Pesona Sang Sekretaris

Pesona Sang Sekretaris
Bab 32


__ADS_3

posisi kiandra saat ini tengah termenung di atas kasurnya sambil menatap langit langit kamarnya.


"Haiss kenapa itu yang dibahas sih"kesal kiandra sambil menatap langit langit kamarnya.


"mereka pikir punya calon istri itu gampang apa, apalagi jaman sekarang rata rata cewek cuma mau harta saja"gerutu kindra setelah cukup lama berkutat dalam pikirannya akhirnya ia mulai terlelap di alam mimpinya.


Menjelang pagi seperti biasanya vanya maupun lio sudah berangkat untuk menjalankan aktifitas sehari hari mereka yaitu vanya bekerja di prusahaan kiandra sedangkan lio berangkat kesekolah untuk menimbah ilmunya.


Vanya yang sudah sampai di kantor ia berpapasan langsung dengan ke dua temannya di parkiran kantor. mereka akhirnya melangkah masuk kedalam kantor bersama. dan mereka di berpisah saat lif berhenti di lantai tempat kedua teman vanya bekerja. sedangkan vanya masih menuju ke lantai atas, dimana tempat kerja ia di dekat ruangan kiandra.


sampainya di meja kerja, vanya langsung merapikan barang barang nya serta merapikan berkas berkas yang ada di mejanya yang sudah ia kerjakan walaupun ada beberapa berkas yang belum ia periksa sebelum di priksa lanjutan oleh kiandra.


Sedangkan di tempat lain seseorang yang tengah merencanakan rencana jahatnya kepada seseorang di sambungan telepon.


"Hallo aku mau kalian buat anak itu celaka, tapi ingat jangan sampai ia mati. karna aku mau ia menderita selama menjalani hidupnya"ucap sang penelpon.


"siap boz, yang penting bayarannya jangan lupa "ucap penerima telpon sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Kalau tugas yang kasih sudah selesai pembayaran akan langsung lunas"ucap sang penelpon.


"siap boz" ucap penerima telpon.


"ingat jangan sampai ia mati"ucap penelpon terus langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak.


Di sekolahan Sehalio, Lio, Kenan dan Delon. tengah makan di kantin sekolah, setelah kejadian pekerlahian mereka tempo hari dan masa hukuman masih berlanjut dan belum selesai. tapi mereka bersikap seperti biasanya seolah olah tidak terjadi apapun.


Beda hal nya dengan kakak kelas mereka yang menatap mereka di sudut lain dengan mata penuh kebencian.


"Tuh liat mereka, kali ini gue gak bakal buat mereka bisa seperti itu"ucap katua genk kakak kelas Lio.


"Tenang gue udah punya rencana, kalian tunggu aja nanti"ucap ketua genk dengan seyum smirknya.


"duh gak sabar liat apa yang bakal terjadi"


"Tenang liat aja pas pulang sekolah nanti, apalagi si curut miskin itu"ucap ketua genk menunjuk pakai dagunya ke arah Lio

__ADS_1


"dia bakal gue buat menderita"lanjutnya lagi.


Setelah membahas itu mereka berlima langsung pergi menuju tempat tongkrongan mereka yaitu di atas rottrofh.


Hari ini para siswa di pulangkan lebih cepat dari biasanya. di karenakan para guru mengadakan rapat sehingga aktivitas belajar mengajar hanya sampai setengah waktu belajar dari biasanya.


Lio, kenan dan delon mereka sekelas yaitu kelas ipa 1.


"yes pulang cepat ni kita"seru delon sambil membereskan buku nya yang ada di meja dan memasukkan ke dalam tas nya.


"gimana kalau kita nongkrong dulu kan jarang jarang ni pulang lebih awal. lagi pula gak ada latihan hari ini" tanya delon kepada lio dan kenan.


mereka bertiga berjalan menuju koridor sekolah sambil berbincang bincang.


"kuy lah"sahut kevin. tidak ada nya respon dari lio mereka berdua kompak melihat ke arah lio, lio yang di tatap oleh kedua temannya pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.


"nah gitu donk io"seru delon.

__ADS_1


"Gimana kalau kita nongkrong di dekat pantai sekalaian menikamati suasana pantai terus sorenya bisa liat sunshet"ucap kenan dengan semangat dan di setujui oleh lio dan delon.


walaupun cuaca masih cukup terik tapi tidak mengurunkan niat mereka untuk nongkrong di pantai. selain suasana pantai menyejukkan dan bisa melihat pemandangan yang cukup memanjakan mata mereka.


__ADS_2