baru yang akan terluka nantinya, itulah yang ada di pikirkan kiandra saat ini.
.............
Kembali di kediam Alex
Alex dan Vanya tengah berada di meja makan. keduanya duduk bersebelahan makan malam dengan tenang keduanya hanya saling melemparkan pandangannya masing masing.
melihat tingkah kedua majikannya, para pelayan hanya geleng gelang kepala. mereka menilai bahwa keduanya seperti remaja yang baru menginjak dewasa itulah yang ada di benak mereka yang melihat sikap kedua majikannya dari kejauhan.
Selsai dengan makan malam vanya dengan sigap membreskan bekas makan mereka berdua. pelayan yang melihat itu langsung melangkah cepat membantu vanya.
"tidak usah nyonya biar kamk saja yang membereskan"pinta pelayan wanita itu tak enak hati melihat calon majikannya menumpuk piring bekas makanan mereka.
"tidak apa apa hanya membereskan sedikit"ucap vanya entang.
"tapi"ucapan pelayan itu terpotong karna mendengar suara Alex.
"Sudah biarkan saja"seru Alex sambil melihat vanya membereskan bekas makanan mereka.
Membawa piring kotor ke tempat cuci piring vanya dan di ikuti peyalan di sampingnya juga membawa beberapa bekan makanan kotor.
milihat vanya akan mencuci piring pelayan itu langsung mencegah vanya. karna bagaimanapun itu adalah tugasnya.
"biar kami saja nyonya"ucap peyan itu dengan memohon. mereka tidak mau di cap sebagai pelayan hanya memakan gaji buta. apalagi gaji mereka cukup besar dari pada bekerja di tempat lain.
"baiklah"ucap vanya saat melihat tatapan memohon pelayan tersebut.
Sebelum beranjak vanya mencuci tangannya dengan hati hati karna takut jari yang terkena pecahan kaca tadi terkeba cipratan air.
saat ia berbalik ternyata Alex sudah berada di di depannya.
"Sudah?"tanya Alex dengan suara lembut.
"iya"sahut vanya
dan keduanya meninggalkan dapur tersebut menuju kamar Alex. karna tadi vanya ingin pulang dan Alex yang akan mengantarnya.
__ADS_1
sebelum mengantar vanya ia akan terlebih dahulu untuk mandi sedangkan vanya ia tidak mandi karna pakain ia tidak ada di sana. walaupun ia bisa saja memintak pada Alex untuk membelikam ia pakain tapi ia tidak mau merepotkan Alex terus.
Ia tau bahwa alex akan dengan senang hati menuruti permintaannya tapi itulah yang membuat vanya rasa tidak enak. karna ia sadar hanya sebagai kekasih bukan istri.