
Vanya yang sudah sampai di lantai dasar apartemen mewah itu dapat melihat kevin yang tengah bersabdar di body mobil sambil memaikan ponselnya.
Vanya pun menghampiri kevin yang tengah memainkan hpnya dengan langkah pelan saat sampai di depan kevin ia langsung mengagetkan kevin dan itu membuat hpnya terjatuh.
"Dorrr"teriak vanya saat di depan kevin.
"Berengsek"umpat kevin sambil mengambil hp nya yang terjatuh dan menatap vanya dengan kesal. sedangkan vanya hanya memberika senyuman sejuta watt nya kepada kevin.
"Sorri"cicit vanya.
"ayo pulang" ajak kevin mengambil alih koper vanya dari tangan vanya dan meletakkan di kursi penumpang.
"kuyylahh"ucap vanya dengan semangat sambil masuk ke dalam mobil dan duduk santai di kursi sebelah kemudi. sedangkan kevin hanya mendengus kesal kepada vanya yang telah mengagetkannya tadi.
Mobil kevin melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah vanya.
"Gimana pkerjaan di luar kota"tanya kevin yang memecahkan keheningan.
"lelahh"ucap vanya dengan muka memelas.
"Namanya juga kerja va, ya emang gitu"sahut kevin sambil mengacak rambut vanya.
"pas di perjalanan aman aman saja kan"tanya kevin sambil fokus mengemudikan mobilnya.
"Biasa ada para tikus yang buat masalah di jalan"ucap vanya dengan santaii. kevin yang mendengarnya pun langsung menginjakkan rem mobil dengan spontal.
Ckitttt
__ADS_1
"Loh apapaaan sih, sakit ni jidat gue"ucap vanya dengan kesal sambil mengusap jidatnya yang terkena dasboar mobil kebetulan ia tidak menggunakan sabuk pengamannya.
"Ehh maaf va, gak sengaja piss"ucap kevin sambil mengacungkan kedua jarinya ke atas.
"bisa bisa benjol ni"rengek vanya.
"Tapi lo gak di apa apakan sam mereka?"tanya kevin dengan nada khawatir.
"gak"jawab vanya dengan ketus.
"ya elah jangan ngambek donk"rayu kevin sambil mulai melajukan mobilnya kembali.
Vanya hanya diam saja dan tidak menanggapi ucapan kevin. ia hanya kesal game yang ia main kan kalah saat kevin mengerem mobil secara mendadak.
Sedangkan seorang pria dingin dan arogan bagi kalangan bisnis, serta tatapan mata yang tajam tengah makan malam di sebuah restoran mewah di ruangan vvip bersama sang asistennya. mereka makan dengan tenang saat sudah makan malam keduanya langsung beranjak pulang ke partemennya yang ada fi negara itu.
"maafkan saya nona"ucap pelayan itu sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Maaaf"ucapnya dengan arogan.
"Kamu tau harga sepatu saya? selama kamu bekerja jadi pelayan kamu tidak akan sanggup untuk menggantikannya"ucapnya dengan lantang.
orang orang yang menyaksikan itu hanya diam membisu saja dan tidak berani melawan wanita muda tersebut. karna mereka cukup sadar bahwa kekayaan mereka tidak sebanding dengan kekayaan keluarga wanita itu.
"Nona"ucap pelayan itu dengan lirihh sambil merusaha memegang kaki wanita itu.
"A-aku," ucapannya terpotong saat wanita itu mendorongnya dengan keras.
__ADS_1
"jangan sentuh aku"teriakk nya sambil menendang kepala pelayan itu menggunakan highellsnya yang lancip.
"Maafkan pegawai saya nona"ucap manager itu dengan penuh pemohonan.
"maaf, saya tidak mau tau pokoknya saya mau dia di cepat secara tidak terhormat"ucap wanita itu dengan penekanan.
"Jika tidak restoran ini akan saya tutup secepatnya"ucapnya lagi dengan nada sombong.
"Ba-aik nona akan saya pecat dia"ucap meneger itu dengan sendu.
"Maaf dengan berat hati kamu saya pecat"ucap manager itu dengan raut muka sendu. karna pelayan itu adalah pelayan yang paling rajin, cerdas tekun di restoran miliknya.
Pelayan itu hanya menangisi kesialannya hari ini. Belum lagi ia sebagai tanggungan keluarga saat sang ayah telah meninggalkan mereka selamanya dan ia harus berusaha keras agar bisa menghidupi keluarganya.
Kajadian itu tidak luput dari mata tajam lelaki tersebut. restoran berjalan normal saat wanita itu sudah keluar dari dalam restoran tersebut dan pelayan itu berjalan gontai ke arah belakang untuk mengambil barangnnya dan mulai berlalu ke luar menuju parkir khusus karyawan dimana tempat motornya terparkir.
Tanpa peduli akan hal itu lelaki yang di ikuti asistennya langsung keluar dari dalam cafe menuju ke parkiran khusus mobil.
Mobil mewah yang lemited edision itupun melaju dengan santai, sampainya di lampu merah ia melihat pelayan lelaki yang di pecat tersebut dengan cara tidak hormat tengah sesekali menghapus air matanya yang susah berhenti.
"Ikuti motor pelayan itu"ucap lelaki itu.
"Baik tuan"sahut sang asisten sekaligus sopirnya.
selama 30 menit mobil mewah itu mengikuti motor bebek tersebut, sedangkan sang pengendara motor tidak menyadari karna ia sibuk merenungi nasibnya yang sudah kehilangan pekerjaannya.
Motor itupun berhenti tepat di depan pintu rumah yang sangat sederhana dan hanya berdindingkan kayu saja serta tidak punya teras di depan rumahnya.
__ADS_1