
"Kamu harus lebih extra menjaga lio vanya, sepertinya ini bukan masalah spele dan kamu harus menyelidiki kasus ini"ucap dokter yang kira kira berumur 40 tahunan itu dan sebenarnya dokter itu juga termasuk salah satu dokter yang biasa menangani anak galaksi di kalah terluka.
"ya aku juga berpikir seperti itu"ucap vanya dengan dingin
"gimana kondisinya"tanya vanya seakan ia tau ada yang ditutupi oleh dokter tadi.
"tulang bahu kirinya sedikit retak, dan tulang pada bahu kanannya sedikit bergeser tapi sudah di perbaiki. jangan sampai hal ini terjadi lagi vanya. kalau tidak tulang yang retak itu bisa saja sewaktu waktu bisa patah"ucap dokter jo
vanya yang medengar penuturan dokter tersebut langsung menghela nafas gusar karna ia sudah lalai menjaga sang adik.
"aku pastikan ini tidak terjadi lagi"ucap vanya dengan geram.
"kau harus menempatkan penjagaan terhadap lio"ucap dokter itu dengan suara dingin. karna dokter jo merupakan juga bagian anak galaksi dan ia merupakan omnya kevin.
"ya ku rasa itu akan lebih baik"sahut vanya dengan masih menatap sang dokter.
"baiklah om kerja dulu.ingat pesan om tadi"ujar dokter jo sambil menepuk bahu vanya dengan pelan.
__ADS_1
"hahh"ucap vanya dan ia langsung mengambil pomseldi saku blazer bajunya dan menghubungi seseorang.
"Hallo selidiki kecelakaan adik gue hari ini di daerah pantai xxx. cek semua cctv. ushakan secepatnya uadah ada hasil"ucap vanya dengan datar dan suara dinginnya.
"Baik quen"sahut si penelpon. dan sambungan telpon langsung di matikan oleh vanya.
"sepertinya ada yang mau gali kuburan sendiri"ucap vanya dengan diri sendiri sambil terkekeh kecil. dan ia tidak menyadari kiandra dan han sudah ada di belakang vanya saat dokter jo pergi meninggalkan vanya.
mendengar ucapan vanya, kiandra dan han merasa ini bukanlah vanya yang menjadi sekretaris di perusahaan alfandra corp pikir mereka.
"eh. ya ada apa pak"tanya vanya setelah merubah raut mukanya.
"kami pamit dulu ya, soalnya mau kembali ke kantor"ucap kiandra.
"iya pak, maaf merepotkan"ucap vanya yang merasa tak enak.
"jangan lupa istirahat"ucap kiandra sambil melangkah meninggalkan vanya dan diikuti oleh Han.
__ADS_1
setelah Han dan kiandra meninggalkan vanya,
"semoga mereka tidak mendengarkan apa yang tadi kami omongkan"gumam vanya dan langsung melangkah masuk ke dalam ruangan lio.
"kenan delon lebih baik kalian pulang saja, nanti kalian di cariin tante sama om"ucap vanya
"iya kak, kami pamit pulang dulu ya, tapi besok kami kesini lagi"ucap delon dan di anggukkan oleh kenan.
"iya hati hati ya salam sama om dan tante, dan terima kasih banyak atas hari ini"ucap vanya
"iya kak, kami pulang dulu dan bilang ke lio semoga cepat sembuh"ucap kenan karna lio saat ini tengah tidur karna pengaruh obat.
Setelah kenan dan lio pergi vanya memandang sendu sang adik dan ia langsung berbaring di sebelah Lio dan meletakkan tangannya di perut lio dan mencium kening sang adik.
Dimobil Kiandra saat ini hanya keheningan yang ada dan mereka larut akan pikiran mereka masing masing tentang vanya. apalagi kiandra merasa bahwa vanya adalah orang yang sangat mistirius saat mengingat beberapa kejadian yaitu saat pengeroyokan sampai kejadian hari ini. ia melihat dari kejauhan vanya berbicara dengan dokter itu seolah dekat dan saat vanya berbicara di telpon. bahwa itu sedikit membuktikan bahwa vanya bukan orang biasa biasa saja.
Sedangkan pemikiran han tidak jauh dari pemikiran kiandra.
__ADS_1