
Melihat laura dengan santainya memasuki ruangannya, kiandra merasa keplanya bertambah pusing.
"ada perlu apa kamu kesini?"tanya kiandra to the point sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut melihat kedatangan laura yang sama sekali tidak ia harapkan.
"mau ajak kau makan siang"ucap laura sambil mendekat ke arah kiandra.
"saya sibuk"ucap kiandra cuek sambil melanjutkan pekerjaannya. karna pertemuan yang sangat penting sydah di depan matanya.
"tapikan ini sudah waktunya makan siang"ucap dengan manja dan sambil duduk di atas meja kiandra. melihat tingkah laura membuat kiandra tambah pusing menghadapi wanita yang ada di depannya ini.
"Pergilah"ucap kiandra dengan penekanan yang mulai merasa sedikit emosinya terpancong.
"ihh gak mau, ayok makan siang kalau gak kamu temenin aku makan"ucap laura dengan manja sambil menggoyangkan lengan kiandra.
merasa dongkol dengan kelakuan laura kiandra langsung menelpon seseorang untuk keruangannya.
"Sebentar"ucap kiandra sambil menelpon seseorang untuk keruangnnya.
"keruangan ku"ucap kiandra dan langsung mematikan sambungan telponnya.
taklama pintu ruangan kiandra terbuka dan masuklah han dengan gaya cool nya.
__ADS_1
melihat laura duduk di atas meja kerja kiandra, Han dapat menebak apa yang terjadi di dalam ruangan tuannya.
"Seret dia keluar"ucap kiandra dan melanjutkan pekerjannya.
"mari nona"ucap Han dengan sopan.
"kiandra kenapa kamu ngusir aku?"tanya laura dengan cemberut.
"silakan keluar nona, bos saya tidak bisa di ganggu"ucap han yang masih bersikap sopan.
"Kiandra"pangil laura yang merapatkan badannya ke ke lengan kiandra.
"silakan keluar nona,jika anda tidak mau keluar saya akan memanggil security untuk menyeret anda"Ancam Han dengan tatapan tajam.
"berengsekk"umpat laura sambil menatap kesal ke arah kiandra yang tengah sibuk melanjutkan pekerjaannya.
"kalau aku menikah dengan bos mu itu, ingat kamu adalah orang pertama yang akan aku pecat"ucap laura dengan nada mengancam han. sedangkan han nya menghendikkan bahu nya saja sambil menunjukkan pintu ruangan yang sudah terbuka lebar.
"awas saja nanti"ucap laura sambil melangkah kesal keluar dari ruangan kiandra dan di ikuti oleh han yang mengantar laura sampai depan pintu lift yang ada di lantai itu.
Dengan perasaan kesal marah laura keluar dati kantor kiandra, ia bertekad akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kiandra sehingga ia bisa menjadi nyonya kiandra seorang pengusaha muda yang berbakat.
__ADS_1
Setelah mengantarkan laura yang sudah masuk lift, Han langsung berbalik menuju ruangan kiandra. sampainya di dalam ruangan kiandra ia langsung membungkukkan badannya.
"nona laura sudah pergi dari kantor ini tuan"ucap han.
"bagus, jangan sampai ia ke kantor ini jika ia tidak punya janji"ucap kiandra tanpa menatap ke arah han.
"Baik tuan akan saya laksanakan"ucap Han dan langsung meninggalkan ruangan kiandra.
Keluar dari ruangan kiandra, Han berpapasan dengan vanya yang sudah kembali dari jadwal makan siangnya di kantin kantor. keduanya hanya saling melemparkan menundukkan kepalanya saja dan tidak ada percakapan antara keduanya.
Laura yang sudah sampai di rumah mewah orang tuanya langsung melampiaskan kekesalannya dengan menghamburkan barang barang yang ada di atas meja kerjanya dan terus mengumpat kiandra dengan kesal.
"Brengsekkk"
"Brengsekkk"
"awas kamu kiandra akan aku buat kamu bertekuk lutut di bawah kaki ku"ucap laura dengan geram serta tekad yang kuat.
Setelah puas mengumpat kiandra dan menghancurkan barang yang ada di meja riasnya laura langsung masuk ke dalam kamr mandinya
Karna ia berencana untuk ke club malam ini, agar kekesalannya terhadap kiandra terlampiaskan.
__ADS_1