Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 42


__ADS_3

Pagi hari menjelang vanya pagi pagi sudah pulang menuju rumahnya karna ia semalam menginap di markas.


sampainya di rumah vanya melihat lio sedang sarapan di meja makan.


"nginap dimana kak semalam"tanya lio saat ia melihat vanya berjalan ke arahnya.


"Biasaa"ucap vanya. mendengar jawaban vanya, lio paham dari mana sang kakak yaitu dari markas galaksi dan ia juga tidak mempermasalahkan itu. karna baginya itu adalah hal biasa baginya dan ia juga terkadang main kesana untuk belajar tentang pemograman dengan kevin ataupun dimas.


"kesekolah naik apa bang"tanya vanya sambil mengambil minumam dingin di kulkas.


"di jemput delon"jawab lio


"Hmmm hati hati di jalan Kaka kekamar dulu bang mau siap siap kerja takut telat" ucap vanya saat sudah meneguk air putih yang ia ambil di dalam kulkas tadi. dan berlalu meninggalkan sang adik.


Vanya langsung berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai bawah. saat memasuki kamar ia pun bergegas mandi dan bersiap untuk kerja seperti biasanya.


Saat menyisiri rambut vanya mulai bergumam licik saat mengingat rencana nya semalam.


"heheheh itulah balasan yang harus kau terima tuan muda"gumam vanya dengan tertawa jahat.


"berani mengganggu berani menerima akibat"ucap vanya dengan tersenyum miring.

__ADS_1


vanya yang sudah siap dengan setelan kerja nya denga setelan jas dengan dalaman kemeja putih serta celana dasar hitam panjang serta highils wrnah putih yang menjadi pelangkap penampilan vanya pagi ini.


ia memakai celana karna ia ingin menggunakan motor trailnya ke kantor. mengingat motor ninja masih di bengkel dan belum ia ambil. karna ia belum sempat mengambilnya kebetulan bengkel tersebut punya salah satu anak geng galaksi jadi tidak kahwatir jika motor itu akan hilang ataupun di salah gunakan.


Dengan mengendarai motor trail untuk berangkat kekantor adalah pertama ia gunakan karna ia biasanya menggunakan motor ninja hitamnya.


Sampai di area kantor para karyawan yang ada di halamam kantor melirik ke arah vanya karna bunyi motor vanya cukup nyaring sehingga menarik perhatian orang. apalagi hal itu adalah belum pernah terjadi.


mereka seakan akan bertanya tanya siapa pemilik motor itu yang mereka tau pastinya adalah seorang wanita.


Sampai di parkiran ia langsung memarkirkan motornya dan sedikit merapikan penampilan rambutnya yang di jepit oleh helmnya. setelah semuanya rapi vanya berjalan masuk ke kantornya


hal itu membuat kiandra tambah mengagumi sosok vanya yang terlihat sangat keren dan profesional. sungguh ia sangat mengagumi wanita yang seperti itu. sedangkan Han tidak jauh pemikirannya dengan kiandra ia juga kagum akan sifat vanya selama vanya bekerja di alfandra crop.


vanya mulai memasuki lantai dasar perusahaan tempatnya bekerja dan beberapa karyawan laki laki maupun perempuan menyapa vanya dan di balas vanya dengan sopan.


"pagi mbak vanya"


"pagi bu"


"pagi" jawab vanya dengan tersenyum ramah dalam membalas sapaan beberapa karyawan yanh berpapasan maupun melewatinya.

__ADS_1


Vanya pun langsung memasuki lift dan menuju ke lantai dimana ia bekerja yaitu di lantai 29.


sampainya di lantai 29 dimana tersapat beberapa ruangan saja. karna lantai tersebut di peruntukkam oleh khusus petinggi saja.


Vanya mulai mendudukkan dirinya di kursi tempat ia bekerja dan mulai menyibukkan dirinya dalam pekerjaan.


Tak berselang lama kiandra sudah berada di lantai yang sama dengan vanya dan ia langsung menghampiri vanya serta di ikuti oleh Han di belakangnya.


kedua lelaki tampan itu sudah berdiri didepan meja kerja vanya yang terletak di luar ruangan kiandra.


"ekhmmmm"tegur kiandra saat melihat vanya yang sangat fokus ke layar komputernya.


vanya yang mendengar deheman seseorang ia mulai mendongakkan pandangannya dari layar komputernya dan ia melihag kiandra dan juga han tengah menatap dirinya dan hal itu membuat ia sedikit gugup.


"ehh, maaf pak ada yanh bisa saya bantu"tanya vanya sambil tersenyum kikuk karna ia tidak mendengar langkah kaki kedua lelaki tampan tersebut. mungkin dirinya terlalu hanyut akan pekerjaan jadi ia tidak menyadarinya,pikir vanya.


"iya, bawa berkas proyek yang ada di daerah xx, karna kita akan diskusi internal satu jam lagi di ruangan saya"ucap kiandra sambil menatap kagum wajah vanya yang tambah hari tambah cantik menurutnya.


"baik pak, apa adalagi?"tanya vanya dengan sedikit gugup karna melihat tatapan kiandra yang menatap lurus ke matanya. Hal itu menimbulkan keanehan di pikiran vanya tapi ia menepiskan pikiran yang sangat mustahil tersebut.


"cukup, lanjutkan pekerjaan mu"ucap kiandra sambil berlalu ke ruangannya dan di ekori oleh Han.

__ADS_1


__ADS_2