Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 9


__ADS_3

didalam perjalanan kiandra hanya menanyakan alamat rumah vanya dan vanya hanya memberitahukan alamatnya. mobilpun melaju kekediaman vanya.


selang beberapa saat mobil kiandrapun berhenti didepan rumah minimalisnya vanya. vanyapun langsung turun.


"terima kasih pak"ucap vanya dan sedikit membungkukkan badannya sedikit


"Hmmm"balas kiandra, setelah mengatakan itu kiandra langsung melajukan mobilnya ke aparteman miliknya. saat sampai di apartemannya yang mewah, ia langsung bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi dan mengganti pakainnya. setelah selesai berpakaian kiandra langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur empuknya dan menatap langi langit kamarnya. saat menapa langit langit kamarnya terlintas dipikirannya wajah vanya yang saat ini di depannya.


"kayaknya aku sudah gila, masak iya aku memikirkan gadia itu. tapi kalau diperhatikan dia cukup manis juga"gumam kiandra sambi terkekeh dan ia pun langsung masuk alam mimpinya.


Lain halnya dengan kiandra yang saat ini sedang masuk ke alam mimpinya. beda halnya dengan vanya ia bersiap siap menuju ke markas geng galaksi. karna ia mendapat telpon bahwa ada misi yang akan di bahas malam ini. vanya yang mendapat kabar itu langsung bersemangat karna iya sudah lama menjalankan misi. karna ia terlalu sibuk akan urusan kantornya dan sesekali ia berkunjung serta membantu di cafe milik sahabatnya keyra.


"kak, mau kemana"tanya Lio saat melihat sang kakak keluar kamar dalam pakaian rapi.


"eh, ngagetin aja,untung gak punya penyakit jantung kakak dek. kalau punya bisa mati muda ni"ucap vanya dengan wajah sedikit kesal

__ADS_1


"hehehe sorry kak, mau kumpul sama anak galaksi ya kak"tanya Lio. karna ia tahu bahwa saang kakak adalah salah satu anggota galaksi dan begitupun juga Lio. Tapi vanya tidak mau sang adik terlalu jauh masuk kedalam geng galaksi apalagi menjalankan misi. karna ia tidak ingin sang adik kenapa napa, cukup ia saja yang menjalankan peran dalam kerasnya kehidupan ini.


"iya seperti biasa, jaga rumah ya. bay bay adik ku tersyang"ucap vanya sambil berjalan dan melambaikan tangannya tanpa melihat kearah lio.


Lio hanya mengikuti sang kakak sampai depan rumah dan langsung menutup serta mengunci pintunya.


setelah menempuh perjalanan cukup jauh, karna markas anak galaksi berada cukup jauh dari pemukiman penduduk dan itu melewati jalanan sepi dan hutan hutan yang ada di sekitar perjalanan menuju markas.


Vanya pun langsung masuk kedalam markas dan di sambut hangat oleh anak anak galaksi yang lainnya.


"gimana menurut lo van, tentang strategi dalam misi kali ini"tanya dimas


"bagus tapi di setiap posisi di tambah lagi orang orangnya dan itu yang keluar jangan semuanya sebagian aja dulu sekitar satu menitan penyerangan baru keluar sisanya"ucap vanya


"oke amanlah kalau itu mah"ucap dimas

__ADS_1


"Ingat guys misi kali ini kita harus pulang dalam keadaan utuh baik fisik maupun anggota. karna misi kali ini lumayan sulit karna kita akan berurusan dengan bandar narkoba dan kita harus menggagalkan penyekundupan narkoba itu"ucap kevin dengan suara tegas dan lantang.


Setelah peringatan itu mereka bersiap siap untuk menuju lokasi karna kabarnya penyelundupan dilakukan pukul tiga dini hari dan saat ini sudah jam sebelas malam. jadi mereka langsung bersiap siap dengan alat tempurnya.


setelah dirasa cukup mereka bergegas menggunakan lima mobil jip terbuka dan ada 10 motor trail jika ditotalkan jumlah yang ikut sekitar empat puluh lima orang yang ikut dalam misi ini. dan tentunya kendaraan yang digunakan memiliki suaran knalpot yang halus jadi tidak sangat aman di bawa menyesuri kedlam hutan area perbatasan.


menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam menyusuri hutan perbatasan dan berjalan kaki selama tiga puluh menit guna untuk mengecohkan lawan. akhirnya mereka semua berada di posisi yang masing masing.


dari kejauhan mereka mengamati bahwa saat ini sedang terjadi pemuatan barang haram tersebut kedlam temupukan jerami yang biasanya untuk pakan ternak sebagai alat untuk mengecoh pihak kepolisian yang ada di kota tetangga.


dari kejauhan kevin memberikan aba aba berupa sinar kecil mirip sinar laser guna sebagai kode, dan tentunya pihak lawan tidak mendengar orang orang yang ada disekitar mereka. saat menerima kode tersebut barulah dimas dan yang lainnya melesatkan tembakan ke arah anak buah bandar narkoba tersebut.


Dor Dor Dor


tiga tembakan keatas sebagai isyarat dibuat dimas sebagai peringatan untuk diam di tempat dan alhasil orang orang yang sedang memuat narkoba tersebut langsung berhenti dan mengangkat tangan serta melirik ke kiri dan kekanan mencari asal suara tembakan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2