Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 71


__ADS_3

Sampai di lantai 3 keduanya langsung menuju kamar utama yang ada di rumah tersebut. sudah dua kali vanya memasuki kamar itu tanpa menghilangkan rasa kagum akan besar, rapi serta perabotan mewah yang menjadi pelengkap kamar tersebut.


"istirahat saja dulu, aku mandi dulu"ucap Alex dan langsung melangkah ke kamar mandi. merasa tubuhnya lengket dan sedikit gerah Alex memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum mengantar vanya pulang.


Alex yang telah masuk ke dalam kamar mandi, vanya dengan tanpa di suruh Alex menyiapkan pakain untuk di kenakan oleh Alex.


Masuk dalam ruang ganti berjejer lemari kaca maupun lemari kayu yang mempunyai ukiran khas serta unik dan tidak meninggalkan kesan mewah.


vanya mengambil hoddy berwarna moca dan celana cargo senada dengan hoddy tersebut dan sepatu jordan berwarnah putih tak lupa ia memilih jam tangan.


karna ia tau bahwa Alex sangat suka mengkoleksi jam tangan dengan berbagai merek.


perlengkapan yang sesuai dengan selera vanya ia bawa menuju meja yang ada di ruangan itu.


karna Alex akan lengsung masuk ke dalam ruang ganti saat sudah selesai mandi nanti.


sesudah menyiapkan perlengkapan Alex vanya keluar dari dalam ruangan itu.


saat vanya keluar Alex masuk ke dalam ruang ganti tersebut melalui pintu yang menghubungkan dengan kamar mandi.


melihat pakain yang sudah di siapkan vanya senyum Alex mengembang, begini rasanya punya istri pikir Alex.


Memakai pakaian dengan senang Hati tentunya membuat hati alex menghangat melihat perhatian vanya yang dari dulu selalu membuat ia senang bukan kepalang.


Pakaian yang sudah ia pakai melekat dengan sempuna di tubuhnya. sungguh selera vanya selalu sesuai dengan keinganannya.


............


Melangkah keluar dari dalam ruang ganti Alex mencari vanya di dalam kamar itu. tidak menemukan vanya Alex kembali mengedarkan pandangannya setiap penjuru kamar dan ia melihat pintu balkon terbuka ia menduga pasti vanya tengah di sana.


sampai di sana Alex melihat vanya memancang langit gelap dengan badan yang menempel di pembatas balkon.


Melangkah dengan pelan Alex mendekati vanya, saat tepat di belakang vanya Alex langsung memeluk vanya dari belakang dan mencium puncak kepala vanya.


vanya yang mendapat perlakuan Alex seperti itu menerima dengan senang hati ia menyenderkan tubuhnya ke badan Alex yang tentunya lebih besar darinya.


"baby"ucap alex sambil memeluk vanya dengan mata terpejam.


"hmmm"sahut vanya yang ikut menikmati pelukan dari Alex semakin membuat tubuhnya menempel.


"Ngapain disini"tanya Alex dengan lembut sambil mengusap rambut vanya.


"tidak ada hanya ingin saja"ucap vanya dengan santai.


"aku mencintai mu"ucap vanya dengan lirih.

__ADS_1


"aku lebih mencintaimu baby"ucap alex dengan lembut.


"iya aku tau"ucap vanya dengan bahagia.


Membalikkan badan vanya menghadap ke arahnya. kedua tangan Alex menangkup ke wajah vanya dengan sedikit memiringkan kepalanya ia mencium lembut setiap inci wajah vanya.


Cup


Cup


Cup


Cup


Kening mata hidung dan kedua pipi serta bibir vanya tidak luput dari sapuan bibir Alex.


Mencium bibir vanya dengan cukup lama keduanya sama sama saling menikmati. ciuman pun terlepas saat mereka harus mengatur nafas mereka.


"Jangan sampai kelewat batas"peringatan vanya kepada Alex saat ia menatap mata Alex yang menginginkan lebih.


sebenarnya ia juga sama, berhubung keduanya belum memiliki ikatan resmi jadi mereka berusaha untu menahannya.


Dengan lesu Alex menganggukkan kepalanya.


"Aku selalu berusaha untuk tidak melewati batas baby"ucap Alex sambil mengelus bibir vanya.


"hmmmm"ucap vanya dengan menatap mata Alex.


"Minggu depan kita menikah ya"ucap Alex


"Aku takut tidak bisa menahannya"sambung Alex lagi dengan suara serak ia selama ini selalu untuk tidak menyentuh vanya walaupun ia sangat ingin.


menghargai pasangan adalah cara agar hubungan yang terjalin tetap terjaga.


"serius?"tanya vanya seakan tak percaya.


"iya baby, aku sudah lama ingin menikah dengan mu"ucap Alex dengan kesungguhan.


Sebelum ia meninggalkan negaranya Alex berencana untuk menikah terlebih dahulu tetapi ia hanya mengurungkan niatnya saja. mengingat masalah perusahaannya yang kunjung selesai.


Benar kata orang yang mengatakan bahwa, berakit rakit kehulu, berenang renang ketepian bersusah susah dahulu bersenang senang kemudian.


Dengan masalah yang sudah bisa di atasi Alex kembali kenegara asalnya untuk memulai hidup barunya bersama kekasih hatinya.


"Apapun keputusan mu aku selalu setuju honey"ucap vanya dengan haru.

__ADS_1


di umur yanh cukup matang untuk berumah tangga vanya tentunya tidak dapat menolak ajakan Alex untu menikahinya.


menikah dengan kekasih hatinya yang sangat ia cintai maupun sebaliknya adalah impian semua orang untuk mengarungi bahtera rumah tanggah.


"Terima kasih baby sudah mau menerima ku dan maaf aku tidak menyiapkan hal yang romantis saat menanyakan ini"ucap Alex merasa tak enak hati.


banyak di luar sana para wanita mendambakan dilamar oleh lelaki pujaannya dengan suasana romantis dan di sertai dengan kata kata romantis pula.


Tapi bagi vanya itu hanya sebagai bonus, katna menurutnya menika dengan orang yang ia cintai dan menerima ke adaan masing masing adalah suatu yang luar biasa dalam mempertahankan hubungan keduanya.


"Tidak masalah"ucap vanya


keduanya saling memeluk erat seakan takut akan adanya perpisahan di antara keduanya.


berpelukan cukup lama keduanya hanyut dengan rasa bahagia yang tak dapat di jelaskan .


"Ayo aku antar pulang"Ajak Alex sambil melepaskan pelukannya.


"Soalnya aku mau ke amrkas malam ini, sudah lama tidak kesana"ucap Alex lagi


"atau kau mau ikut"tanya Alex dengan lembut.


"tidak aku mau istirahat di rumaj saja"ucap vanya menolak halus ajakan Alex.


karna ia besok harus bekerja jadi ia akan memulihkan tenaganya untuk persiapan kerja besok tentunya.


...........


Skippppp


Didalam mobil mewah sepansang kekasih itu tidak melepaskan genggaman tangannya dengan wanita yang menjadikan lengan lelakinya sebagai sandaran.


mereka adalah vanya dan alex yang tentunya tengah di mabuk asmara.


Meljukan mobil dengan kecepatan sedanga Alex yang seakan takut bahwa terlalu cepat meninggalkan keromantisan mereka di dalam mobil pribadinya.


mobil pribadi tentunya mobil itu hanya akan ia gunakan selain bekerja. satu satunya wanita yang menaiki mobil itu hanya vanya.


karna Alex tidak pernah mau berdekatan dengan wanita selain vanya tentunya.


bisa di katakan Alex adalah lelaki yang anti berdekatan dengan wanita apalagi itu adalah wanita penggoda yang selalu mencari kesempatan untuk menggodanya.


"Gak mau beli makan dulu untuk Seha"tanya Alex. ia sudah terbiasa memanggil adik vanya dengan sebutan Seha. sebenarnya vanya juga memanggil adiknya dengan sebutan itu.


tapi terkadang ia memanggil dengan sebutan kakak.

__ADS_1


"kayaknya ia sudah makan, biasanya juga ngubungi kok kalau menitipkan sesuatu"ucap vanya mengingat kebiasaan sang adik satu satunya.


__ADS_2