Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 29


__ADS_3

"kau, dasar tidak tau diri"tunjuk wanita paruh baya itu ke arah vanya.


"kau seharusnya berkaca terlebih dahulu, siapa kamu itu dan kamu harus tau bahwa suami saya adalah salah satu donatur di sekolah ini"ucapnya dengan bangga.


"cihh baru donatur saja bangga"ucap vanya dengan sinis.


"Kau"geram wanita tua itu sambil mengangkat tangannya untuk menampar vanya tapi dengan sigap vanya langsung menahan tangannya.


"aduh nyonya ingat umur, jangan sering marah marah nanti cepat mati"ujar vanya sambil melepaskan cekelan tangannya.


"Dasar tidak punya sopan santun, apa ibu mu tidak mengajarkan kamu bagaimana caranya untuk sopan santun kepada yang lebih tua"ucap ibu ibu yang lainnya.


mendengar ibu nya di libatkan membuat lio langsung menghampiri wanita itu dan ingin menghajar mulutnya yang berbisa itu. tapi di urungkannya karna ia di tahan oleh vanya.


"ohohoho nyonya sungguh pedas sekali omongan anda"ucap vanya dengan nada mengejek.


"lalu hukuman apa yang pantas untuk mereka semua bapak kepala sekolah"tanya vanya kepada sang kepala sekolah yang diam sedari tadi saat perdebatan berlangsung.


"Hemmm mendengar keterangan guru yang bersangkutan dan serta keterangan salah satu murid ini. jadi saya memutuskan mengskors mereka selama tiga hari untuk tidak belajar tapi mereka tetap datang kesekolah tapi membersihkan lingkungan sekolah"ucap kepala sekolah dengan tegas.


"Loh pak gak bisa begitu donk pak, bapak tau kan anak saya ini anak donatur di sekolah ini"ucap ibu yang di pukuli oleh lio.


"nah coba bapak lihat anak anak kami pada babak belur begini sedangkan mereka bertiga cuma lebam sedikit"ujar ibu satunya lagi.


"nah benar itu"sahut ke empat ibu lainnya.


sedangkan vanya hanya menyetujui saja hukuman yang di berikan sang kepala sekolah.


"maaf ibu ibu, saya harus bertindak tegas dalam masalah ini dan tidak adanya perbedaan status di sekolah ini"tegas kepala sekolah.


"Kau tunggu pembalasan kami"ucap ibu itu saat berbisik kepada vanya. vanya hanya menggapinya dengan tersenyum manis tapi mematikan bagi yang mengerti akan senyumannya. dan hal itu di ketahui oleh Lio delon dan kenan. Karna sejak mengenal Lio kenan dan delon cukup paham jalan cerita hidup lio dan vanya walupun kisah mereka tidak serumit kisah keluarga mereka berdua.

__ADS_1


Sebenarnya delon dan kenan adalah keluarga yang bercukupan akan tetapi mereka tidak pernah menampakkan dirinya kalau mereka orang yang cukup kaya. karna bagi mereka harta bukanlah segalanya dan keluarga lebih penting. Hal itu menjafi salah satu alasan mereka berteman tulus kepada lio karna lio selama ini tidak pernah memanfaatkan keadaan mereka malah Lio serta vanya lah terkadang membantu masalah mereka. seperti mengamankan data perusahaan orang tua kenan yang sempat di retas dan mengamankan usaha restoran keluarga delon dari para perampok.


keluarga delon maupun kenan tau bahwa vanya adalah anggota galaksi, awalnya mereka takut berteman dengan lio. mengingat kabar di luar sana bahwa geng galaksi adalah pembunuh berdarah dingin dan ternyata itu hanyalah suatu kebenaran akan tetapi mereka tidak akan mengusik jika tidak di usik, hal itulah mereka sampai saat ini sangat nyaman berhubungan dengan vanya dan lio.


"baiklah karna permasalahan sudah selesai jadi terima kasih kepada wali murid sudah hadir atas panggilan kami dan kami ucapkan tetima kasih atas kehadirannya"ucap sang kepala sekolah.


vanya dan lio langsung keluar dari ruangan kepala sekolah dan diikuti oleh orang tua delon dan kenan di belakangnya.


"vanya tante dan delon pamit pulang duluan ya, dan delin jangan lupa di obati lukanya"ucap ibu delon sambil mengelus rambut Lio.


"Kita juga pamit ya nak vanya"ucap ibu kenan.


"iya hati hati ya bu, maaf gara gara lio jadinya delon dan kenan ikut terkena masalah juga.ucap vanya dengan tulus


"ah ini sudah biasa terjadi di antar persahabatan jadi wajar saja saling melindungi dan membantu"ucap ibunya kenan dan di anggukkan oleh ibunya delon.


"iya nak vanya, santai saja namanya juga anak laki laki, selagi mereka ngerasa benar dan tidak membuat masalah duluan tidak apa apa"sambung ibunya delon.


"kami langsung pulang ya sudah sore soalnya"ucap ibunya delon sambil berjalan ke arah parkir dan di ikuti oleh ibunga kenan.


"kami pulang duluan bro"pamit delon dan kenan sambil menepuk bahu lio.


"iya" ucap lio


setelah ibunya kenan dan delon serta anaknya pergi vanya langsung mengajak Lio pulang sampai di parkiran ia melihat mobil kiandra masih d parkiran, dan ia langsung menghampiri mobil itu.


tok tok ketukan kaca mobil menghentikaan aktivitas orang yang ada di dalam mobil.


"loh kenapa bapak belum pulang"tanya vanya dengan heran pasalnya hari sudah sore.


"sudah selesai"tanya kiandra tanpa menjawab pertanyaan vanya.

__ADS_1


"iya pak, dan ini kami mau pulang" ucap vanya.


"ya sudah ayo kami antar"tawar kiandra


"ah tidak usah pak, lagi pula adik saya bawak motor jadi kami naik motor saja"tolak vanya dengan halus.


"biar Han saja yang membawa motor adik kamu, apalagi adik kamu dalam kondisi seperti ini. jadi alangkah baiknya menggunakan mobil saja.


"benar tu van, biar aku yang bawak motor kalian dan kalian naik mobil saja"ucap Han yang mencoba menawarkan bantuan karna ia melihat sang boz sangat jarang memberi tumpangan apalagi sampai rela menunggu selama satu jam lamanya hanya demi vanya.


mendengar penuturan han dan kiandra akhirnya vanyaenyetujui karna ia merasa tidak enak hati mengingat kiandra dan han sudah lama menunggu dan mengantarnya ke sekolah Lio.


"Hmm baiklah kalau begitu, dan maaf merepotkan"ucap vanya.


"Biar aku saja yang menyetir, karna rumah kami telah pindah"jelas vanya.


kiandra hanya mengiyakan saja toh percuma menolak ucapan vanya.


Saat dibperjalanan kiandra mulai membranikan diri untuk bertanya kepada lio


"kenapa? berkelahi?"tanya kiandra kepada lio.


"Biasa urusan lelaki"ucap Lio.


"jangan sering sering kasihan kakak kamu saat menerima telpon tadi ia langsung cemas"ucap kiandra sambil melirik vanya, sedangkan vanya fokus menyetir. mendengar penururan kiandra Lio langsung menatap sang kakak dengan sendu.


"maaf"cicit Lio


"tidak apa apa selagi abang tidak salah dan ingat untuk selalu mengontrol emosi supaya tidak kelepasan"ucap vanya sambil menggenggam tangan Lio dan tersenyum lebar.


melihat senyum vanya yang tulus kepada sang aadik membuat kiandra sedikit terpesona, karna selama vanya bekerja dengannya tak pernah ia melihat vanya tersenyum seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2